Roma Dibantai 1-7, Eusebio Di Francesco Menolak Mundur
Editor Bolanet | 31 Januari 2019 08:20
Bola.net - - Kekalahan telak 1-7 atas Fiorentina di babak perempat final Coppa Italia membuat posisi pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, semakin tersudut. Namun, pria berumur 49 tahun tersebut menolak mundur dari jabatannya hanya karena hasil memalukan itu.
Di Francesco merupakan salah satu kunci kesuksesan AS Roma mencapai babak semi-final Liga Champions pada musim 2017-2018 lalu. Bahkan, kekalahan atas Liverpool bisa pada babak tersebut bisa dikatakan sebagai kesialan untuk mereka.
Sayangnya, magis dari racikannya tidak terlihat lagi pada musim ini. Roma menunjukkan performa yang inkonsisten, membuat posisinya sebagai pelatih semakin tersudut. Lebih parahnya lagi, Giallorossi tersingkir dari ajang Coppa Italia dengan cara yang tak elok.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Menolak Mundur
Roma datang ke markas Fiorentina dengan membawa segudang harapan, namun harus pulang sambil tertunduk lesu. Tidak hanya tersingkir, mereka juga kalah dengan skor telak 1-7 atas skuat besutan Stefano Pioli tersebut.
Hasil memalukan itu jelas membuat posisi Di Francesco sebagai pelatih semakin tersudut, di mana seruan untuk mundur semakin terdengar jelas. Namun, eks nahkoda Sassuolo itu menolak untuk melakukannya.
"Saya bisa menutup peluang untuk mundur. Itu tak pernah terpikirkan dalam benak saya," tutur Di Francesco usai laga, seperti yang dikutip dari Football Italia.
Masalah Psikologis
Lebih lanjut, Di Francesco menjelaskan bahwa timnya kekurangan beberapa elemen yang menbuat taktik racikannya gagal terlaksana. Masalah psikologis adalah satu hal yang diyakininya sedang dialami oleh AS Roma.
"Hingga sekarang, Roma masih menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Serie A. Sayangnya, taktik jadi tak berarti jika tak diikuti oleh elemen lainnya," tambahnya.
"Kami telah membicarakan itu dengan senyuman dalam beberapa pekan terakhir, mendiskusikan sebuah tim yang telah pulih dari penyakitnya. Tapi kami dengan mudahnya kehilangan diri kami sendiri, jadi sederhananya ini adalah masalah mental," tandasnya.
Hasil buruk tersebut jelas merusak torehan AS Roma yang telah dicapai sebelumnya. Dari lima pertandingan, sebelum dibantai Fiorentina, Giallorossi berhasil menuai empat kemenangan dan satu hasil imbang saja.
Saksikan Juga Video Ini
Berita video tim penyidik Satgas Anti Mafia Bola Polri mengeledah kantor baru PSSI di Fx Tower, Jakarta, Rabu (30/1).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Roma vs Torino: Gol Menit Akhir Ilkhan Hentikan Langkah Giallorossi
Liga Italia 14 Januari 2026, 05:07
-
AC Milan Buang-buang Peluang Lawan Fiorentina, Fullkrug pun Kecewa
Liga Italia 14 Januari 2026, 01:32
-
Persaingan Ketat Lima Tim Teratas Liga Italia Serie A 2025-2026
Liga Italia 13 Januari 2026, 17:47
-
Prediksi Roma vs Torino 14 Januari 2026
Liga Italia 13 Januari 2026, 03:00
-
AC Milan dan Pentingnya Fleksibilitas Taktik
Liga Italia 12 Januari 2026, 21:56
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









