Preview: Roma vs Empoli, Tunjukkan Taring
Editor Bolanet | 30 Januari 2015 16:14
- AS Roma hanya sanggup meraih hasil seri dalam tiga laga terkini serta tiga laga kandang terakhirnya di Serie A. Menjamu pada giornata 21, Minggu (01/2), sudah saatnya bagi Pasukan Serigala untuk kembali menunjukkan taring mereka.
Roma butuh kemenangan guna memulihkan moral tim dan kepercayaan para tifosi setianya serta menghidupkan lagi harapan untuk bersaing dengan dalam perburuan takhta. Jadi, selain tiga angka, haram hukumnya bagi mereka. Terlebih lagi, Roma punya rekor nyaris tanpa cela setiap kali meladeni Empoli di Olimpico, yakni tak pernah tersentuh kekalahan.
Olimpico memang ibarat benteng bagi Roma. Itu pun tak hanya berlaku melawan Empoli, tapi juga klub-klub lain di ranah Italia. Singkatnya, sulit mengalahkan Roma di kandang mereka.
Empoli sendiri, dalam sembilan kunjungan ke Olimpico di Serie A sebelum ini, hanya bisa imbang sekali dan sisanya (8) berakhir dengan kekalahan. Melihat situasi terkini, besar kemungkinan Empoli akan kembali terluka.
Di Serie A musim ini, Roma masih belum sekali pun menelan kekalahan kandang. Dalam sepuluh laga kandangnya, pasukan Rudi Garcia menang tujuh dan imbang tiga. Sementara itu, anak-anak asuh Maurizio Sarri hanya pernah menang sekali dalam sembilan laga tandangnya.
Roma (42 poin) ingin menjaga asa dalam persaingan dengan Juventus (49 poin) serta memutus streak seri dalam tiga laga terakhirnya. Jadi, kemenangan atas Empoli (19 poin) yang cuma setingkat di atas zona merah pun pasti jadi target mutlak Francesco Totti dan kawan-kawan.
Meski baru saja melepas striker Mattia Destro ke AC Milan, bukan lantas berarti kekuatan Roma tereduksi total. Roma masih punya lebih dari cukup amunisi untuk melumpuhkan Empoli dan mengamankan poin maksimal. Selain Totti (4 gol, 5 assist), ada pula Adem Ljajic (7 gol, 2 assist) dan Miralem Pjanic (3 gol, 4 assist).
Musim ini, Roma dan Empoli sudah bertemu dua kali dan Roma selalu keluar sebagai pemenang. Pertama, Roma menang 1-0 di kandang Empoli (Serie A). Lalu, Roma juga menaklukkan Empoli 2-1 di Olimpico dalam duel babak 16 besar Coppa Italia.
Di atas kertas, meski Empoli menurunkan skuat terbaiknya, termasuk duet ujung tombak Manuel Pucciarelli (3 gol) dan Massimo Maccarone (2 gol) dengan dukungan Riccardo Saponara (1 gol) dari posisi penyerang lubang, tetap sulit bagi mereka untuk mencuri poin di ibu kota. La Maggica, yang tak terkalahkan dalam sepuluh laga terakhirnya di Serie A (M5 S5), diyakini sanggup untuk mengemas tiga angka. (bola/gia)
Roma butuh kemenangan guna memulihkan moral tim dan kepercayaan para tifosi setianya serta menghidupkan lagi harapan untuk bersaing dengan dalam perburuan takhta. Jadi, selain tiga angka, haram hukumnya bagi mereka. Terlebih lagi, Roma punya rekor nyaris tanpa cela setiap kali meladeni Empoli di Olimpico, yakni tak pernah tersentuh kekalahan.
Olimpico memang ibarat benteng bagi Roma. Itu pun tak hanya berlaku melawan Empoli, tapi juga klub-klub lain di ranah Italia. Singkatnya, sulit mengalahkan Roma di kandang mereka.
Empoli sendiri, dalam sembilan kunjungan ke Olimpico di Serie A sebelum ini, hanya bisa imbang sekali dan sisanya (8) berakhir dengan kekalahan. Melihat situasi terkini, besar kemungkinan Empoli akan kembali terluka.
Di Serie A musim ini, Roma masih belum sekali pun menelan kekalahan kandang. Dalam sepuluh laga kandangnya, pasukan Rudi Garcia menang tujuh dan imbang tiga. Sementara itu, anak-anak asuh Maurizio Sarri hanya pernah menang sekali dalam sembilan laga tandangnya.
Roma (42 poin) ingin menjaga asa dalam persaingan dengan Juventus (49 poin) serta memutus streak seri dalam tiga laga terakhirnya. Jadi, kemenangan atas Empoli (19 poin) yang cuma setingkat di atas zona merah pun pasti jadi target mutlak Francesco Totti dan kawan-kawan.
Meski baru saja melepas striker Mattia Destro ke AC Milan, bukan lantas berarti kekuatan Roma tereduksi total. Roma masih punya lebih dari cukup amunisi untuk melumpuhkan Empoli dan mengamankan poin maksimal. Selain Totti (4 gol, 5 assist), ada pula Adem Ljajic (7 gol, 2 assist) dan Miralem Pjanic (3 gol, 4 assist).
Musim ini, Roma dan Empoli sudah bertemu dua kali dan Roma selalu keluar sebagai pemenang. Pertama, Roma menang 1-0 di kandang Empoli (Serie A). Lalu, Roma juga menaklukkan Empoli 2-1 di Olimpico dalam duel babak 16 besar Coppa Italia.
Di atas kertas, meski Empoli menurunkan skuat terbaiknya, termasuk duet ujung tombak Manuel Pucciarelli (3 gol) dan Massimo Maccarone (2 gol) dengan dukungan Riccardo Saponara (1 gol) dari posisi penyerang lubang, tetap sulit bagi mereka untuk mencuri poin di ibu kota. La Maggica, yang tak terkalahkan dalam sepuluh laga terakhirnya di Serie A (M5 S5), diyakini sanggup untuk mengemas tiga angka. (bola/gia)
1 dari 6 halaman
Perkiraan Susunan Pemain

