
Bola.net - Timnas Indonesia U-20 dituntut tampil lebih efektif saat menghadapi Timnas Laos U-20 pada laga kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di New Laos National Stadium, Vientiane, Kamis (3/9/2026). Garuda Muda membutuhkan kemenangan setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia U-20 pada pertandingan sebelumnya.
Pada hari yang sama, Laos U-20 menelan kekalahan 0-2 dari Australia U-20. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk meraih tiga poin sekaligus menjaga persaingan di Grup H.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, meminta tim asuhan Nova Arianto tetap mempertahankan identitas permainan. Menurutnya, perbaikan utama perlu dilakukan pada efektivitas serangan ketika Indonesia sudah memasuki sepertiga akhir lapangan.
Pertahankan Identitas Permainan
Luciano menilai Nova tidak perlu melakukan perubahan besar terhadap gaya bermain yang sudah diterapkan. "Menghadapi Laos, Nova Arianto tidak perlu mengubah identitas permainan Indonesia secara drastis," ujar Luciano kepada Bola.com.
Putu Panji dan kawan-kawan perlu meningkatkan kualitas penguasaan bola serta keberanian dalam menekan lawan setelah kehilangan bola. "Yang lebih penting adalah membuat permainan lebih efektif dan tajam di sepertiga akhir lapangan," lanjut Luciano.
Ia menyarankan Indonesia memainkan sirkulasi bola secara cepat dengan pressing tinggi dan memanfaatkan lebar lapangan. Garuda Muda juga harus berani menaikkan garis permainan, tetapi tetap menjaga keseimbangan untuk mengantisipasi serangan balik Laos.
Bongkar Pertahanan Laos dengan Sabar
Luciano memperkirakan Laos akan bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik sehingga Indonesia perlu sabar mencari celah. "Laos kemungkinan akan bermain lebih bertahan dan menunggu kesempatan melakukan counter attack," katanya.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan umpan silang untuk menciptakan peluang. "Jangan hanya mengandalkan crossing," ujar Luciano, yang meminta kombinasi umpan pendek, pergerakan tanpa bola, penetrasi dari sayap dan masuknya pemain dari lini kedua.
Kecepatan sirkulasi bola juga menjadi bagian penting dari formula yang disarankan Luciano. Semakin cepat bola berpindah dari satu sisi ke sisi lain, semakin besar peluang Indonesia menemukan ruang di pertahanan Laos.
Efektif dan Agresif Saat Transisi
Penyelesaian akhir menjadi aspek lain yang perlu diperbaiki Garuda Muda setelah gagal mencetak gol ke gawang Malaysia. "Di depan gawang, Indonesia juga harus lebih klinis," tutur Luciano.
Ia juga meminta striker dan pemain yang masuk ke kotak penalti berani mengambil keputusan dengan cepat. Selain itu, lima sampai enam detik pertama setelah kehilangan bola harus dimanfaatkan untuk melakukan pressing sebelum tim kembali membentuk struktur pertahanan.
"Jadi, formula saya untuk Indonesia adalah: dominan dalam penguasaan bola, cepat dalam sirkulasi, agresif dalam pressing, variatif dalam serangan dan klinis dalam penyelesaian akhir," kata Luciano. Ia percaya kualitas Indonesia cukup untuk memenangkan pertandingan, tetapi disiplin, konsentrasi dan mental juara tetap harus dijaga selama 90 menit.
Disadur dari: Bola.com/Ana Dewi/Aning Jati, 3 September 2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 6 Oktober 2026 13:09Jay Idzes Bangga Melihat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Tim Nasional 6 Oktober 2026 12:39Alasan John Herdman Pilih Bek sebagai Eksekutor Penalti Timnas Indonesia
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 15:42Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 15:02Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 14:55Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 14:52Unai Emery Tutup Pintu untuk Gabung Manchester United
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 22 Oktober 2026 22:21Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 16:17DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:19Prabowo Panggil Kepala BRIN, Riset Penanganan Kebakaran Hutan Dibahas
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:15Cak Imin Tanggapi Isu BPJS Kesehatan Diganti Klinik KDMP
-
Liputan6 27 Oktober 2026 14:44Sahroni Tanggapi KPK: Perampasan Aset Pejabat Harus Berdasarkan Pembuktian
-
Liputan6 27 Oktober 2026 14:28Konsep Illicit Enrichment Ditolak Masuk RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 27 Oktober 2026 14:04Profil Gandung Pardiman, Politikus Senior Golkar Asal Yogyakarta
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383494/original/044750700_1793089062-IMG-20261027-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383487/original/062982100_1793088940-1000799696.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475814/original/005504500_1687349060-WhatsApp_Image_2023-06-21_at_16.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365405/original/010514000_1791176434-017fb301-f9b8-4b28-bc07-5bdf30fe3210.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383370/original/005013700_1793083591-Anggota_DPR_dari_Fraksi_Partai_Golkar_Gandung_Pardiman.jpg)
