Setelah Puji Setinggi Langit, Igor Tudor Lontarkan Doa Kocak untuk Luka Modric Jelang Juventus vs AC Milan
Editor Bolanet | 5 Oktober 2025 11:30
Bola.net - Pelatih Juventus, Igor Tudor, memberikan sebuah pujian yang luar biasa kepada bintang AC Milan, Luka Modric. Momen langka ini terjadi dalam konferensi pers jelang duel panas kedua tim di Allianz Stadium, Senin (6/10/2025) dini hari WIB.
Tudor, yang merupakan rekan senegara sekaligus mantan rekan setim Modric, tak segan melabelinya sebagai pemain yang tak akan terlahir kembali. Ia bahkan menyebut kualitas Modric dua kali lebih baik dari pemain mana pun yang pernah ada.
Namun, di balik semua sanjungan setinggi langit tersebut, Tudor ternyata menyimpan sebuah harapan yang cukup unik. Ia secara terang-terangan dan sambil tersenyum berdoa agar Luka Modric justru tampil buruk di pertandingan nanti.
Kisah ini menyoroti ikatan spesial yang terjalin di antara dua figur sepak bola elite Kroasia. Sebuah pujian tulus yang dibalut dengan rivalitas profesional yang tak terhindarkan di atas lapangan hijau.
Pendekatan Psikologis untuk Para Striker

Sebelum membahas lebih jauh tentang Modric, Igor Tudor sempat berbicara mengenai para penyerangnya. Ia mengaku bahwa dirinya masih terus merotasi tiga striker utamanya, yaitu Jonathan David, Lois Openda, dan Dusan Vlahovic.
Pelatih asal Kroasia itu juga menegaskan bahwa ia belum menentukan siapa yang akan menjadi pilihan utama di lini depan. Tujuannya adalah untuk mencoba mengeluarkan potensi terbaik dari setiap pemain di setiap pertandingan.
Secara khusus, ia menyebut sedang bekerja dari sisi non-teknis dengan dua strikernya. Tudor mengaku menerapkan pendekatan psikologis untuk menjaga kondisi mental dan kepercayaan diri mereka.
"Saya bekerja dengan David dan Openda dari sudut pandang psikologis. Saya mencoba mengeluarkan yang terbaik dari mereka dengan pilihan saya dari pertandingan ke pertandingan," kata Igor Tudor.
Kenangan Manis Bersama di Timnas Kroasia

Pembicaraan kemudian beralih ke sosok sentral yang akan menjadi lawan di lini tengah, Luka Modric. Tudor mengaku memiliki sebuah hubungan dan kenangan yang sangat spesial dengan sang gelandang maestro.
Keduanya diketahui pernah bahu-membahu membela panji tim nasional Kroasia di pentas internasional. Mereka adalah bagian dari generasi emas yang sukses menorehkan sejarah bagi negara mereka.
Pengalaman bermain bersama itulah yang membuat Tudor sangat memahami kualitas luar biasa yang dimiliki Modric. Ia tahu betul betapa istimewanya sosok mantan rekan setimnya tersebut di atas lapangan.
"Saya juga pernah bermain dengan Modric di tim nasional. Kami menciptakan sejarah bagi negara kami," ungkap Tudor, mengenang masa-masa indah mereka.
Sanjungan Luar Biasa untuk Modric
Tanpa ragu sedikit pun, Tudor kemudian melontarkan pujian setinggi langit untuk seorang Luka Modric. Menurutnya, tidak akan pernah ada lagi pemain yang terlahir dengan kualitas seperti gelandang berusia 40 tahun itu.
Ia bahkan secara tegas menyatakan bahwa level permainan Modric jauh di atas pemain-pemain lainnya. Kemampuannya untuk tetap bermain di level tertinggi pada usia senja dianggap sebagai sesuatu yang belum pernah ia lihat.
"Seseorang seperti dia tidak akan pernah terlahir kembali. Tidak ada yang bisa mendekatinya. Dia dua kali lebih baik dari siapa pun," puji Tudor dengan sangat tulus.
"Apa yang dia lakukan sekarang, bermain di level ini pada usia 40 tahun, belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya bangga," lanjutnya.
Harapan Unik di Akhir Sanjungan
Setelah memberikan semua sanjungan yang terdengar luar biasa itu, Igor Tudor menutup komentarnya dengan sebuah candaan. Candaan ini menunjukkan sisi rivalitas profesionalnya sebagai seorang pelatih Juventus.
Di balik semua rasa bangga dan kekagumannya pada Modric, ia tentu tidak ingin sang maestro bersinar saat melawan timnya. Ia pun berharap agar Modric justru tampil di bawah performa terbaiknya di laga nanti.
Harapan yang cukup menggelitik ini ia sampaikan dengan nada santai sambil diiringi senyuman. Hal tersebut sontak menunjukkan betapa cair dan hangatnya suasana konferensi pers saat itu.
"Mari kita berharap dia bermain buruk besok," pungkas sang pelatih Juventus sambil tersenyum.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Dulu Dibuang Milan, Sekarang Jadi Jagoan UCL: Kisah Jens Petter Hauge
Liga Champions 25 Februari 2026, 18:43
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
LATEST UPDATE
-
No Mbappe No Worry! Ada Vinicius yang Siap Selamatkan Real Madrid!
Liga Champions 26 Februari 2026, 11:15
-
Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Otomotif 26 Februari 2026, 10:55
-
Real Madrid Memang Kureng Saat Lawan Benfica, Tapi yang Penting Menang!
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:41
-
Tundukkan Benfica, Real Madrid Tinggalkan Santiago Bernabeu dengan Perasaan Positif
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:33
-
Kalah Dramatis, Juventus Merana: Andai Tidak Teledor di Leg Pertama!
Liga Italia 26 Februari 2026, 09:55
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Otomotif 26 Februari 2026, 09:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58







