Tangis Bahagia Luciano Spalletti Pecah, Dedikasikan Trofi Serie A untuk Saudaranya yang Telah Meninggal
Asad Arifin | 5 Mei 2023 12:44
Bola.net - Pelatih kepala Napoli, Luciano Spalletti, tak kuat menahan haru usai Partenopei resmi mengunci gelar Serie A musim 2022/2023 usai pertandingan melawan Udinese. Spaletti mendedikasikan trofi tersebut salah satunya untuk Marcello, saudara kandungnya yang telah meninggal empat tahun lalu, serta fans dan pemain yang telah berjuang mati-matian.
Napoli berhasil memenangi trofi Serie A ketiganya sepanjang sejarah, dan kali pertama sejak 33 tahun lalu. Skuad asuhan Luciano Spalletti akhirnya dengan lega dapat mengangkat Scudetto usai bermain imbang 1-1 di Dacia Arena, markas Udinese pada pekan ke-33 Serie A 2022/2023 hari Jumat (05/05/2023) dini hari WIB.
Tuan rumah membuka keunggulan terlebih dahulu lewat gol Sandi Lovric pada menit 13, yang kemudian disusul gol balasan dari mesin gol Partenopei, Victor Osimhen pada menit 52. Skor imbang bertahan hingga peluit berakhirnya pertandingan dibunyikan seraya penggemar Napoli turun ke lapangan guna merayakan perjalanan panjang yang berakhir manis.
Di tengah perayaan mereka, sang pelatih menyempatkan untuk berbicara ke media tentang perasaannya usai membawa Napoli menjuarai Serie A setelah 30 tahun lebih lamanya. Lantas, bagaimana komentar lengkap Spalletti? Simak penjelasan berikut, ya, Bolaneters.
Sulit Menikmati Kemenangan
Kepada DAZN, Spalletti awalnya berbicara seolah tak terjadi apa-apa. Ia mengungkapkan bahwa orang sepertinya bukan orang yang mudah puas. Spalletti sangat sulit untuk menikmati kemenangan sepenuhnya karena masih banyak target yang harus dicapai.
"Masalah bagi mereka yang terbiasa bekerja keras seperti yang saya lakukan adalah kami kesulitan untuk menikmati kemenangan sepenuhnya," ujar Spalletti kepada DAZN.
"Selalu ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, jadi kegembiraan itu cepat berlalu," tambahnya.
Melawan Kemustahilan di Awal Musim
Tak banyak publik yang menyangka bahwa Napoli akan membawa pulang trofi Scudetto ke Naples pada awal musim. Partenopei sempat kehilangan beberapa penggawa andalan mereka seperti Dries Martens, Kalidou Koulibaly, dan Lorenzo Insigne.
Akan tetapi, pembelian yang dilakukan Spalletti berdampak signifikan dan berhasil menambal posisi yang ditinggali para pemain tersebut.
"Beberapa pihak memprotes tim pada musim panas lalu dan saya tidak menyukai hal tersebut. Ketika saya mengatakan bahwa kami harus menantang Scudetto, orang-orang mengeluh dan merasa saya telah melampaui batas. Namun, yang saya katakan adalah untuk mengeluarkan kemampuan maksimal dari para pemain dan juga membangun mentalitas untuk terus maju,” ucap pelatih asal Italia tersebut.
Dedikasi untuk Saudaranya

Di akhir sesi pembicaraan, Spalletti tak lupa mengapresiasi dan mempersembahkan Scudetto untuk semua orang yang telah berperan besar terhadap perjalanan Napoli sejauh ini. Dari para pemain, fans, dan keluarganya tak luput dari ucapan terima kasih.
Spallettipun mendedikasikan trofinya untuk Marcello, saudaranya yang telah meninggal empat tahun lalu.
“Melihat para Partenopei tersenyum dan bergembira adalah emosi terbesar bagi saya. Merekalah yang menularkan kebahagiaan mereka. Masalahnya adalah mencapai titik ini, seperti ketika Anda memiliki perasaan seluruh kota yang membebani punggung Anda."
"Ada orang-orang di sini yang mampu melewati saat-saat sulit dalam hidup mereka karena mereka mengingat momen ini. Orang-orang ini layak mendapatkan semua kegembiraan,” tambah Spaletti.
"Saya harus mendedikasikan ini untuk para pemain, yang pantas mendapatkan kegembiraan ini. Yang kedua adalah untuk semua penggemar - Napoli, ini untuk Anda!"
"Dan yang terakhir untuk semua orang yang bekerja di Napoli, untuk staf saya, Giuntoli, klub yang telah bekerja keras. Dan Matilde, putri saya. Tentu saja, seluruh keluarga saya yang telah mendorong saya untuk maju. Teman-teman saya dan saudara laki-laki saya, Marcello," tutup Spalletti penuh haru.
Dengan trofi ini, sang juru taktik Napoli tersebut menjadi pelatih tertua yang memenangi Scudetto di usianya yang telah menginjak 64 tahun.
Sumber: Football Italia, Serie A, Sofascore, Transfermarkt
Penulis: Vieri Firdausy Akhlaq (penulis merupakan peserta Magang Merdeka 2023)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
Liga Italia 9 Maret 2026, 05:05
-
Hasil Milan vs Inter: Derby della Madonnina Milik Rossoneri
Liga Italia 9 Maret 2026, 04:51
-
Daniele De Rossi Lukai AS Roma: Genoa Menang 2-1 dan Guncang Il Lupi
Liga Italia 9 Maret 2026, 03:06
LATEST UPDATE
-
Alasan Inter Kalah di Derby: Tidak Mampu Bongkar Blok Pertahanan Milan!
Liga Italia 9 Maret 2026, 10:28
-
Bobol Gawang Inter Milan, Estupinan: Ini Gol Terpenting dalam Karir Saya!
Liga Italia 9 Maret 2026, 10:11
-
Panas! Manchester United dan Tottenham Berebut Roberto De Zerbi
Liga Inggris 9 Maret 2026, 09:45
-
Milan Punya 'Semangat Sergio Ramos' Saat Tumbangkan Inter di Derby
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:31
-
Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:00
-
Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
Liga Italia 9 Maret 2026, 05:05











