Moratti Gali Memori Kejayaan Inter Era Mourinho
Editor Bolanet | 23 April 2014 16:34
- Di bawah kendali Jose Mourinho, menjadi klub Italia pertama yang sanggup meraih treble Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions pada musim 2009/10 silam. Itu bukan prestasi yang mudah diemulasi, bahkan hingga sekarang.
Massimo Moratti, eks Presiden Inter yang kini menjabat Presiden Kehormatan pascapembelian Nerazzurri oleh Erick Thohir, mengaku tak bisa melupakan kejayaan mereka bersama The Special One. Moratti bahkan mengatakan kalau dia sering berangan-angan bisa membawa pria Portugal itu kembali ke Giuseppe Meazza.
Saya sering berpikir bahwa kami lebih baik mendatangkan Jose lagi saja daripada membeli banyak pemain baru, kata Moratti kepada Tele Lombardia.
Musim 2009/10 adalah musim kedua Mourinho menangani Inter sejak hijrah dari . Sayangnya, itu juga musim terakhir Mourinho menangani Javier Zanetti dan kawan-kawan.
Setelah mengantarkan Inter ke era kejayaannya, Mourinho meninggalkan Giuseppe Meazza dan melanjutkan petualangannya ke Spanyol bersama Real Madrid. Tiga musim di Santiago Bernabeu, Mourinho hijrah lagi dan sekarang berada di Stamford Bridge untuk menukangi Chelsea.
Inter sendiri selepas berakhirnya era Mourinho sudah berulang kali ganti pelatih. Namun, belum ada yang sanggup menyamai prestasinya. Dari Rafael Benitez, Leonardo, Gian Piero Gasperini, Claudio Ranieri hingga Andrea Stramaccioni, tak ada yang sanggup menghadirkan kejayaan serupa.
Sekarang, Inter ditangani Walter Mazzarri. Menurut Moratti, eks arsitek Napoli itu adalah pelatih bagus. Namun, Moratti masih berharap Mourinho bisa kembali ke Giuseppe Meazza suatu hari nanti.
Saya percaya dia bakal kembali ke Inter, tapi bukan sekarang atau dalam waktu dekat. Mungkin setelah Walter Mazzarri, yang juga tak kalah bagusnya, ujar Moratti.
Dalam wawancara dengan Tele Lombardia itu, Moratti juga mengungkapkan sejumlah hal lain, termasuk tentang latar belakang penunjukan Mourinho, proses kepindahannya ke Madrid, bagaimana kehidupan The Special One di ibu kota Spanyol, juga mengenai seorang pemain legendaris Inter yang bernama Alvaro Recoba.
Simak ulasannya di halaman-halaman berikut. (tl/gia)
Massimo Moratti, eks Presiden Inter yang kini menjabat Presiden Kehormatan pascapembelian Nerazzurri oleh Erick Thohir, mengaku tak bisa melupakan kejayaan mereka bersama The Special One. Moratti bahkan mengatakan kalau dia sering berangan-angan bisa membawa pria Portugal itu kembali ke Giuseppe Meazza.
Saya sering berpikir bahwa kami lebih baik mendatangkan Jose lagi saja daripada membeli banyak pemain baru, kata Moratti kepada Tele Lombardia.
Musim 2009/10 adalah musim kedua Mourinho menangani Inter sejak hijrah dari . Sayangnya, itu juga musim terakhir Mourinho menangani Javier Zanetti dan kawan-kawan.
Setelah mengantarkan Inter ke era kejayaannya, Mourinho meninggalkan Giuseppe Meazza dan melanjutkan petualangannya ke Spanyol bersama Real Madrid. Tiga musim di Santiago Bernabeu, Mourinho hijrah lagi dan sekarang berada di Stamford Bridge untuk menukangi Chelsea.
Inter sendiri selepas berakhirnya era Mourinho sudah berulang kali ganti pelatih. Namun, belum ada yang sanggup menyamai prestasinya. Dari Rafael Benitez, Leonardo, Gian Piero Gasperini, Claudio Ranieri hingga Andrea Stramaccioni, tak ada yang sanggup menghadirkan kejayaan serupa.
Sekarang, Inter ditangani Walter Mazzarri. Menurut Moratti, eks arsitek Napoli itu adalah pelatih bagus. Namun, Moratti masih berharap Mourinho bisa kembali ke Giuseppe Meazza suatu hari nanti.
Saya percaya dia bakal kembali ke Inter, tapi bukan sekarang atau dalam waktu dekat. Mungkin setelah Walter Mazzarri, yang juga tak kalah bagusnya, ujar Moratti.
Dalam wawancara dengan Tele Lombardia itu, Moratti juga mengungkapkan sejumlah hal lain, termasuk tentang latar belakang penunjukan Mourinho, proses kepindahannya ke Madrid, bagaimana kehidupan The Special One di ibu kota Spanyol, juga mengenai seorang pemain legendaris Inter yang bernama Alvaro Recoba.
Simak ulasannya di halaman-halaman berikut. (tl/gia)
1 dari 5 halaman
Roberto Mancini Sebelum Mourinho