Roma (4-3-3): De Sanctis; Maicon, Yanga-Mbiwa, Manolas, Holebas; Pjanic, Paredes, Nainggolan; Iturbe, Totti, Ljajic.
Empoli (4-3-1-2): Sepe; Hysaj, Rugani, Barba, Mario Rui; Vecino, Valdifiori, Croce; Saponara; Maccarone, Pucciarelli.
2 dari 6 halaman
Data dan Fakta

- Ini akan menjadi pertemuan ke-20 Roma dan Empoli di Serie A.
- Head-to-head total di Serie A, Roma unggul dengan 13 kemenangan, sedangkan Empoli 3 kemenangan.
- Roma tak terkalahkan melawan Empoli di Olimpico (M8 S1).
- Roma tak terkalahkan dalam 10 laga terakhirnya di Serie A (M5 S5).
- Empoli tak pernah menang dalam 8 laga terakhirnya di Serie A (S6 K2).
- Empoli hanya pernah meraih 1 clean sheet dalam semua laga tandangnya di Serie A musim ini.
- Roma selalu meraih hasil imbang dalam 3 laga terakhirnya di Serie A (2-2 vs Lazio, 1-1 vs Palermo, 1-1 vs Fiorentina).
- Roma selalu meraih hasil imbang dalam 3 laga kandang terakhirnya di Serie A (2-2 vs Sassuolo, 0-0 vs Milan, 2-2 vs Lazio).
- Roma selalu mencetak minimal 2 gol dalam 9 dari 10 laga kandang terakhirnya di Serie A.
3 dari 6 halaman
Head to Head
![]()
- 21-01-2015 Roma 2-1 Empoli (Coppa Italia)
- 13-09-2014 Empoli 0-1 Roma (Serie A)
- 22-03-2008 Roma 2-1 Empoli (Serie A)
- 04-11-2007 Empoli 2-2 Roma (Serie A)
- 17-02-2007 Empoli 1-0 Roma (Serie A)
- 01-10-2006 Roma 1-0 Empoli (Serie A).
4 dari 6 halaman
Lima Laga Terakhir

