Tantrum Ketika Ditarik Keluar di Laga Lazio vs Milan, Rafael Leao Langsung Disentil Legenda Rossoneri

Dimas Ardi Prasetya | 16 Maret 2026 16:28
Tantrum Ketika Ditarik Keluar di Laga Lazio vs Milan, Rafael Leao Langsung Disentil Legenda Rossoneri
Rafael Leao berebut bola dengan Oliver Provstgaard dan Mario Gila dalam laga Serie A antara Lazio vs AC Milan di Stadio Olimpico, 16 Maret 2026 (c) AP Photo/Andrew Medichini

Bola.net - AC Milan pulang dengan tangan hampa dari lawatan ke markas Lazio pada pekan ke-29 Serie A 2025/2026. Bertanding di Stadio Olimpico, Senin (16/03/2026), Rossoneri dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1.

Gol semata wayang Lazio dicetak Gustav Isaksen pada babak pertama. Milan sebenarnya datang dengan misi meraih kemenangan demi menjaga peluang mengejar Inter Milan di puncak klasemen.

Advertisement

Namun, upaya tim asuhan Massimiliano Allegri untuk bangkit tidak berjalan mulus. Serangan mereka kerap mentok sebelum mampu memberikan ancaman serius ke gawang tuan rumah.

Kekalahan ini membuat jarak Milan dengan Inter justru melebar menjadi delapan poin. Di tengah hasil mengecewakan tersebut, perhatian publik juga tertuju pada performa Rafael Leao yang kembali menjadi sorotan.

1 dari 3 halaman

Leao Harus Tunjukkan Rasa Frustrasinya di Lapangan

Leao Harus Tunjukkan Rasa Frustrasinya di Lapangan

Kiper Lazio, Edoardo Motta mencoba menepis sundulan Rafael Leao di laga Lazio vs AC Milan, Senin (16/3/2026) (c) AP Photo/Andrew Medichini

Penampilan Rafael Leao dalam laga melawan Lazio mendapat kritik tajam dari mantan kapten Milan, Massimo Ambrosini. Pemain asal Portugal itu dianggap gagal memberi dampak signifikan bagi permainan timnya.

Sepanjang pertandingan, Leao terlihat kesulitan menemukan ritme permainan. Ia bahkan jarang terlibat dalam alur serangan Milan pada babak pertama.

Ambrosini menilai sikap frustrasi yang diperlihatkan Leao saat ditarik keluar seharusnya muncul lebih awal ketika pertandingan masih berlangsung. Menurutnya, emosi tersebut justru bisa menjadi bahan bakar untuk tampil lebih kompetitif di lapangan.

“Saya pikir frustrasi yang dia tunjukkan ketika keluar lapangan adalah sesuatu yang perlu ia tunjukkan saat berada di lapangan. Ia selalu memberi kesan bahwa ia kurang memiliki daya saing. Tetapi ia perlu menunjukkan frustrasi itu selama pertandingan, dengan cara apa pun," ujarnya pada DAZN, via Goal.

2 dari 3 halaman

Bukan Penyerang Tengah, Leao Dinilai Lebih Cocok di Sayap

Selain menyoroti sikapnya di lapangan, Ambrosini juga menilai posisi Leao dalam skema permainan Milan musim ini. Ia menganggap eksperimen menempatkan Leao sebagai penyerang tengah tidak selalu memberikan hasil maksimal.

Dalam beberapa momen musim ini, Leao memang dimainkan lebih ke tengah. Namun peran tersebut dinilai tidak sepenuhnya cocok dengan karakter permainannya.

Ambrosini menyebut bahwa perubahan formasi Milan dalam pertandingan melawan Lazio juga tidak banyak membantu pemain berusia 26 tahun itu. Ia tetap merasa Leao lebih efektif ketika beroperasi dari sisi sayap.

“Sebagai penyerang tengah, Anda mendapatkan lebih banyak peluang daripada saat bermain di sayap. Saya tidak akan mengubah posisinya hari ini. Milan beralih dari formasi 3-5-2 di babak kedua ke 4-3-3, dengan Pulisic di sayap dan Leao di depan. Dan bahkan saat itu… saya akan tetap menempatkannya di sayap. Kemudian formasi berubah menjadi 4-2-3-1, dan ia tersingkir… Ia tidak dimanfaatkan dengan baik sebagai penyerang tengah," cetusnya.

LATEST UPDATE