Musim Perdana Cristian Chivu di Inter Milan: Perkasa di Serie A, Terpuruk di Liga Champions

Aga Deta | 27 Februari 2026 11:14
Musim Perdana Cristian Chivu di Inter Milan: Perkasa di Serie A, Terpuruk di Liga Champions
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu duduk di bangku cadangan saat laga Coppa Italia/Piala Italia antara Inter vs Torino di Monza, Italia, Rabu, 4 Februari 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Bola.net - Cristian Chivu menjalani musim perdana yang penuh dinamika bersama Inter Milan. Di bawah arahannya, klub menunjukkan dua wajah berbeda antara kompetisi domestik dan Eropa.

Menurut laporan Corriere della Sera via FCInter1908, performa Inter di Serie A sangat impresif. Namun situasi berbeda justru terjadi saat mereka tampil di Liga Champions.

Advertisement

Pelatih berusia 45 tahun itu sukses membawa Nerazzurri mendekati gelar Serie A ke-21. Dengan 12 laga tersisa, Inter unggul 10 poin atas peringkat kedua AC Milan.

Keunggulan tersebut membuat peluang Inter meraih Scudetto sangat besar. Meski begitu, kegagalan di Eropa menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan musim ini.

1 dari 4 halaman

Performa Gemilang di Serie A

Performa Gemilang di Serie A

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Chivu hampir memastikan Inter Milan meraih Scudetto pada musim pertamanya. Keunggulan 10 poin dari AC Milan menjadi modal kuat menuju tangga juara.

Dari 26 pertandingan liga, Inter hanya menelan empat kekalahan. Konsistensi tersebut menjadikan mereka tim paling stabil di Serie A musim ini.

Dengan 12 pertandingan tersisa, peluang mempertahankan posisi puncak sangat terbuka. Statistik domestik menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan Chivu.

2 dari 4 halaman

Tersandung di Liga Champions

Tersandung di Liga Champions

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) AP Photo/Martin Meissner

Berbanding terbalik dengan Serie A, Inter justru gagal bersinar di Liga Champions. Juara Norwegia Bodo/Glimt menyingkirkan mereka di babak playoff dengan agregat 5-2.

Kekalahan tersebut membuat Inter absen di babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak musim 2020/21. Catatan ini menjadi pukulan bagi reputasi Eropa mereka.

Secara statistik, Chivu kalah lima kali dari sepuluh pertandingan Eropa pertamanya bersama Inter. Angka itu kontras dengan performa solid di kompetisi domestik.

3 dari 4 halaman

Fokus ke Kompetisi Domestik

Fokus ke Kompetisi Domestik

Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Setelah tersingkir dari Liga Champions, Inter kini memusatkan perhatian ke kompetisi lokal. Mereka masih bersaing di Serie A dan Coppa Italia.

Di Coppa Italia, Inter telah mencapai babak semifinal. Mereka akan menghadapi Como demi mengamankan tiket ke partai final.

Dengan posisi puncak di Serie A dan peluang di Coppa Italia, Inter bertekad menutup musim dengan trofi domestik. Cristian Chivu kini berupaya menebus kegagalan Eropa melalui prestasi di dalam negeri.

Sumber: Sempre Inter

4 dari 4 halaman

Klasemen Serie A

LATEST UPDATE