Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil

Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil
Perebutan bola antara winger Juventus, Francisco Conceicao dengan gelandang AC Milan, Luka Modric. (c) Alessio Morgese/LaPresse via AP

Bola.net - Juventus dan AC Milan gagal mengamankan tiket Liga Champions setelah tampil inkonsisten sepanjang musim Serie A. Statistik memperlihatkan dua raksasa Italia itu kehilangan terlalu banyak poin saat menghadapi tim di luar enam besar klasemen.

Masalah tersebut menjadi pembeda utama dalam perebutan posisi empat besar Serie A. Di saat rival lain tampil stabil melawan klub papan bawah, Juventus dan Milan justru kerap terpeleset dalam laga yang di atas kertas lebih mudah.

Ironisnya, Milan justru tampil cukup baik ketika menghadapi sesama tim besar Serie A. Namun, hasil buruk melawan klub kecil membuat Rossoneri kehilangan momentum pada pekan-pekan krusial musim ini.

Juventus mengalami pola yang hampir sama sepanjang kompetisi berjalan. Klub asal Turin itu gagal menjaga konsistensi saat menghadapi lawan yang berada di papan bawah klasemen.

Juventus Kehilangan Banyak Poin Penting

Juventus Kehilangan Banyak Poin Penting

Pemain Juventus Gleison Bremer (kanan) berebut bola dengan pemain Hellas Verona Kieron Bowie pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Verona di Turin, Italia, Minggu, 3 Mei 2026 (c) Tano Pecoraro/LaPresse via AP

Catatan Juventus melawan tim di luar enam besar sebenarnya masih lebih baik dibanding Milan. Bianconeri mengumpulkan 57 poin dari kemungkinan maksimal 84 poin sepanjang musim.

Meski demikian, jumlah poin yang hilang tetap terlalu besar untuk ukuran klub yang memburu Liga Champions. Juventus bahkan dua kali bermain imbang melawan Hellas Verona yang akhirnya terdegradasi.

Masalah Juventus juga terlihat ketika menghadapi rival kuat di Serie A. Mereka kalah dari Como dalam dua pertemuan, lalu takluk dari Napoli dan Inter Milan masing-masing satu kali.

Hasil tersebut membuat Juventus kehilangan banyak poin penting dalam persaingan papan atas. Konsistensi yang buruk akhirnya menjadi faktor utama kegagalan mereka finis di zona Liga Champions.

AC Milan Lebih Parah saat Hadapi Tim Kecil

AC Milan Lebih Parah saat Hadapi Tim Kecil

Pemain Parma, Mateo Pellegrino, diadang oleh dua pemain AC Milan, Strahinja Pavlovic dan Adrien Rabiot, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) malam WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Milan mengalami situasi yang lebih mengkhawatirkan sepanjang musim Serie A. Mereka hanya meraih 51 poin dari kemungkinan 84 poin melawan tim di luar enam besar.

Rossoneri membuang total 33 poin potensial dalam pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan. Kondisi itu membuat posisi mereka perlahan melemah menjelang akhir musim.

Milan sebenarnya sempat bertahan di zona empat besar sejak pekan keempat kompetisi berjalan. Akan tetapi, harapan itu runtuh pada pekan terakhir setelah kalah 1-2 dari Cagliari di San Siro.

Kekalahan kandang juga datang saat menghadapi Cremonese, Parma, Udinese, dan Atalanta. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Milan gagal memaksimalkan laga kandang melawan lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka.

Menariknya, performa Milan melawan tim enam besar justru cukup impresif musim ini. Mereka meraih 19 poin dari 30 poin yang tersedia dan hanya kalah sekali saat bertandang ke markas Napoli pada April lalu.

Perbedaan performa itu memperlihatkan akar persoalan Milan dan Juventus musim ini. Kegagalan meraih kemenangan dalam laga-laga yang dianggap mudah akhirnya menjadi hukuman mahal bagi dua klub besar Serie A tersebut.

Sumber: Football Italia

Klasemen