Kisah yang Terungkap: Saat Cristiano Ronaldo Secara Pribadi Menelepon Ivan Rakitic untuk Gabung Juventus
Editor Bolanet | 5 Oktober 2025 10:26
Bola.net - Mantan bintang Barcelona, Ivan Rakitic, baru-baru ini mengungkap sebuah kisah transfer yang nyaris terwujud. Ia mengaku pernah diajak secara langsung oleh Cristiano Ronaldo untuk bergabung dengan Juventus.
Momen langka tersebut terjadi pada tahun 2019, saat Rakitic masih menjadi pilar penting di lini tengah Barcelona. Ronaldo dikabarkan secara pribadi meneleponnya untuk meyakinkannya agar mau pindah ke Turin.
Rakitic pun mengakui tanpa ragu bahwa ia sebenarnya sangat ingin bermain di kompetisi Serie A Italia. Kegagalan transfer ke Juventus bahkan disebutnya sebagai salah satu penyesalan terbesar dalam kariernya.
Kisah ini seolah membuka tabir di balik layar bursa transfer yang penuh misteri. Sebuah panggilan telepon dari seorang megabintang yang hampir saja mengubah peta kekuatan sepak bola di Eropa.
Panggilan Telepon Langsung dari CR7

Dalam sebuah wawancara, Ivan Rakitic membuat pengakuan yang cukup mengejutkan banyak pihak. Ia akhirnya membenarkan adanya upaya serius dari Cristiano Ronaldo untuk merekrutnya ke Juventus.
Upaya tersebut bahkan tidak melalui agen atau perantara klub, melainkan lewat sebuah panggilan telepon pribadi. Hal ini tentu menunjukkan betapa seriusnya Ronaldo menginginkan kehadiran Rakitic di sisinya saat itu.
Gelandang asal Kroasia itu mengaku masih mengingat dengan jelas ajakan dari sang megabintang Portugal pada tahun 2019. Ia tentu saja merasa sangat terhormat dengan ajakan langsung tersebut.
"Memang benar pada tahun 2019 Cristiano Ronaldo menelepon saya dan berkata: 'Ayo bergabung dengan kami di Juventus'," ungkap Ivan Rakitic kepada Gazzetta.
Penyesalan Terbesar dalam Karier
Mendapat telepon langsung dari Ronaldo, Rakitic tak menampik bahwa ia sangat tertarik dengan tawaran tersebut. Apalagi, bermain di kompetisi Serie A Italia merupakan salah satu impian terpendamnya.
Sayangnya, transfer tersebut tidak pernah terwujud hingga akhir kariernya. Rakitic pun secara jujur dan terbuka menyebut hal ini sebagai salah satu penyesalan terbesarnya.
Ia diketahui memiliki kekaguman yang sangat besar terhadap kultur sepak bola dan gaya hidup di Italia. Ia bahkan mengaku sebagai penggemar berat dari mantan pelatihnya di Hajduk Split, Gennaro Gattuso.
"Sejujurnya, saya akan sangat senang bermain di Italia. Itu adalah salah satu penyesalan dalam karier saya," lanjutnya.
Alasan di Balik Kegagalan Transfer
Lebih lanjut, Rakitic kemudian menjelaskan mengapa kepindahannya ke Turin pada akhirnya batal terjadi. Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi penghalang terbesar dari transfer akbar tersebut.
Faktor pertama yang disebutkannya adalah banderol transfer yang dinilai terlalu tinggi oleh pihak Juventus. Selain itu, statusnya sebagai pemain penting di skuad Barcelona juga menjadi pertimbangan lain.
Kegagalan transfer ini membuatnya harus melanjutkan kariernya di Spanyol. Ia pada akhirnya kembali memperkuat Sevilla sebelum memutuskan pensiun di klub masa kecilnya, Hajduk Split.
"Sebagian karena itu dan sebagian karena saya masih berada di Barcelona," jelas Rakitic mengenai alasan kegagalan transfernya.
Sebuah Perjalanan Karier yang Tetap Indah
Meskipun menyimpan satu penyesalan besar, Ivan Rakitic tetap merasa sangat bersyukur dengan perjalanan kariernya. Ia tanpa ragu menganggap dirinya sebagai salah satu orang yang sangat beruntung di dunia.
Bagaimana tidak, ia pernah menjadi bagian penting dari salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola, Barcelona. Ia bahkan sukses mencetak gol ke gawang Juventus di partai final Liga Champions 2015.
Setelah meraih segalanya di Barcelona, ia bisa kembali ke klub yang membesarkan namanya, Sevilla. Perjalanan kariernya pun berakhir dengan sangat manis di klub masa kecilnya, Hajduk Split.
"Saya adalah orang yang beruntung. Itu akan menjadi hal yang menarik , tetapi jalan karier saya ini pun sudah indah," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Al Najma vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo 1 Gol & 1 Assist, Al Alami ke Pucuk Klasemen
Asia 26 Februari 2026, 04:34
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
LATEST UPDATE
-
No Mbappe No Worry! Ada Vinicius yang Siap Selamatkan Real Madrid!
Liga Champions 26 Februari 2026, 11:15
-
Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Otomotif 26 Februari 2026, 10:55
-
Real Madrid Memang Kureng Saat Lawan Benfica, Tapi yang Penting Menang!
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:41
-
Tundukkan Benfica, Real Madrid Tinggalkan Santiago Bernabeu dengan Perasaan Positif
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:33
-
Kalah Dramatis, Juventus Merana: Andai Tidak Teledor di Leg Pertama!
Liga Italia 26 Februari 2026, 09:55
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Otomotif 26 Februari 2026, 09:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58








