Juventus Kalah dari Fiorentina, Spalletti Semprot Jurnalis: Jangan Sebut Kami Sudah Mati!

Afdholud Dzikry | 18 Mei 2026 08:24
Juventus Kalah dari Fiorentina, Spalletti Semprot Jurnalis: Jangan Sebut Kami Sudah Mati!
Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi kepada para pemainnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Lecce vs Juventus di Lecce, Italia Selatan, Sabtu, 9 Mei 2026 (c) Giovanni Evangelista/LaPresse via AP

Bola.net - Luciano Spalletti mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan Juventus dari Fiorentina dengan skor 2-0 di Allianz Stadium, Minggu (17/5/2026) petang. Hasil itu membuat peluang Bianconeri lolos ke Liga Champions semakin terancam karena mereka kini tertinggal dua poin dari zona aman. Di tengah tekanan yang terus membesar, Spalletti memilih mengkritik dirinya sendiri ketimbang menyalahkan para pemain.

Suasana tegang langsung terasa setelah laga berakhir. Spalletti tampak emosional ketika menjawab pertanyaan media soal masa depan timnya di sisa musim ini.

Advertisement

Meski posisi Juventus semakin sulit, pelatih asal Italia itu menolak menganggap perjuangan timnya sudah selesai. Menurutnya, satu laga tersisa masih bisa menentukan nasib akhir klub asal Turin tersebut.

1 dari 3 halaman

Ogah Salahkan Pemain di Lapangan

Ogah Salahkan Pemain di Lapangan

Pemain Juventus Andrea Cambiaso berduel dengan pemain Fiorentina Marin Pongracic dalam laga Serie A, Minggu (17/5/2026) malam WIB. (c) Juventus Official

Spalletti lebih dulu mengevaluasi pendekatan dan keputusan yang ia ambil sebagai pelatih. Ia ingin menjaga kondisi ruang ganti agar para pemain tetap percaya diri menghadapi pertandingan terakhir musim ini.

Mantan pelatih Napoli itu mengakui timnya tidak cukup siap secara mental sebelum pertandingan dimulai. Akibatnya, strategi yang disusun gagal berjalan sesuai rencana sepanjang laga.

"Pertama-tama, saya harus mempertanyakan diri saya sendiri daripada para pesepak bola," kata Luciano Spalletti kepada Sky Sport.

"Seperti yang saya katakan kepada mereka hari ini, jika ini yang ditawarkan tim saya, saya harus menilai sebagian besar apa yang telah saya lakukan, sebelum menganalisis apa yang telah mereka lakukan."

2 dari 3 halaman

Respons Emosional Terhadap Pertanyaan Media

Ketegangan dalam sesi wawancara meningkat ketika seorang jurnalis menyebut laga kontra Fiorentina sebagai pertandingan hidup dan mati. Spalletti langsung memotong pernyataan tersebut karena menilai istilah itu terlalu berlebihan untuk konteks sepak bola.

Ia mengakui absennya Juventus dari Liga Champions bisa berdampak besar bagi kondisi finansial klub. Namun, menurutnya, hasil pertandingan tidak pantas disamakan dengan situasi perang.

"Jika Anda memulai dengan cara ini, Anda segera memulainya dengan buruk," cetus pelatih berusia 68 tahun itu dengan nada kesal di awal konferensi pers

"Fakta bahwa ini semua telah berakhir, bahwa kita semua sudah mati... itu salah. Jelas, ini adalah hasil yang mengerikan. Karena ini adalah pertandingan yang penting," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Evaluasi Penuh

Walau baru menandatangani kontrak hingga 2028 pada April lalu, posisi Spalletti tetap menjadi sorotan suporter Juventus. Ia memahami tekanan besar yang datang bersama kursi pelatih klub tersebut.

Kini, fokus utamanya adalah memulihkan kondisi mental para pemain agar mampu membuat keputusan lebih baik di lapangan. Spalletti menilai persoalan mental jauh lebih mendesak dibanding membahas kegagalan klub mendatangkan striker baru pada bursa transfer musim dingin.

"Saya harus menganalisis diri saya sendiri terlebih dahulu. Apakah saya melakukan segalanya untuk membawa mereka ke dalam kondisi mental yang tepat? Ini sebagian besar tentang kepala," aku Spalletti.

"Saya harus berbicara pada diri saya sendiri, pertama-tama."

LATEST UPDATE