KapanLagi Book Club Kupas LAGI PROBATION Bersama Samuel Ray, Segera Diadaptasi Jadi Film
Gia Yuda Pradana | 5 November 2026 10:27
Bola.net - Dunia kerja menyimpan banyak tantangan, mulai dari mencari pekerjaan pertama, menjalani masa probation, hingga menentukan arah karier. Berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda tersebut, KapanLagi Book Club Kupas buku LAGI PROBATION: Menikmati Perjalanan Mencari Kerja bersama penulisnya, Samuel Ray.
Diskusi bertajuk “Adulting: LAGI PROBATION – Kerja Ngejar Apa Sih?” berlangsung di kantor KapanLagi Youniverse (KLY), Jumat (30/10/2026). Acara ini menjadi ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, membicarakan perjalanan profesional, dan merefleksikan tujuan bekerja.
Pertemuan tersebut juga menghadirkan kabar menarik mengenai adaptasi buku LAGI PROBATION menjadi film berjudul Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?. Film yang membawa tema perjalanan karier dan optimisme itu dijadwalkan tayang pada 12 November 2026.
Berawal dari Curhatan tentang HRD di Instagram
Dalam sesi Book Talk, Samuel Ray menceritakan awal mula lahirnya buku LAGI PROBATION. Perjalanan tersebut dimulai pada 2019 ketika ia aktif membuka sesi tanya jawab melalui Instagram Story tentang dunia kerja dan persoalan seputar HRD.
Berbagai pertanyaan serta cerita dari para pengikutnya kemudian menjadi bahan tulisan. Pengalaman tersebut membuka jalan bagi Samuel untuk menerbitkan buku bersama Gramedia pada 2020.
Sebagai praktisi HR, Samuel ingin mengubah anggapan bahwa HRD merupakan sosok yang menakutkan bagi pencari kerja. Buku tersebut memuat panduan praktis, mulai dari proses melamar pekerjaan, menyusun CV, hingga melakukan negosiasi gaji.
Buku LAGI PROBATION Segera Hadir dalam Versi Film
Salah satu agenda menarik dalam acara tersebut adalah pengenalan adaptasi film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?. Para peserta berkesempatan menyaksikan trailer film yang dijadwalkan tayang pada 12 November 2026.
Samuel menjelaskan bahwa optimisme menjadi salah satu pesan penting yang ingin dipertahankan dalam adaptasi tersebut. Ceritanya mengajak penonton memahami bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan dan setiap orang masih memiliki kesempatan untuk bangkit.
Meski berangkat dari buku yang sama, versi film menghadirkan pengembangan karakter dan konflik yang berbeda. Namun, semangat untuk terus mencoba tetap menjadi pesan utama yang menghubungkan kedua karya tersebut.
Peserta Diajak Merefleksikan Tujuan Bekerja
KapanLagi Book Club tidak hanya menghadirkan diskusi bersama penulis, tetapi juga aktivitas interaktif bertajuk “Gue Kerja Ngejar Apa?”. Dalam sesi ini, peserta menuliskan tujuan bekerja, hal-hal yang ingin dicapai, serta pengalaman yang membentuk perjalanan karier mereka.
Acara berlanjut dengan kegiatan “One Page One Memory”. Peserta mendapat kesempatan menuangkan kenangan dan pengalaman bermakna ke dalam tulisan, kemudian beberapa di antaranya membacakan cerita tersebut di hadapan peserta lain.
Samuel juga berinteraksi langsung dengan para peserta sehingga suasana diskusi terasa lebih personal. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatanganan buku.
KapanLagi Book Club Jadi Ruang Bertukar Cerita
Sebagai bagian dari KapanLagi Club, KapanLagi Book Club menghadirkan ruang bagi para pencinta buku untuk bertemu, berdiskusi, dan berkenalan dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
Melalui pilihan bacaan dan topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, komunitas ini mendorong pengalaman membaca yang lebih interaktif. Pertemuan bersama Samuel Ray memperlihatkan bagaimana sebuah buku dapat membuka percakapan lebih luas tentang pekerjaan, perjalanan hidup, dan proses mengenal diri sendiri.
Informasi mengenai aktivitas komunitas berikutnya dapat diakses melalui linktr.ee/kapanlagiclub.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




