Kisah Absurd Dario Hubner: Alkohol, Rokok, dan Gol demi Gol
Gia Yuda Pradana | 16 Juli 2025 13:15
Bola.net - Dalam sejarah sepak bola Italia, ada satu nama yang tak bisa begitu saja dilupakan—bukan karena jumlah trofinya, melainkan karena kisah hidupnya yang terasa seperti dongeng dari warung kopi di pinggiran kota. Dario Hubner, pria berjuluk Il Bisonte (bison), adalah perpaduan langka antara predator di kotak penalti dan pria santai yang gemar grappa dan rokok. Saat dunia sepak bola makin profesional, Hubner justru tampil seperti orang terakhir dari generasi lama.
Dia baru debut di Serie A pada usia 30 tahun, sebuah usia yang bagi banyak pemain justru menjadi titik menurun. Namun, itu tidak bagi Hubner. Dalam balutan jersey Brescia dan kemudian Piacenza, ia menorehkan sejarah sebagai pencetak gol terbanyak Serie A musim 2001/02. Yang lebih gila, dia melakukannya sambil merokok 25 batang sehari dan sesekali meneguk grappa, minuman beralkohol jenis brendi yang berasal dari Italia, buatan ayahnya.
Kisahnya bukan soal angka semata, melainkan tentang keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri. Hubner menunjukkan bahwa sepak bola tak melulu soal protokol dan diet ketat. Ada juga ruang untuk kisah yang manusiawi, bahkan absurd, asal tetap konsisten menjebol gawang lawan.
Ketika Grappa, Rokok, dan Gol Berjalan Beriringan
Dario Hubner bukan atlet dengan gaya hidup ideal menurut standar zaman sekarang. Ia merokok di bangku cadangan, minum grappa saat hari libur, dan mencetak gol dengan ketepatan yang membuat bek lawan frustrasi. Kariernya dipenuhi kebiasaan yang bertolak belakang dengan dunia atletik modern, tapi justru di situlah daya tariknya.
“Saya biasa merokok 20-25 batang Marlboro per hari dan saya melakukannya secara terbuka,” ujar Hubner kepada Quotidiano.net pada April 2020. “Tak ada pelatih yang mencoba menghentikan saya, yang mereka pedulikan hanya saya mencetak gol.” Kutipan itu bukan hanya pengakuan jujur, tapi juga penanda zaman yang mulai memudar.
Yang lebih menarik, kebiasaan minumnya pun tak kalah nyentrik. “Ayah saya biasa menyelundupkan rokok dan grappa buatan rumah ke tempat pemusatan latihan kalau kami sedang berlatih dekat rumah di Trieste.” Tak ada klaim nutrisi tinggi atau pola makan ketat di sini—hanya kehangatan khas Italia dan cinta akan kebebasan.
Capocannoniere di Usia 35: Ketika Mimpi Tak Punya Tenggat Waktu
Musim 2001/02 adalah musim magis Hubner. Di usia 35 tahun, dia mencetak 24 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Serie A bersama David Trezeguet. Itu pencapaian luar biasa mengingat Trezeguet disuplai bola oleh Alessandro Del Piero, Pavel Nedved, dan Edgar Davids, sementara Hubner 'hanya' ditemani Paolo Poggi, Matuzalem, dan Eusebio Di Francesco.
Hubner bukan hanya top skor Serie A, tapi juga satu dari dua pemain yang pernah jadi top skor di Serie A, Serie B, dan Serie C1. Ia mencetak enam penalti sempurna musim itu, mengandalkan insting dan ketenangan luar biasa. Tak ada selebrasi berlebihan, hanya ekspresi kalem dan mungkin sebatang rokok setelah pertandingan.
Meski tak pernah dipanggil Timnas Italia, Hubner tetap dikenang sebagai legenda rakyat. Tak ada stadion megah atau medali internasional, tapi ada ratusan gol dan cerita-cerita kocak yang terus hidup di antara para pecinta calcio.
Legenda yang Tak Butuh Panggung Besar
Karier Hubner mengajarkan bahwa panggung besar tak selalu datang di usia muda. Dia menembus Serie A di usia 30, ketika kebanyakan pemain mulai berpikir pensiun. Namun, Hubner justru memulai babak terbaik dalam kariernya di usia itu—dan ia menikmatinya dengan santai, seperti menikmati seteguk grappa setelah makan malam.
Dalam banyak hal, Dario Hubner adalah simbol dari kejujuran terhadap diri sendiri. Ia tidak berusaha menjadi ikon kebugaran atau bintang iklan. Ia hanya ingin mencetak gol dan hidup dengan caranya sendiri. Dalam dunia sepak bola yang kian terstandarisasi, kisahnya mungkin bisa dianggap semacam oase yang menyegarkan.
Mungkin itulah sebabnya orang masih membicarakan Hubner hari ini, bukan karena kecepatan atau teknik tinggi, tapi karena keaslian. Sebab, siapa yang tak akan tersenyum mendengar cerita tentang seorang pria yang menjadi top skor Serie A sambil merokok dan meneguk grappa?
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Nostalgia Dario Hubner dari Era Keemasan Serie A: Si Bison yang Hanya Butuh Bola dan Ruang Tembak
- Muhammad Ardiansyah, Saksi Pesta Gol Timnas Indonesia U-23 dari Jarak Paling Dekat
- Lemparan ke Dalam, Senjata Lama Timnas yang Kini Berpindah Tangan
- Jalan Buntu Marc-Andre ter Stegen di Barcelona
- Rodrygo, Kunci Tak Langsung Barcelona untuk Wujudkan Transfer Luis Diaz
- Dua Gelandang Mudanya Diincar PSG, Barcelona Pasang Harga Rp2 Triliun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26



