Parma, Pemilik Counter Attack Nomor 1 di Eropa
Gia Yuda Pradana | 11 November 2019 13:37
Bola.net - Laju enam laga tak terkalahkan AS Roma di Serie A telah terhenti saat melawat ke markas Parma. Roma tumbang dua gol tanpa balas. Gol kedua yang bersarang di gawang mereka tercipta dari counter attack, salah satu skema andalan Parma.
Parma menekuk Roma 2-0 di Ennio Tardini pada pekan ke-12 Serie A 2019/20, Senin (11/11/2019). Serangan balik Parma kembali memakan korban, dan kali ini korbannya adalah Giallorossi.
Gervinho mengalami cedera dan digantikan Mattia Sprocati di menit 45. Sprocati kemudian membuka keunggulan Parma usai menuntaskan operan Riccardo Gagliolo pada menit 68. Di penghujung laga, sebuah serangan balik yang dikreasi Hernani sukses dituntaskan oleh Andreas Cornelius dengan tembakan kerasnya untuk menegaskan kemenangan tuan rumah.
Parma pun bertengger di peringkat 8 klasemen sementara dengan 17 poin dari 12 laga, sedangkan Roma terlempar dari tiga besar ke posisi enam dengan poin 22.
Parma telah mencetak 18 gol di Serie A musim ini. Dari 18 gol tersebut, 5 gol di antaranya mereka ciptakan lewat skema counter attack atau serangan balik.
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tim-tim lain di 5 liga top Eropa musim ini. Scroll terus ke bawah untuk statistik yang lebih detail.
Gol Serangan Balik di 5 Liga Top Eropa

13 Klub dengan gol serangan balik terbanyak di 5 liga top Eropa musim ini:
- 5 - Parma (Serie A)
- 4 - Cagliari (Serie A)
- 4 - Villarreal (La Liga)
- 3 - Chelsea (Premier League)
- 3 - Tottenham (Premier League)
- 3 - Manchester United (Premier League)
- 3 - Real Sociedad (La Liga)
- 3 - Lazio (Serie A)
- 3 - Amiens (Ligue 1)
- 3 - Wolverhampton (Premier League)
- 3 - Monaco (Ligue 1)
- 3 - Lille (Ligue 1)
- 3 - RB Leipzig (Bundesliga).
Statistik Parma

Statistik Gol Parma di Serie A musim ini:
- Pertandingan: 12
- Total: 18
- Open play: 11
- Counter attack: 5
- Set-piece: 1
- Penalti: 0
- Own goal: 1.
Pencetak 5 gol counter attack Parma
- 2 - Gervinho
- 1 - Andreas Cornelius
- 1 - Dejan Kulusevski
- 1 - Roberto Inglese.
Front Three Parma

Pelatih Roberto D'Aversa menerapkan skema 4-3-3 di Parma. Front three yang dihuni Gervinho, Kulusevski, dan Cornelius/Inglese adalah tumpuan utama untuk serangan balik mereka.
Kuncinya adalah kecepatan. Satu yang paling dikenal dengan kecepatannya adalah Gervinho, eks Roma yang musim ini sudah menjalani musim keduanya berseragam Parma.
Tak kalah penting adalah keseimbangan di lini tengah yang digalang oleh Hernani dan Juraj Kucka. Selain itu, Simone Iacoponi dan kapten Bruno Alves yang sedang cedera merupakan komandan jantung pertahanan, yang bertugas melapis Luigi Sepe di bawah mistar.
Ketika melawan Roma, Iacopioni didampingi Kastriot Dermaku di pos bek sentral. Mereka tampil solid, begitu pula Gagliolo di sektor kiri dan Matteo Darmian di sisi kanan. Sepe pun tampil gemilang dengan menepis enam tembakan tepat sasaran Roma.
Ketika lini belakang menjalankan tugasnya dengan baik, dan lawan mulai dibuat frustrasi serta kehabisan energi, di sinilah keganasan serangan balik Parma terlihat. Cornelius pun menancapkan paku terakhir di peti mati Giallorossi di Ennio Tardini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Berapa Uang yang Didapat Juventus Jika Aston Villa Menebus Douglas Luiz?
Liga Italia 6 Maret 2026, 08:36
-
Prediksi Napoli vs Torino 7 Maret 2026
Liga Italia 5 Maret 2026, 18:51
LATEST UPDATE
-
Prediksi Newcastle vs Man City 8 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:21
-
Prediksi Juventus vs Pisa 8 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 21:10
-
Tempat Menonton Wolves vs Liverpool: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi Wrexham vs Chelsea 8 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 20:14
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Madura United 7 Maret 2026
Bola Indonesia 6 Maret 2026, 19:50
-
Prediksi Mansfield Town vs Arsenal 7 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 19:44













