Kembalinya Mental Baja Milan Yang Sempat Lama Hilang
Editor Bolanet | 3 Oktober 2016 15:35
Milan di masa silam, kualitas maupun mentalnya tak perlu diragukan. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Milan mengalami kemerosotan. Jika sudah tertinggal dua gol, besar kemungkinan mereka bakal kalah atau maksimal imbang.
Menjamu di giornata 7 Serie A 2016/17, Milan besutan Vincenzo Montella menunjukkan sedikit gambaran tentang Milan yang sebenarnya. Sempat tertinggal dua gol pada satu titik di tengah laga, tapi mereka tetap sanggup menang.
Milan membuka keunggulan lewat Giacomo Bonaventura di menit 9. Namun, Sassuolo berturut-turut mencetak tiga gol melalui Matteo Politano menit 10, Francesco Acerbi menit 54 dan Lorenzo Pellegrini menit 56. Di titik ini, Milan tertinggal dua gol dalam skor 1-3.
Dengan semangat tarung serta mental yang luar biasa, Milan bangkit dan mencetak tiga gol tambahan untuk membalikkan keadaaan. Penalti Carlos Bacca menit 69 serta gol Manuel Locatelli menit 73 dan sundulan Gabriel Paletta menit 77 memastikan Rossoneri menang 4-3.
Terakhir kali sebelum ini Milan menang setelah tertinggal minimal dua gol adalah bersama pelatih Massimiliano Allegri pada musim 2011/12 silam. Comeback spektakuler tersebut mereka torehkan saat tandang ke di giornata 8 Serie A (23 Oktober 2011). Waktu itu, Milan bahkan langsung tertinggal 0-3 sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 4-3.
Lecce unggul tiga di babak pertama lewat Guillermo Giacomazzi menit 4, Massimo Oddo (penalti) menit 30 dan Carlos Grossmuller menit 37. Milan membalas setelah jeda lewat hattrick Kevin-Prince Boateng menit 49, 55 dan 63 serta gol penentu kemenangan dari sundulan Mario Yepes di menit 83.
Yepes dan Paletta, dua pemain dari era berbeda ini sama-sama mencetak gol penentu kemenangan Milan dalam dua laga tersebut dengan sundulan. Selain itu, mereka juga sama-sama berposisi sebagai bek sentral.
Musim 2011/12 itu, Milan finis peringkat dua di Serie A. Juara Supercoppa Italiana 2011 itu juga melangkah hingga semifinal Coppa Italia dan perempat final Liga Champions. Pencetak gol terbanyak Milan waktu itu adalah Zlatan Ibrahimovic, yang menyarangkan 35 gol di semua ajang.
Milan musim ini bertekad finis di papan atas dan kembali ke Eropa setelah selalu absen sejak 2014/15. Jika bisa mempertahankan semangat tarung, mental baja dan keyakinan untuk menang seperti ketika melawan Sassuolo, target itu seharusnya bisa mereka wujudkan. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bek AC Milan Ini Segera Tinggalkan San Siro untuk Main di Inggris!
Liga Italia 17 Juli 2026, 08:00
-
Resmi! Juventus Daratkan Bintang Timnas Turki ini ke Turin!
Liga Italia 17 Juli 2026, 05:21
-
Tersisa 6 Pemain Serie A di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia 14 Juli 2026, 00:19
-
Jalan Menuju AS Roma untuk Alejandro Garnacho
Liga Italia 11 Juli 2026, 19:31
LATEST UPDATE
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