- 06-01-2015 Udinese 0-1 Roma (Serie A)
- 11-01-2015 Roma 2-2 Lazio (Serie A)
- 18-01-2015 Palermo 1-1 Roma (Serie A)
- 21-01-2015 Roma 2-1 Empoli (Coppa Italia)
- 26-01-2015 Fiorentina 1-1 Roma (Serie A).
Empoli (S-K-S-K-K)
- 06-01-2015 Empoli 0-0 Verona (Serie A)
- 11-01-2015 Sampdoria 1-0 Empoli (Serie A)
- 18-01-2015 Empoli 0-0 Inter (Serie A)
- 21-01-2015 Roma 2-1 Empoli (Coppa Italia)
- 27-01-2015 Empoli 1-2 Udinese (Serie A).
5 dari 6 halaman
Komparasi Skuat

- Rata-rata umur skuat: 26,5
- Termuda: 19 (Michele Somma)
- Tertua: 38 (Francesco Totti)
- Pemain di bawah 21 tahun: 8
- Pemain asing: 20
- Pemain non-Eropa: 10.
Top scorer Roma di Serie A 2014/15:
- 7 - Adem Ljajic
- 4 - Francesco Totti
- 3 - Miralem Pjanic.
Top assist Roma di Serie A 2014/15:
- 5 - Francesco Totti
- 4 - Miralem Pjanic
- 3 - Gervinho.
EMPOLI
- Rata-rata umur skuat: 24,3
- Termuda: 19 (Emanuele Rovini)
- Tertua: 38 (Maurizio Pugliesi)
- Pemain di bawah 21 tahun: 10
- Pemain asing: 10
- Pemain non-Eropa: 7.
Top scorer Empoli di Serie A 2014/15:
- 4 - Lorenzo Tonelli
- 3 - Manuel Pucciarelli
- 2 - Massimo Maccarone.
Top assist Empoli di Serie A 2014/15:
- 5 - Massimo Maccarone
- 5 - Mirko Valdifiori
- 2 - Mario Rui.
6 dari 6 halaman
Prediksi

Juan Iturbe dan Adem Ljajic bisa memberi Empoli mimpi buruk dengan sayatan-sayatan dari kedua sisi lapangan. Sementara itu, sang kapten Francesco Totti bakal menjadi salah satu motor serangan dengan segala kelebihannya.
Melihat form serta kualitas lawan, ini seharusnya menjadi laga yang ideal bagi Roma untuk memutus streak negatif mereka sekaligus kembali menghidupkan asa mengejar juara bertahan Juventus di puncak classifica.
Prediksi skor akhir: AS Roma 2-0 Empoli.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sebelum Gabung Juventus, Nick Woltemade Hampir Gabung Barcelona?
Liga Italia 3 September 2026, 22:02
-
Matteo Gabbia Diragukan Tampil Saat AC Milan Hadapi Juventus
Liga Italia 3 September 2026, 11:09
-
Lautaro Martinez Benarkan Minat Barcelona, tetapi Ia Bertahan di Inter Milan
Liga Italia 3 September 2026, 11:03
-
Cesc Fabregas Dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A 2025-26
Liga Italia 3 September 2026, 11:00
-
Prediksi PSG vs Monaco 5 September 2026
Liga Eropa Lain 3 September 2026, 09:51
LATEST UPDATE
-
Jose Mourinho Kecewa: Betis Mencari Imbang, Malah Dapat Jackpot
Liga Spanyol 5 September 2026, 11:00
-
6 Pemain Real Madrid yang Tampil Buruk saat Kalah dari Betis
Liga Spanyol 5 September 2026, 10:51
-
Real Madrid Kalah dari Betis, Mourinho Bingung
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:52
-
5 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 5 September 2026, 08:46
-
Rating Pemain Real Madrid saat Tersungkur di Markas Real Betis: Sebuah Kontradiksi
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:30
-
Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
Liga Inggris 5 September 2026, 08:21
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 08:09
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:07
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 08:05
-
Jadwal BRI Super League 2026/27: Menjelang Pertandingan Persib vs PSM di Vidio
Bola Indonesia 5 September 2026, 07:58
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 07:07
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 07:05
-
Man of the Match Betis vs Madrid: Alvaro Valles
Liga Spanyol 5 September 2026, 06:58
-
Man of the Match Ipswich vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 5 September 2026, 06:51
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

