Bola Beli: Bola Futsal Adidas, Bagaimana Kualitas dan Harganya?
Aga Deta | 30 November 2020 14:32
Bola.net - Futsal alias futball sala atau indoor football adalah permainan sepak bola dengan lapangan bermain yang lebih kecil. Dengan tekstur lapangan yang berbeda, futsal tentu saja membutuhkan sepatu dan bola yang berbeda.
Mengenai bola futsal, para pemain jelas tahu sifatnya lebih padat, memiliki daya pantul rendah, dan berukuran lebih kecil. Futsal mengutamakan improvisasi, kreativitas dan teknik dari para pelakunya, dan bola futsal Adidas adalah salah satu produk yang berusaha mengakomodasi semua kebutuhan itu.
Bola sepak biasa jelas tidak cocok untuk futsal karena kepadatannya yang rendah membuat bola mudah melambung tinggi saat ditendang sehingga mudah sekali melewati batas-batas lapangan yang kecil. Demikian juga dari sisi daya pantul bola biasa yang cenderung tinggi sehingga saat membentur permukaan keras lapangan futsal bola akan bereaksi lebih cepat, lebih tinggi pantulannya, dan sulit dikontrol. Sementara dari sisi ukuran, bola futsal dibuat lebih kecil untuk memastikan teknik olah bola dari pemain lebih mengapung ke permukaan karena lebih gampang dikendalikan.
Bila ukuran bola sepak normal adalah nomor 5, sedangkan untuk kelompok umur muda dan jenis latihan tertentu juga digunakan nomor 3 dan 4. Nah, bola futsal tidak masuk dalam rentang ukuran ini, tapi berada di antara ukuran 3 dan 4. FIFA merekomendasikan bola futsal dengan panjang keliling bola di antara 24,61 inchi hingga 25 inchi. Rentang ukuran ini terjadi karena dalam futsal juga ada ukuran senior untuk pemain dewasa dan bola futsal junior untuk anak-anak.
Mengakomodasi Dominasi Close Control

Dalam konteks review dalam artikel ini, yang kita bicarakan adalah bola futsal ukuran senior dengan keliling bola 25 inchi yang disebut sebagai bola futsal ukuran 4. Selain Adidas dan Nike sebagai pemimpin pasar bola futsal, publik juga mengenal produsen bola futsal FIFA ukuran 4 ini dalam line up merek Mitre, Molten, Mikasa, Puma, Specs, Baden, Brine, hingga Select.
Dengan ukuran yang kecil dan berkepadatan tinggi, bola futsal akan cenderung lebih lembam karena memiliki massa tinggi sehingga penerima operan bola akan lebih lengket dalam mengontrol bola yang datang. Close control jadi dominan karena adanya fenomena ini dalam futsal, namun di saat yang sama karakteristik bola seperti ini justru membuatnya sulit diluncurkan lewat tendangan bila tanpa disertai momentum yang kuat.
Ukuran kecil bola futsal membuatnya memiliki "sweet spot" atau "wilayah kontrol serapan energi" yang luas. Imbasnya bola mudah diarahkan pemain dan mudah ditahan kiper tanpa menjadi bergerak liar karena kombinasi gerakan linear dan rotasi bola yang muncul bersamaan. Akan tetapi, karakter umum ini akan sedikit mengalami deviasi ketika bola tidak diisi dengan tekanan udara maksimal dan tekstur bola tidak semata hanya mengutamakan faktor kekuatan dan kekerasan saja.
Pengaruh Tekstur dan Tekanan Angin Bola

Menariknya, khusus di merek-merek terkenal seperti Adidas atau Nike, sifat bola futsal yang sangat solid ini tidak disertai permukaan bola yang keras layaknya kebanyakan produk lain. Dengan triple layer yang dikandung bahan sintetik bagian luar bola futsal Adidas, permukaan bola relatif lembut dan ada toleransi besar serapan energi tendangan dari pemain layaknya bola yang tidak diisi tekanan udara yang maksimal.
Fenomena yang dihasilkan dari karakter ini adalah lahirnya lintasan-lintasan bola yang sulit ditebak karena bola lebih mudah mengalami rotasi dengan tendangan efek. Selain itu, permukaan bola Adidas terutama pada seri Knockout Sala Telstra Ball yang dipakai dalam pelbagai kejuaraan dunia juga memiliki tekstur yang bersahabat dalam hal interaksi dengan permukaan sepatu futsal yaitu instant grip dapat terjadi tapi gesekan yang muncul tidak membuat sepatu dan bola memberi efek saling merusak.
So, tidaklah mengherankan bila dalam batasan tertentu detail dalam proses manufaktur bola futsal ini akan menentukan seberapa disukai bola tersebut oleh publik. Para pemain jelas tidak suka bola futsal yang keras dan padat bak bulatan batu. Selain sifat bola futsal yang tidak bersahabat itu akan mengurangi munculnya teknik pemain, tingkat kerawanan cedera untuk pemain dan kiper pun akan meninggi secara signifikan.
Harga bola futsal di pasar daring dan offline Indonesia memiliki rentang sangat luas, mulai dari Rp 130 ribu hingga Rp 1,6 juta. Nilai tertinggi disebut ini jelas miliki duet Adidas dan Nike, namun harga tinggi mereka disertai iming-iming status FIFA Futsal World Cup Official Ball (terutama untuk merek Adidas).
Beberapa merek ternama di layer berikutnya seperti Mitre atau Specs dapat mengeluarkan seri bola futsal dengan harga di bawah Rp 150 ribu yang biasa dipakai pada level amatir, misalnya untuk digunakan oleh penyedia lapangan futsal sewaan. Menariknya, menjelang akhir tahun biasanya outlet-outlet resmi Adidas memberikan potongan harga hingga 50% untuk lower line-up miliknya seperti bola futsal Adidas Team Sala yang aslinya seharga Rp 450 ribu. Apakah kualitasnya sama saja dengan Mitre yang seharga Rp 130 ribu? Sejumlah pengguna di level profesional menyatakan tekstur dan kepadatan bola futsal Adidas cenderung lebih bersahabat, tapi silakan pembaca mencobanya sendiri karena untuk level amatir tidak diperlukan kualitas bola yang terlalu premium.
Sumber: Bola.com/Penulis: Darojatun, Published: 27 November 2020
Baca Juga:
Bola Beli: Joran Pancing Kenzi, Terkenal di Olahraga Memancing Karena Harganya Terjangkau?
Bola Beli: Dominasi Yonex, Kualitas Raket Rajai Dunia Bulutangkis
Bola Beli: Sepeda Gunung Polygon, Spek Terlalu Tinggi untuk Pengguna Rekreasional?
Bola Beli: Lebih Dekat dengan Sepatu Sepak Bola Merek Ortuseight
Bola Beli: Membedah Plus-Minus Bola Sepak Nike yang Mendominasi Pasar Bersama Adidas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala AFF 2026 Jadi Panggung John Herdman Seleksi Pemain untuk FIFA ASEAN Cup
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 18:01
-
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, John Herdman Tak Salahkan Wasit
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




