Sabda Presiden PSSI-nya Italia: Serie A Tidak Akan Dihentikan
Richard Andreas | 30 April 2020 11:30
Bola.net - Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menjamin bahwa Serie A tidak akan dibatalkan selama dia menjabat. Gravina paham betul menutup musim secara prematur bisa mematikan sepak bola Italia.
Serie A musim 2019/20 ini sudah dihentikan sementara sejak Maret 2020 lalu akibat pandemi virus corona. Situasi Italia cukup buruk, tidak ada yang tahu kapan sepak bola bisa bergulir lagi.
Masih belum jelas kapan musim bakal dimulai lagi. Sejak awal UEFA mendesak setiap otoritas liga untuk berusaha menyelesaikan musim ini, entah bagaimana caranya.
Biar begitu, sudah ada beberapa liga yang resmi dihentikan total, sebut saya Eredivisie. Kabarnya Ligue 1 juga bakal segera menyusul, semua tergantung pada keputusan pemerintah.
Karena itulah muncul kekhawatiran Serie A pun bisa dihentikan total, tapi Gravina dengan cepat membantah gagasan itu.
Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Kematian Sepak Bola Italia
Gravina tahu isu-isu tak sedap mulai mengganggu ketenangan klub-klub Serie A dan kompetisi turunannya. Namun, sebagai presiden sepak bola Italia, dia menegaskan bahwat tidak akan ada penghentian musim prematur secara total.
"Selama saya masih jadi presiden FIGC, saya tidak akan pernah menyetujui penghentian musim sepenuhnya, karena itu bakal jadi kematian untuk sepak bola Italia," tegas Gravina dikutip dari Goal internasional.
"Saya menjaga kepentingan banyak orang, jadi saya ulangi sekali lagi, saya menolak menyetujui penutupan musim sepenuhnya, kecuali ada kondisi objektif tentang kesehatan semua orang yang terlibat."
"Namun, untuk itu saya harus diberi tahu dengan jelas, dan harus ada yang menghentikan saya terus bergerak maju," imbuhnya.
Kerugian Besar
Kematian sepak bola Italia yang dimaksud Gravina ada hubungannya dengan masalah finansial. Serie A bukan liga kaya, banyak klub yang mengandalkan investor asing dan iklan. Andai dihentikan total, jelas sepak bola Italia akan mati.
"Dengan penghentian total, Serie A bakal merugi sebesar 700-800 juta euro. Jika dilanjutkan bermain tanpa penonton, kerugiannya ada di angka 300 juta euro. Dan jika dimulai kembali dengan penonton, kerugian bakal mencapai 100-150 juta euro," lanjut Gravina.
"Kami punya tanggung jawab kontrak terhadap partner-partner dan institusi internasional, seperti UEFA dan FIFA," tandasnya.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
Kilas Balik: Kisah Kegagalan Honda Tandemkan Stoner-Marquez
Ada yang Ingat? Ini Skuad Liverpool Saat Terakhir Kali Juara Liga Inggris
Roberto Baggio dan Gol Perdananya untuk Italia, Tendangan Bebas vs Uruguay
Profil Wesley Sneijder: Nomor 10 yang Sempurna, Pernah Tolak MU dan Liverpool
Aguero & Drogba, Batistuta & Cantona, Inilah 5 Pasangan Striker Mematikan yang Nyaris Terwujud
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jalan Menuju AS Roma untuk Alejandro Garnacho
Liga Italia 11 Juli 2026, 19:31
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
LATEST UPDATE
-
Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:26
-
Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:02
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












