Soal Corona, Mihajlovic: Setelahnya Akan Menjadi Indah
Dimas Ardi Prasetya | 16 Maret 2020 20:50
Bola.net - Pelatih Bologna Sinisa Mihajlovic berusaha meyakinkan semua orang bahwa segalanya akan menjadi indah setelah krisis terkait pandemi Virus Corona ini berakhir.
Seperti semua orang di Italia saat ini, Mihajlovic juga harus mengurung diri di rumahnya. Pemerintah tak mengizinkan sembarang orang untuk keluyuran di jalanan.
Sebab angka penyebaran Corona di Italia sangat masif. Jumlah angka kematiannya pun sangat tinggi.
Saat ini Italia berada dalam masa karantina secara nasional. Belum diketahui secara pasti sampai kapan masa karantina itu diberlakukan di negeri Spaghetti tersebut.
Bakal Indah
Sinisa Mihajlovic sebenarnya baru saja mengalami masa-masa sulit. Eks pelatih AC Milan ini sempat harus dirawat di rumah sakit karena ia didiagnosa menderita leukimia.
Sekarang, ia harus menjalani pengalaman lain yang cukup pahit. Ia harus menjalani masa karantina di rumahnya sendiri.
Akan tetapi, ia tidak merasa keberatan dengan karantina ini. Sebab itu demi kebaikan bersama.
"Setelahnya itu akan indah ... dan setelahnya itu akan segera datang," klaim Mihajlovic kepada La Gazzetta dello Sport.
“Hanya satu tahun telah berlalu, dan semua ini telah terjadi. Saya ditakdirkan untuk menjalani banyak kehidupan dalam satu waktu," serunya.
Mudah
Sebelumnya Sinisa Mihajlovic terpaksa harus dikarantina karena Leukimia yang dideritanya. Ia pun harus menginap di rumah sakit, yang bahkan minim penerangan.
Dan dari pengalaman itulah, ia merasa masa karantina yang sekarang dialaminya jadi tidak terasa berat. Ia merasa instruksi dari pemerintah bukan hal yang sulit untuk ditaati.
“Saya mengerti bahwa bagi mereka yang tidak terbiasa, itu mungkin tampak seperti pengorbanan, tetapi bagi saya tindakan pencegahan yang mereka terapkan ini mudah diikuti. Saya menghabiskan berbulan-bulan terkunci di kamar rumah sakit, sembilan meter persegi, melekat pada selang dan tetesan infus, tanpa bisa membuka jendela. Anda pikir itu masalah dengan keluarga Anda di rumah dan pergi ke teras untuk merokok?"
“Saya sudah menggunakan topeng selama berbulan-bulan dan saya tidak saling berpelukan atau berjabat tangan. Saya tidak harus mengubah kebiasaan saya. Saya agak anti-sosial, itu tidak mengganggu saya untuk menghindari banyak kontak, agak bercanda saya sering mengatakan bahwa saya akan menjaga tindakan pencegahan ini selama lima tahun ke depan ..." kelakarnya.
(Gazzetta dello Sport)
Baca Juga:
Dipaksa Main Saat Pendemi Corona, Seperti Ini Bentuk Protes Pemain Gremio
Begovic Bicara Kegabutannya Kala Kompetisi Terhenti & Harapan untuk Sepak Bola Saat Corona Menggila
Italia Dikarantina, Begovic: Seperti Adegan di Film-Film
Antisipasi COVID-19, Pemain dan Staff MU Diperiksa Dua Kali Sehari
Dua Opsi untuk Melanjutkan Kompetisi Proliga 2020
Arema: Kompetisi Penting, Tapi Keselamatan Juga Penting
'Tak Ada Pertandingan Sepak Bola yang Sebanding dengan Sebuah Nyawa'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
Liga Italia 18 Juli 2026, 18:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
-
Bek AC Milan Ini Segera Tinggalkan San Siro untuk Main di Inggris!
Liga Italia 17 Juli 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34










