Kabar Baik, FIFA Akan Upayakan VAR di Piala Dunia Wanita 2019
Yaumil Azis | 7 September 2018 14:00
- Pentingnya Video Assistant Referee rupanya terasa hingga ke dunia sepak bola wanita. Maka dari itu, Federasi sepak bola FIFA menyatakan akan berupaya untuk menghadirkan teknologi tersebut pada Piala Dunia Wanita 2019 mendatang.
VAR mulai mencuat ke publik setelah digunakan di dua kompetisi bergengsi Eropa, Serie A dan Bundesliga, pada musim 2017/2018 kemarin. Tetapi A-League Australia menjadi yang pertama menggunakan teknologi itu.
Alat pembantu wasit tersebut langsung menarik perhatian seluruh penggemar sepak bola saat digunakan pada Piala Dunia 2018 kemarin. Pamornya pun semakin meningkat setelah La Liga dan Ligue 1 memutuskan untuk menghadirkannya pada musim ini.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
FIFA Akan Mengupayakan
Sejauh ini, hanya Liga Champions yang masih bersikukuh untuk tidak menerapkan VAR. Premier League Inggris pun sejatinya memiliki prinsip yang sama, namun belakangan semakin melunak dan akan mencobanya usai jeda internasional.
Kegunaan VAR pun terasa hingga dunia sepak bola wanita. Baru-baru ini, saat ditanya oleh The Associated Press, FIFA menyatakan bahwa mereka saat ini sedang berencana menghadirkan teknologi tersebut ke Piala Dunia Wanita 2019.
Ini akan dibicarakan pada waktunya, bunyi balasan singkat dari FIFA saat ditanya melalui surat elektronik, dikutip dari Daily Mail.
Komentar Pelatih Timnas Wanita
Pelatih timnas wanita Amerika Serikat, Jill Ellis, juga meminta agar VAR bisa diterapkan pada Piala Dunia 2019 nanti. Kehadiran VAR diyakininya akan menjadi sebuah terobosan baru di dalam dunia sepak bola.
Banyak pihak meragukan teknologi tersebut bisa digunakan dengan waktu yang cukup sempit, mengingat FIFA pun mengumumkan penggunaan VAR beberapa bulan jelang Piala Dunia 2018. Tetapi Ellis tidak menganggapnya sebagai permasalahan besar.
Saya tahu ada latihan yang melibatkan VAR, tetapi coba tebak? Ada orang yang terlatih dan mereka menunjukkan itu di Piala Dunia pria, jadi itu bisa diadakan, lanjutnya.
Bakal Jadi Diskriminasi
Sang gelandang, Megan Rapinoe, juga memiliki pendapat yang sama dengan pelatihnya. Malahan, ia menganggapnya sebagai diskriminasi jika VAR tidak dihadirkan hanya karena permasalahan itu.
Mereka dengan jelas melakukannya di Piala Dunia pria, jadi saya pikir VAR merupakan esensi semangat permainan, cetus Megan.
Bila kami tidak memilikinya, maka itu merupakan diskriminasi, tutupnya.
Saksikan Juga Video Ini
Momen-momen mengharukan atlet Indonesia saat meraih medali emas dalam ajang Asian Games 2018 kemarin bisa anda lihat pada tautan video di bawah ini. Jangan lupa saksikan, ya!
(dm/yom)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
Piala Dunia 12 Juli 2026, 10:14
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















