'Maurizio Sarri Bunuh Diri di Juventus'
Yaumil Azis | 11 Oktober 2020 00:05
Bola.net - Sebenarnya, Arrigo Sacchi sejak awal tidak sepakat dengan keputusan Maurizio Sarri bergabung dengan Juventus pada musim panas lalu. Menurut mantan pelatih AC Milan tersebut, itu adalah langkah bunuh diri.
Sebagaimana yang diketahui, Sarri memutuskan bergabung dengan Juventus usai melewati satu musim bersama klub raksasa Inggris, Chelsea. Sebelum hengkang, Sarri sempat mempersembahkan trofi Liga Europa.
Sayang, kebersamaan Sarri dengan Juventus tidak bertahan lama. Sepanjang musim 2019/20 kemarin, ia terus dirundung dengan rumor pemecatan. Namun manajemen klub berulang kali menampik kabar tersebut.
Pencapaian Sarri di Juventus sebenarnya tidak begitu buruk. Ia berhasil mempersembahkan trofi Serie A. Tetapi kekalahan atas Olympique Lyon di ajang Liga Champions membuat klub langsung melayangkan surat pemecatan kepada dirinya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Langkah Bunuh Diri
Ternyata, sejak awal, langkah Sarri tidak mendapatkan restu dari Sacchi. Ia mengaku pernah berbicara dengan eks nahkoda Napoli itu dan berkata kalau keputusan pindah ke Juventus adalah langkah bunuh diri.
"Saya memberitahunya lagnsung bahwa ini adalah langkah bunuh diri, sebab tidak mungkin pemain-pemain tersebut bisa cocok dengan gaya permainannya," ujar Sacchi seperti yang dikutip dari Football Italia.
"Dia juga tidak beruntung karena mengalami pneumonia di pramusim, yang semakin membatasi kemampuannya untuk mengasah taktiknya di masa pekan-pekan latihan intensif," lanjutnya
Tentang Atalanta yang sedang Naik Daun
Dalam kesempatan itu juga, Sacchi berbicara soal Atalanta yang sedang naik daun belakangan ini. Klub besutan Gian Piero Gasperini tersebut membuat kejutan di musim lalu dengan mencapai babak perempat final.
Sekarang, mereka kembali berpartisipasi di Liga Champions setelah berhasil menempati peringkat tiga di klasemen akhir Serie A musim lalu. Mereka tergabung di Grup D bersama Liverpool, Ajax Amsterdam, dan Midtjylland.
"Saya memberitahu Gian Piero Gasperini bahwa hanya ada dua hal yang mengganggunya: Komitmen di Liga Champions yang akan membuatnya kehilangan poin dan potensi arogansi," tambahnya.
"Atalanta harus melanjutkan apa yang mereka telah lakukan sejauh ini. Memenangkan Scudetto di Bergamo akan menjadi sebuah keajaiban, meski dengan semua yang telah mereka lakukan," pungkasnya.
(Football Italia)
Baca Juga:
Krisis Moneter di Serie A: Juventus dan Inter Buntung, AC Milan Merugi Hingga Rp1,5 Triliun
Leonardo Bonucci, Pemain Italia dengan Gaji Tertinggi di Serie A
Sebelum Gabung Manchester United, Cavani Tolak Juventus dan Real Madrid
Barcelona Jumpa Juventus di Liga Champions, Ronald Koeman: Kami Punya Miralem Pjanic
Seedorf Yakin Cristiano Ronaldo Bisa Samai Rekornya di Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
Liga Italia 18 Juli 2026, 18:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
-
Bek AC Milan Ini Segera Tinggalkan San Siro untuk Main di Inggris!
Liga Italia 17 Juli 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