Namun, meski merajai Serie A, kegagalan Inter lolos dari fase knockout Liga Champions musim 2007/08 setelah disingkirkan Liverpool dengan agregat 0-3 seolah menjadi titik awal berakhirnya era Mancini di Giuseppe Meazza.
Musim belum selesai, rumor dia bakal dipecat dan digantikan oleh Mourinho sudah beredar kencang dan itu lantas menjadi kenyataan.
Tak mudah memberitahu Mancini bahwa kami sudah menunjuk pelatih lain untuk menggantikannya, padahal tim sedang merayakan Scudetto.
Mourinho membuktikan profesionalismenya. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami harus menunggu urusan dengan Mancini selesai terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh. Dia berjanji akan memprioritaskan Inter semata, tanpa berbicara dengan klub-klub lain yang juga meminatinya. Dia menepati janji itu.
2 dari 5 halaman
Mourinho Menuju Madrid

Kami lalu menunjuk Rafael Benitez untuk jadi suksesornya, yang hanya bertahan selama enam bulan sebelum digantikan oleh Leonardo.
Saya rasa, bagi Mourinho, itu adalah cara terbaik untuk pergi, yaitu saat berada di puncak tertinggi.
Musim itu, kami menjuarai Supercoppa Italiana dan Piala Dunia Antarklub (bersama Benitez) serta Coppa Italia (bersama Leonardo). Andai Leonardo datang lebih cepat (tanpa harus ada penunjukan Benitez), mungkin kami juga bisa memenangi Serie A.
3 dari 5 halaman
Ketidakbahagiaan Mourinho di Madrid

Selama itu, dia sangat akrab dengan kontroversi maupun kritikan, baik dari luar maupun internal Madrid sendiri. Dua hal yang mungkin diingat banyak orang adalah insiden 'colok mata' terhadap Tito Vilanova serta keputusannya mencadangkan Iker Casillas.
Jose tidak menemukan kebahagiaan di Real Madrid. Namun, dia kini di Chelsea, klub yang dicintai juga mencintainya.
4 dari 5 halaman
Inter Mirip Recoba

Alvaro Recoba hampir setipe dengan Inter, selalu sanggup menghadirkan kejutan.
Ada kalanya dia terlihat malas, tapi di lain waktu dia sanggup melakukan sesuatu yang belum pernah kita saksikan sebelumnya.
5 dari 5 halaman
Artikel Menarik Lainnya

Klik Juga:
EDITORIAL: Sumpah Setia Serigala-serigala Roma Pada Rudi Garcia
EDITORIAL: Chelsea Kuat, Dengan Costa Mereka Sempurna
EDITORIAL: Bernardeschi, Pemuda Yang 'Sisihkan' Totti
Final-final Liga Champions di Milenium Anyar
Meneror Pertahanan Lawan Ala Gareth Bale
Komparasi Mesin Gol Semifinalis UCL 2013/14
Barisan Wasit Piala Dunia 2014
Penembak Jitu 5 Liga Top Eropa 2013/14
5 Pilar Pertahanan Terkuat Serie A 2013/14
Jersey Jawara Serie A Milenium Kedua
Nomor 10 Superior Dalam Sejarah Calcio
Duo Attaccante Maut Serie A Satu Dekade
Capocannoniere Serie A Periode 2003-2013
Banjir Gol Dalam Sejarah Serie A
Serba Pertama di Piala Dunia
Danielle Sharp, Fans Seksi Manchester United
Catalina Otalvaro, si Seksi Pendukung Kolombia
Fernanda Lima 'Jadi' Relawan Piala Dunia 2014
Karen Herrera, Suporter Jelita Kosta Rika
Marika Fruscio, Tifosi Fanatik Napoli Paling Hot
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
5 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Modric Masuk Daftar!
Piala Dunia 6 Juni 2026, 20:50
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Federico Chiesa Buka Peluang Tinggalkan Liverpool
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:25
-
Transfer Ederson ke Manchester United 100 Persen Selesai
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:02
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














