Masalah Juventus: Miralem Pjanic Kelelahan dan Nampak Selembut Mozzarella
Asad Arifin | 11 Februari 2020 08:23
Bola.net - Mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, mengomentari performa gelandang Miralem Pjanic. Pemain asal Bosnia tersebut dinilai kekalahan dan nampak selembut keju mozzarella.
Miralem Pjanic memulai karirnya di Italia saat dibeli AS Roma dari Lyon pada musim 2011/2012 lalu. Saat itu, Roma harus menebusnya dengan harga 11 juta euro.
Bersama Roma, Pjanic tampil begitu bagus dan menjadi pemain kunci. Banyak klub yang tertarik memakai jasanya. Namun, Pjanic memilih pindah ke Juventus pada 2016. Juventus harus membayar 32 juta euro.
Performa Pjanic terus menanjak bersama Juventus. Dia mampu menutup lubang yang ditinggalkan Andrea Pirlo di lini tengah Juventus. Pjanic ikut memberikan tiga gelar scudetto kepada Si Nyonya Tua.
Masalah di Lini Tengah Juventus
Juventus kini tengah berada dalam performa yang tidak cukup bagus. Dalam tiga laga terakhir, Juventus dua kali menelan kekalahan di Serie A. Juventus pun kehilangan posisi puncak klasemen.
Banyak kalangan menyoroti kinerja lini tengah Juventus. Sebab, pelatih Maurizio Sarri selalu mengubah susunan pemain di lini itu. Cobolli Gigli pun tidak menampik bahwa ada permasalahan di lini tengah.
"Masalah di lini tengah adalah tentang psikologis," ucap Cobolli Gigli dikutip dari Fottball Italia.
"Miralem Pjanic sepertinya selembut mozzarella. Dia nampak kelelahan, dan mungkin butuh waktu istirahat. Masalah di lini tengah harus segera dirampungkan," sambung Cobolli Gigli.
Miralem Pjanic menjadi pemain yang sangat penting di era Maurizio Sarri. Dari 23 laga yang sudah dimainkan Juventus di Serie A, pemain berusia 29 tahun sudah memainkan 21 laga dengan 20 kali sebagai pemain inti.
Juventus Bosan Juara?
Cobolli Gigli meyakini bahwa masalah yang dihadapi Juventus bukan soal mental. Paulo Dybala dan kolega masih punya ambisi besar, walau sudah meraih gelar Serie A beruntun untuk waktu yang lama. Para petinggi Juventus juga masih punya ambisi yang sama besarnya.
"Mempercayai pemain bosan menjadi juara nampak agak dramatis jika melihat investasi besar yang dilakukan," kata Cobolli Gigli.
"Keluarga Agnelli sudah melakukan transaksi yang beresiko, tetapi mereka adil. Andrea Agnelli adalah seorang motivator yang handal, mungkin dia satu-satunya yang bisa menyesaikan masalah ini karena dia akan selalu didengar," tutup Cobolli Gigli.
Sumber: Football Italia
Baca Ini Juga:
Belum Selesai, Inter Milan akan Datangkan Satu Pemain Lagi
Laga Inter vs AC Milan Diklaim Sebagai Salah Satu Derby Terindah dalam Sejarah
Cedera Kambuh, Douglas Costa tak Ikut Juventus Hadapi AC Milan
Lukaku Catatkan 20 Gol Bagi Inter Lebih Cepat Ketimbang Ronaldo
Ashley Young Girang Menangi Derby Milan Pertamanya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
Liga Italia 18 Juli 2026, 18:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
-
Bek AC Milan Ini Segera Tinggalkan San Siro untuk Main di Inggris!
Liga Italia 17 Juli 2026, 08:00
-
Resmi! Juventus Daratkan Bintang Timnas Turki ini ke Turin!
Liga Italia 17 Juli 2026, 05:21
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














