Kartu Merah Berlebihan yang Merusak Atalanta
Gia Yuda Pradana | 17 Maret 2025 17:13
Bola.net - Atalanta menelan kekalahan 0-2 dari Inter Milan dalam laga yang seharusnya bisa membawa mereka ke puncak klasemen Serie A. Pelatih Gian Piero Gasperini menegaskan bahwa hasil tersebut tidak mengurangi kualitas timnya. Dia tetap menggaungkan nama La Dea sebagai salah satu tim terbaik di Eropa.
Kekalahan ini bermula dari sundulan bebas Carlos Augusto yang memanfaatkan sepak pojok Hakan Calhanoglu. Gol itu terjadi setelah jeda enam menit akibat keadaan darurat medis di tribune. Lautaro Martinez kemudian memastikan kemenangan Inter dengan gol kedua.
Namun, bagi Gasperini, momen krusial terjadi saat Ederson diusir wasit. Dua kartu kuning beruntun akibat protes membuat Atalanta kehilangan keseimbangan.
Keputusan Kontroversial yang Memicu Kemarahan
Gasperini tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Dia menganggap keputusan memberikan kartu merah kepada Ederson telah merusak jalannya pertandingan.
"Kartu merah itu merusak akhir pertandingan, bukan hanya untuk tim saya, tetapi juga bagi lawan dan semua yang menonton," ujar Gasperini kepada DAZN, seperti dikutip Football Italia.
"Tidak ada alasan untuk sampai ke titik itu, keputusan itu tidak perlu diambil. Masih ada sekitar 20 menit tersisa yang seharusnya bisa tetap menarik."
Wasit yang Berlebihan dan Keputusan yang Tak Konsisten
Menurut Gasperini, wasit terlalu keras dalam menyikapi Ederson. Dia menyoroti beberapa kejadian sebelumnya yang tak berujung kartu kuning.
"Wasit terlalu berlebihan terhadap Ederson. Ada insiden lain yang serupa, seperti Bellanova, tapi tidak dihukum," tambahnya.
"Ederson memang salah karena bertepuk tangan dengan sarkastik, tapi sejujurnya, wasit telah merusak pertandingan ini. Ada kejadian yang jauh lebih buruk, tetapi beberapa wasit memilih untuk mengabaikannya."
Atalanta Terkejut oleh Gol Pembuka
Gol pertama Inter terjadi dalam situasi yang unik, setelah permainan dihentikan cukup lama karena kejadian di tribune penonton. Gasperini mengakui bahwa timnya seharusnya lebih waspada.
"Kami tampil baik dalam bertahan di situasi bola mati pada babak pertama. Namun, jeda karena seorang suporter yang sakit membuat ritme permainan terganggu," ujar Gasperini.
"Kami harusnya lebih fokus. Dalam pertandingan yang seimbang seperti ini, momen-momen kecil bisa menentukan. Kami juga mengalami situasi serupa di Supercoppa Italiana melawan Inter. Mereka memang lebih baik dalam mengelola momen-momen seperti ini."
Ambisi Scudetto yang Belum Pudar
Dengan sembilan pertandingan tersisa, Atalanta masih berada di posisi ketiga, enam poin di belakang Inter. Mereka juga unggul lima poin atas Bologna di peringkat keempat.
"Sekarang waktunya jeda internasional. Kami harus menemukan kekuatan untuk menjalani sembilan pertandingan terakhir dengan performa terbaik," kata Gasperini.
"Kami tidak merasa terkikis oleh hasil ini. Kami menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa dan dunia. Kami bermain dengan keberanian, menciptakan peluang, dan bertahan dengan baik. Atalanta seharusnya bangga dengan penampilan ini."
Rekor Buruk yang Perlu Diakhiri
Atalanta memiliki rekor buruk saat menghadapi Inter. Mereka telah kalah dalam delapan pertemuan terakhir di semua kompetisi dan belum menang atas Nerazzurri sejak 2018.
Selain itu, mereka juga mengalami masalah dalam laga kandang. Atalanta belum menang dalam enam pertandingan terakhir di Gewiss Stadium, termasuk hasil imbang mengecewakan melawan Venezia, Cagliari, dan Torino.
Meski begitu, Gasperini dan pasukannya tak akan menyerah begitu saja. La Dea masih punya kesempatan untuk menulis kisah berbeda di sisa musim ini.
Sumber: Football Italia
Klasemen Serie A
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Saat Juventus Tak Lagi Menjadi Juventus
Inter Milan yang Perkasa
Si Nyonya Tua yang Tak Berdaya
Kekuatan Kolektif Angkat Barcelona Keluar dari Jurang Kekalahan
Harapan Liverpool Hangus di Wembley
Kilat Mbappe Menyambar Dua Kali di La Ceramica
Tijjani Reijnders, Maestro Pemimpin Orkestra Kebangkitan AC Milan
Manchester City Tertahan di Kandang: Membakar, tapi Tak Mampu Menghanguskan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dusan Vlahovic Akhirnya Ungkap Alasan di Balik Kepergiannya dari Juventus
Liga Italia 4 September 2026, 13:20
-
Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
Liga Italia 4 September 2026, 13:12
-
Prediksi Inter vs Napoli 5 September 2026
Liga Italia 4 September 2026, 10:01
-
Sebelum Gabung Juventus, Nick Woltemade Hampir Gabung Barcelona?
Liga Italia 3 September 2026, 22:02
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






