Mourinho Cerita Soal Kejamnya Industri Sepak Bola: Kami Dibayar untuk Menang, Titik
Yaumil Azis | 6 April 2022 12:31
Bola.net - Sepak bola ternyata tidak semenyenangkan yang terlihat. Pelatih AS Roma, Jose Mourinho, menjelaskan soal kejamnya industri di balik olahraga populer tersebut.
Selama ini, sepak bola dikenal sebagai industri olahraga dengan perputaran uang yang besar. Terlebih setelah dimasuki oleh banyak pengusaha kaya yang membuat nilai pemain jadi melambung tinggi.
Jose Mourinho adalah saksi kemegahan industri ini, terhitung sejak memulai kariernya sebagai pemain pada tahun 1980 lalu bersama klub Portugal, Rio Ave. Namanya sendiri baru meledak ketika menjalani karier sebagai pelatih.
Sudah 22 tahun Mourinho menjalani profesinya sebagai pelatih. Ia pernah memperkuat banyak klub papan atas Eropa seperti Chelea, Real Madrid, Inter Milan, hingga Manchester United yang membuatnya sadar akan kejamnya sepak bola.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Dibayar untuk Menang
Tuntutan dalam dunia sepak bola begitu tinggi. Menang adalah harga mati. Selain dari itu akan mengancam karier semua yang terlibat di dalamnya, utamanya pelatih dan pemain.
"Kami dibayar untuk menang. Atlet, bukan pria, dibayar untuk menang. Ini soal performa tingkat tinggi, dan terkadang ada keputusan dari manajemen sebuah tim yang kejam, tidak ada waktu untuk membiarkan mereka jadi dewasa, bertumbuh..."
"Anda membayar kesalahan. Jika saya melakukan kesalahan, saya akan membayarnya dengan pemecaan. Jika satu pemain melakukan kesalahan, dia membayarnya dengan tidak bermain karena digantikan orang lain."
"Begitulah kekejamannya, tapi kami tidak bisa membiarkan sifat pekerjaan kami tumpang tindih dengan kami sebagai manusia," kata Mourinho kepada Kardinal Jose Tolentino de Mendonca, seperti yang dilaporkan L'Osservatore Romano.
Talenta yang Tersia-siakan
Karena tuntutan tinggi itu, tidak jarang karier pesepakbola mati di usia muda. Beberapa dari mereka punya potensi, tapi harus terdepak dari klub impian dan kini bermain pada level yang lebih rendah. Cuma karena mereka gagal mempersembahkan kemenangan.
Sekarang Mourinho tahu kejamnya industri sepak bola dan kini mendedikasikan dirinya untuk membantu para pemain muda berkembang. Satu hal yang tak bisa ia terima adalah melihat bakat pemain muda tersia-siakan.
"Saya mencoba membantu yang lain dan membuat diri saya sendiri menjadi lebih baik. Satu hal yang sulit saya terima adalah talenta yang tersia-siakan, setelah 30 tahun di dunia sepak bola, saya masih sulit menerima itu."
"Walau terkadang, talenta yang tersia-siakan terhubung dengan jalur hidup yang dimiliki beberapa pemain, dan dalam hal itu kami harus mencoba menjadi seorang pemandu," kata Mourinho lagi.
"Ada hal yang soal olahraga performa tinggi, khususnya sepak bola, yang merupakan olahraga paling maju dalam semua tingkatan," pungkasnya.
(L'Osservatore Romano via Football Italia)
Baca juga:
- Jose Mourinho Sudah Berubah: Kini Saya Tak Lagi Berusaha Menang Demi Diri Sendiri
- Duhh, Sakit! Momen Kepala Jose Mourinho Terbentur Bangku Cadangan
- Perombakan Besar! Hanya 7 Pemain AS Roma yang Sesuai Standar Jose Mourinho, Siapa Saja?
- Fans Berat! Collab Bareng AS Roma, Fabio Diggia Pakai Helm Baru Jelang MotoGP Argentina
- Jose Mourinho Bakal Kembali Coba Boyong Granit Xhaka dari Arsenal ke AS Roma
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Tunda Perekrutan Pemain Besar Hingga Musim Panas
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:49
-
AS Roma Pastikan Batal Rekrut Joshua Zirkzee dari MU
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
LATEST UPDATE
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
Liga Italia 21 Januari 2026, 08:48
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







