Kena Comeback Juventus, Gasperini Sesalkan Penyakit Kambuhan AS Roma di Menit Kritis

Kena Comeback Juventus, Gasperini Sesalkan Penyakit Kambuhan AS Roma di Menit Kritis
Selebrasi bek sayap Roma, Wesley Franca merayakan golnya ke gawang Juventus, 2 Maret 2026. (c) Alfredo Falcone/LaPresse via AP

Bola.net - Kemenangan AS Roma yang sudah di depan mata harus buyar akibat comeback dramatis Juventus. Skuad asuhan Gian Piero Gasperini ditahan imbang 3-3 pada laga lanjutan Serie A, Senin (2/3/2026) dini hari WIB.

Laga ini awalnya berjalan sempurna bagi kubu tuan rumah. Giallorossi sempat memimpin sangat meyakinkan dengan skor 3-1.

Namun petaka datang menjelang akhir pertandingan. Lini pertahanan Roma kehilangan fokus pada 12 menit terakhir waktu normal.

Dua gol balasan tim tamu sukses membuyarkan pesta publik ibu kota. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor buruk Roma saat kesulitan mengunci kemenangan melawan tim besar.

Kelemahan Fatal di Bola Mati

Kelemahan Fatal di Bola Mati

Duel Niccolo Pisilli dan Jonathan David dalam laga Liga Italia antara AS Roma vs Juventus di Stadio Olimpico, 2 Maret 2026 (c) Fabrizio Corradetti/LaPresse via AP

Juventus berhasil mencuri poin berkat sundulan Jeremie Boga dan Federico Gatti. Kedua gol balasan tersebut berawal dari skema umpan silang yang meluncur deras ke tiang jauh.

Skema bola mati ini menjadi mimpi buruk yang terus berulang musim ini. Pelatih Roma menyoroti betapa pasifnya barisan belakang saat mengantisipasi ancaman udara dari lawan.

"Gol pertama juga berawal dari tendangan bebas, kami kembali tampil terlalu pasif," ujar Gian Piero Gasperini kepada DAZN Italia.

"Musim kami penuh dengan situasi seperti ini pada menit-menit akhir pertandingan," keluhnya.

"Tim seperti Juve, Milan, Inter, dan Napoli selalu bisa membalikkan keadaan saat laga hampir usai," tegas pelatih tersebut.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 2 Maret 2026
AS Roma AS Roma
02:45 WIB
Juventus Juventus

Kehilangan Pilar Udara

Keputusan taktik pada babak kedua ternyata membawa dampak negatif bagi tuan rumah. Menarik keluar Bryan Cristante membuat Roma kehilangan kekuatan utama dalam duel udara.

Kondisi ini dimanfaatkan Juventus untuk terus membombardir kotak penalti lewat umpan panjang. Tuan rumah akhirnya dihukum keras karena terlalu statis menjaga pergerakan lawan.

"Menarik keluar Cristante membuat kami kehilangan pemain terbaik di udara," sesal Gasperini.

"Dua gol mereka sangat mirip, bola panjang diumpan ke kotak penalti dan diteruskan ke tiang jauh," ungkap sang juru taktik.

"Di titik itulah kami terlalu pasif, dan hal ini harus menjadi bahan evaluasi utama kami," jelasnya.

Menolak Menyerah di Jalur Liga Champions

Kegagalan mengamankan poin penuh berdampak langsung pada posisi klasemen Serie A. Roma kini merosot ke urutan keempat dan tertinggal dua angka dari Napoli.

Meski gagal menjauh dari kejaran Juventus, asa untuk mengamankan tiket Liga Champions masih terbuka. Persaingan di papan atas diyakini akan terus memanas hingga pekan terakhir.

"Kemenangan di sini sebenarnya akan membuat kami unggul tujuh poin dari Juventus," kata Gasperini.

"Itu bakal menjadi langkah maju yang besar, tetapi posisi kami di atas masih aman," ucapnya.

"Kami menyajikan performa yang luar biasa, dan hasil ini tidak boleh menjatuhkan mental bertanding kami," pungkasnya.