Modric, Ancelotti, dan Milan: Cerita tentang Pilihan Hati sang Maestro Kroasia
Gia Yuda Pradana | 6 Agustus 2025 14:31
Bola.net - Luka Modric resmi menjadi bagian dari AC Milan usai meninggalkan Real Madrid pada akhir musim panas ini. Ia sempat bermain di Piala Dunia Antarklub sebelum akhirnya menjalani tes medis dan meneken kontrak bersama Rossoneri.
Kedatangannya disambut antusias oleh fans Milan. Modric mengaku dirinya merasa beruntung bisa bergabung dengan klub sebesar Milan dan siap memberi kontribusi maksimal.
Di balik keputusannya itu, Modric sempat berdiskusi dengan Carlo Ancelotti, mantan pelatihnya di Madrid yang kini membesut Timnas Brasil. Namun, keputusan final untuk pindah ke Milan adalah pilihan hati yang sudah bulat sejak awal.
Obrolan dengan Ancelotti

Modric menilai Ancelotti sebagai sosok yang tepat untuk diajak bicara soal Milan. Pelatih asal Italia itu pernah membawa Rossoneri meraih sejumlah gelar selama periode 2001 hingga 2009, termasuk satu Scudetto Serie A dan dua titel Liga Champions.
“Kami berbicara tentang klub secara umum, orang-orang di San Siro, dan bahwa ini adalah klub yang sangat menuntut seperti Real Madrid, ada banyak tekanan,” ungkap Modric dalam perkenalannya di Casa Milan, dikutip Sempre Milan.
Namun, Modric menegaskan bahwa Ancelotti tak membujuknya bergabung ke Milan. "Dia tidak meyakinkan saya untuk menandatangani kontrak dengan Milan; saya sudah tahu saya ingin melakukannya," tegas sang maestro.
Harapan usai Musim Buruk

Milan hanya finis di peringkat kedelapan Serie A musim lalu, hasil yang jauh dari ekspektasi klub. Modric sadar bahwa tantangan ke depan tidak mudah dan perlu kerja keras.
“Saya memiliki perasaan positif. Jelas bahwa musim lalu tidak berjalan baik; tim finis di urutan kedelapan,” katanya.
Menurutnya, Milan harus belajar dari pengalaman itu untuk menjadi lebih baik.
Kenangan di Bernabeu

Modric masih ingat penampilan Milan saat bertemu Madrid di Bernabeu, yang menurutnya menunjukkan potensi besar tim. Ia heran mengapa Milan tak selalu tampil setangguh itu.
“Jika Milan bisa bermain seperti saat melawan kami di Bernabeu – saya tidak tahu apa masalahnya, mengapa mereka tidak selalu bermain seperti itu – maka levelnya sangat tinggi. Kami harus bekerja agar tetap seperti itu,” ucapnya.
Milan atau Modric yang Beruntung?

Kompatriotnya, Ivan Rakitic, menyambut hangat kepindahan Modric ke Milan. Ia bahkan mengatakan kalau Milan sangat beruntung memiliki Modric dalam tim.
“Ivan dan saya adalah teman baik, kami memiliki hubungan yang hebat. Dia menulis pesan yang indah dan saya sangat senang karenanya,” ujar Modric.
Ia merasa justru dirinya yang beruntung bisa berseragam Milan. “Saya yang beruntung menjadi bagian dari klub besar ini dan saya sama sekali tidak menganggapnya remeh,” imbuhnya.
Siap Jadi Panutan

Sebagai pemain senior, Modric sadar dirinya akan jadi panutan di ruang ganti Milan. Ia pun siap mengambil tanggung jawab tersebut dengan sikap profesional seperti biasa.
“Rasanya luar biasa punya kesempatan membantu tim, tapi saya ulangi, individu tidak bisa melakukan apa pun sendirian,” ujar Modric.
Menurut Modric, kerja sama tim di atas segalanya. “Anda tidak bisa membuat perbedaan sendirian; Anda harus menciptakan tim di mana individu bisa tampil maksimal. Saya di sini untuk memberikan segalanya, seperti sepanjang karier saya,” tegasnya.
Sumber: Sempre Milan
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Luka Modric: Sosok Rendah Hati, Sederhana, Hanya Orang Biasa yang Mencintai Sepak Bola
Dari Final Liga Champions 2017 ke Milan: Luka Modric dan Allegri Bertemu Kembali, tapi Kali Ini di Tim yang Sama
AC Milan: Allegri, Modric, dan Pola Lama Bahwa Sepak Bola itu sederhana asal Dimainkan dengan Benar
Luka Modric: Pemain Elite dan Bukti Nyata Bahwa Kelas Sejati Tak Lekang oleh Waktu
MU vs Fiorentina, Gabriel Batistuta, dan Transfer yang Tak Pernah Terwujud
Kilas Balik Aksi Gabriel Batistuta di MU vs Fiorentina Liga Champions 1999/00
MU vs Fiorentina: Panggung Emosional De Gea di Old Trafford, Stadion Saksi Perjuangannya Selama 12 Tahun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis de la Fuente Sebut Mikel Oyarzabal Layak Dapat Pengakuan Lebih
Piala Dunia 26 Juni 2026, 15:15
-
Belanda Lolos sebagai Juara Grup, Ronald Koeman Tetap Tak Puas
Piala Dunia 26 Juni 2026, 14:15
-
Julian Nagelsmann Bela Pemain Jerman usai Tumbang dari Ekuador
Piala Dunia 26 Juni 2026, 13:43
LATEST UPDATE
-
Login! Manchester United Ramaikan Perburuan Julian Alvarez
Liga Inggris 26 Juni 2026, 22:30
-
Elliot Anderson Selangkah Lebih Dekat Jadi Pemain Manchester City
Liga Inggris 26 Juni 2026, 22:14
-
Here We Go! Real Madrid Jual Lagi Nico Paz ke Como, Cuan 600%
Liga Spanyol 26 Juni 2026, 22:00
-
Bomber PSG Ini Selangkah Lagi Gabung Juventus
Piala Dunia 26 Juni 2026, 20:00
-
Inikah Pembelian Pertama Ruben Amorim di AC Milan?
Liga Italia 26 Juni 2026, 19:00
-
Kabar Gembira MU! Aurelien Tchouameni Buka Kans Pindah ke Old Trafford!
Liga Inggris 26 Juni 2026, 18:30
-
Jose Mourinho Sebut Satu Laga yang Ingin Diulang Sepanjang Kariernya
Liga Spanyol 26 Juni 2026, 16:45
-
Neymar Beberkan Isi Komunikasinya dengan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 26 Juni 2026, 16:15
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Yordania vs Argentina 28 Juni 2026
Piala Dunia 26 Juni 2026, 15:58
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41









