Sebut Wasit Mafia, Fabio Capello Buru-buru Beri Klarifikasi Penting
Editor Bolanet | 6 Januari 2026 14:13
Bola.net - Fabio Capello melancarkan serangan verbal yang keras terhadap standar perwasitan sepak bola modern. Mantan pelatih Italia ini tidak menahan diri saat mengkritik kinerja pengadil lapangan dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR).
Dalam wawancara terbarunya bersama Marca, Capello menggunakan kata yang sangat provokatif. Ia menyebut organisasi wasit layaknya sebuah 'mafia'.
Kekesalan Capello bukan tanpa alasan. Ia merasa para wasit terlalu eksklusif dan enggan melibatkan pelaku sepak bola sesungguhnya, seperti mantan pemain, dalam pengambilan keputusan VAR.
Menurut Capello, inilah akar masalah mengapa banyak keputusan VAR yang justru membingungkan dan tidak logis di mata para pesepak bola.
Wasit Tak Paham Gerakan Pemain
Capello menilai wasit sering kali salah mengambil keputusan karena mereka tidak pernah merasakan situasi di lapangan sebagai pemain. Mereka tidak memahami mekanisme gerak tubuh alami seorang atlet.
Mantan pelatih Real Madrid dan AC Milan ini menegaskan bahwa wasit sering terjebak pada gambar slow-motion, tanpa memahami konteks gerakan.
"Biarkan saja, biarkan saja, itu topik yang membuat saya sangat marah," buka Fabio Capello dengan nada kesal kepada Marca.
"Wasit itu mafia. Mereka tidak ingin ada mantan pemain yang terlibat dengan VAR. Padahal mantan pemainlah yang tahu pergerakan dalam sepak bola, gerakan yang dilakukan pemain untuk berhenti, atau untuk membantu diri mereka sendiri," lanjutnya.
Capello memberikan contoh spesifik yang sering membuatnya gila. Misalnya, saat terjadi kontak fisik antara dua pemain dengan tinggi badan berbeda.
"Seorang pemain tersentuh di wajahnya, menjatuhkan diri ke tanah dan mereka (wasit) meniup peluit. Tapi kenapa meniup peluit?" keluh Capello.
"Jika saya setinggi 1,90 meter dan pemain lain 1,75 meter, lengan saya ada di ketinggian wajahnya. Mengapa Anda meniup peluit? Itu membuat saya gila. Gila," tegasnya.
Solusi Konkret: Masukkan Mantan Pemain ke Ruang VAR
Capello tidak hanya mengkritik. Ia menawarkan solusi konkret untuk memperbaiki kekacauan ini. Menurutnya, harus ada setidaknya satu mantan pemain di dalam ruang kontrol VAR.
Kehadiran mantan pemain bukan untuk mengambil alih tugas wasit, melainkan memberikan perspektif teknis tentang apakah sebuah kontak itu pelanggaran atau gerakan alami.
"Masukkan satu (mantan pemain) di sana, untuk memberi tahu wasit: 'Yah, menurut saya itu bukan penalti', atau 'Saya rasa iya'," saran Capello.
Capello kemudian membeberkan sebuah fakta menarik dari eksperimen yang pernah dilakukan bersama UEFA. Data menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman yang besar antara wasit dan mantan pelatih/pemain.
"Bersama UEFA, kami menganalisis 20 situasi di mana penalti diberikan. Ketika ditinjau oleh mantan pemain dan pelatih, enam di antaranya diberikan sebagai penalti dan 14 sisanya dianggap bukan penalti," ungkap Capello.
Klarifikasi Soal Istilah 'Mafia'
Komentar Capello soal 'mafia' tentu saja memicu kontroversi di Spanyol dan Italia. Menyadari pemilihan katanya bisa disalahartikan, Capello segera merilis pernyataan resmi untuk meluruskan maksudnya.
Ia menegaskan bahwa istilah 'mafia' tidak merujuk pada kriminalitas, melainkan pada sifat organisasi wasit yang sangat tertutup dan anti kritik.
"Mengenai komentar yang dilaporkan dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol Marca, Fabio Capello ingin mengklarifikasi," bunyi pernyataan resmi tersebut.
"Saat menggunakan istilah 'mafia' yang merujuk pada wasit, dia hanya melakukannya untuk memperjelas bahwa ofisial Italia bekerja seperti organisasi yang sangat tertutup," lanjut pernyataan itu.
Capello menekankan bahwa wasit jarang mau menerima diskusi. Mereka tampak tidak terbuka untuk mengizinkan tokoh olahraga, baik yang masih aktif maupun mantan, untuk masuk ke ruang VAR.
"Ini adalah sesuatu yang telah disarankan Capello berkali-kali, dan yang diperjelas berulang kali dalam sisa wawancara tersebut," tutup pernyataan klarifikasi itu.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









