Santiago Gimenez: Mesin Gol yang Kehabisan Bensin?
Gia Yuda Pradana | 18 Maret 2025 14:49
Bola.net - AC Milan mendatangkan Santiago Gimenez dengan ekspektasi tinggi. Striker asal Meksiko itu diharapkan menjadi solusi atas tumpulnya lini serang Rossoneri. Namun, setelah awal yang menjanjikan, sinarnya perlahan meredup.
Gimenez terakhir kali mencetak gol pada 18 Februari lalu. Dia membobol gawang Feyenoord dalam laga leg kedua play-off fase gugur Liga Champions. Sejak saat itu, dia seperti kehilangan sentuhan emasnya di depan gawang.
Beberapa kali keberuntungan tidak berpihak padanya. Tendangannya sempat membentur tiang, lalu golnya ke gawang Lecce dianulir karena offside tipis. Namun, hal itu tak cukup untuk menghapus kekhawatiran terhadap investasi €32 juta yang telah dikeluarkan Milan.
Terisolasi di Lini Depan
Legenda Milan, Alessandro Costacurta, menyuarakan kegelisahannya terhadap performa Gimenez. Menurutnya, sang striker kurang terlibat dalam permainan tim.
"Dia tidak terlihat seperti kekuatan penggerak bagi saya. Mungkin, saat pertama tiba, dia penuh antusiasme dan adrenalinnya tinggi karena pindah klub, tetapi setelah itu dia menurun bersama Milan," ujar Costacurta kepada Sky Italia.
Gimenez tampak sering terputus dari aliran permainan Milan. "Pemain asal Meksiko itu sering berada di luar permainan Rossoneri. Dia seperti absen dalam setiap aksi di lapangan," tambahnya.
Perbandingan dengan Tammy Abraham
Dalam kemenangan Milan atas Como akhir pekan lalu, Tammy Abraham tampil dari bangku cadangan. Dia tidak mencetak gol, tetapi memberikan kontribusi signifikan.
Striker asal Inggris itu sukses mencatatkan assist indah untuk gol kemenangan Tijjani Reijnders. Aksinya membuktikan bahwa kehadiran seorang penyerang tidak selalu diukur dari jumlah golnya semata.
Abraham justru tampak lebih hidup dibandingkan Gimenez. Hal ini semakin menegaskan bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dari permainan eks bintang Feyenoord itu.
Saatnya Bangkit atau Tersingkir?
Dengan performa yang terus menurun, Gimenez harus segera bangkit. Jika tidak, posisinya di lini depan Milan bisa terancam oleh Abraham.
Milan tentu masih menaruh harapan pada pemain 23 tahun itu. Namun, kesabaran Milan tidak akan bertahan selamanya, terutama jika mereka ingin memperbaiki posisi di klasemen Serie A.
Waktu berjalan tidak menunggu siapa pun. Jika Gimenez tidak segera menemukan kembali ketajamannya, dia bisa saja kehilangan tempatnya di skuad utama Rossoneri.
Sumber: Sky Italia
Klasemen Serie A
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Dusan Vlahovic, Elang Serbia yang Terbelenggu di Juventus
Medan Pertempuran di Pos Bek Kiri Timnas Indonesia
Garuda Mengasah Cakar, Socceroos Diwajibkan Siaga
Misi Sulit di Tanah Australia: Duel Krusial Timnas Indonesia demi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia yang Menggugah Rasa Hormat
Benteng Terakhir Garuda: Persaingan Panas di Bawah Mistar Timnas Indonesia
Bologna Lebih Hidup Tanpa Thiago Motta
Juventus di Bawah Thiago Motta: Kapal Besar yang Kehilangan Haluan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:02
-
Prediksi Paraguay vs Nikaragua 6 Juni 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:01
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















