Juventus dan Blunder Terbesar Comolli: 1 Keputusan yang Memiliki Efek Berantai Panjang
Gia Yuda Pradana | 30 Desember 2025 14:34
Bola.net - Musim 2024/25 Juventus berakhir jauh dari harapan publik Turin. Evaluasi internal klub memunculkan satu keputusan krusial yang dinilai menghambat langkah perbaikan sejak awal.
Kritik tajam datang dari editor-in-chief Sportitalia, Michele Criscitiello, yang menilai ada satu blunder utama dalam era kepemimpinan Damien Comolli. Menurutnya, kesalahan itu bukan sekadar teknis lapangan, tetapi menyangkut arah strategis klub.
Juventus menjalani pergantian struktur manajemen dalam periode singkat, mulai dari kepergian Thiago Motta hingga Cristiano Giuntoli. Damien Comolli kemudian hadir dengan kewenangan lebih besar setelah promosi dari General Manager menjadi CEO.
Kesalahan Terbesar Comolli di Juventus

Criscitiello menilai keputusan mempertahankan Igor Tudor sebagai pelatih kepala menjadi kesalahan paling fatal. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa tanggung jawab itu berada di manajemen, bukan pada Tudor secara personal.
“Bukan kesalahan Tudor, tetapi kesalahan ada pada mereka yang mengonfirmasinya,” tulis Criscitiello dalam editorialnya. “Ia bukan pelatih level Juventus, dan kita semua sudah mengetahuinya.”
Criscitiello menilai Tudor hanya ideal sebagai pelatih sementara dalam situasi darurat. Namun, memulai musim baru dengan figur yang sama dianggap menghambat proses pembenahan total.
“Memulai lagi bersamanya adalah kesalahan besar, dan kami telah mengatakannya selama berbulan-bulan,” lanjutnya. “Piala Dunia Antarklub yang tidak penting itu seharusnya diabaikan demi persiapan perombakan besar.”
Ia juga menyinggung keterbatasan pelatih pengganti yang datang kemudian. “Spalletti adalah orang yang tepat, tetapi ia tidak bisa membuat keajaiban,” tulisnya.
Kritik tersebut diperkuat dengan performa transfer musim panas yang belum memberi dampak signifikan. Jonathan David dan Joao Mario datang dengan ekspektasi tinggi, tapi kontribusinya masih minim.
Latar Belakang Keputusan Juventus Mempertahankan Tudor

Comolli sejatinya mencoba mengambil jalur berbeda sebelum musim dimulai. Ia berupaya membawa kembali Antonio Conte untuk memimpin proyek baru.
Namun, Conte memilih bertahan di Napoli sehingga rencana itu gagal terwujud. Comolli akhirnya mengambil opsi aman dengan mempertahankan Tudor sebagai pelatih kepala.
Keputusan itu tidak berjalan sesuai harapan dalam praktiknya. Juventus memulai musim dengan rangkaian hasil buruk yang menggerus kepercayaan publik dan ruang ganti.
Dalam delapan pertandingan beruntun, tim gagal meraih kemenangan. Akan tetapi, tekanan yang terus meningkat membuat manajemen tidak memiliki banyak pilihan.
Tudor akhirnya diberhentikan pada akhir Oktober. Luciano Spalletti kemudian datang sebagai upaya penyelamatan musim yang sudah terlanjur sulit.
Pergantian tersebut menegaskan bahwa keputusan awal memiliki efek berantai yang panjang. Juventus kini harus menutup kesalahan lama sambil membangun ulang fondasi kepercayaan.
Evaluasi terhadap era Comolli pun tidak bisa dilepaskan dari momen ini. Satu keputusan dinilai cukup untuk mengubah arah musim dan memperberat pekerjaan selanjutnya.
Sumber: Sportitalia, juvefc
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- AC Milan 2 Laga dalam 60 Jam: Apakah Jadwal Padat vs Genoa dan Fiorentina Sesuai Regulasi?
- Bagaimana AC Milan Membongkar Blok Rendah Verona: Analisis Taktik dari Kemenangan 3-0 di San Siro
- Man United vs Wolves: Beban Berat 11 Kekalahan Beruntun untuk Lawatan ke Old Trafford
- Arsenal vs Aston Villa: 11 Kemenangan Beruntun Jadi Senjata Mengerikan Tim Tamu
- Arsenal vs Aston Villa: Duel Arteta vs Emery dalam Laga Krusial Perebutan Puncak
- BRI Super League: Eliano Reijnders Memukau Sebagai Gelandang Bertahan Persib Bandung
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tangis Lewandowski dan Mimpi Piala Dunia yang Terhenti
Piala Dunia 1 April 2026, 17:24
-
Ironi Timnas Italia: Dari 4 Kali Juara ke Langganan Absen di Piala Dunia
Piala Dunia 1 April 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Stok Bek Kiri Timnas Indonesia Melimpah, John Herdman Punya Banyak Opsi
Tim Nasional 1 April 2026, 21:42
-
Final Four Proliga 2026 Memasuki Fase Krusial
Voli 1 April 2026, 19:28
-
Lewandowski hingga Donnarumma, 6 Bintang Top Absen di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 April 2026, 19:28
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45















