Mendadak Kacaunya Indera Penciuman Bisa Jadi Gejala Awla Covid-19
Anindhya Danartikanya | 27 Maret 2020 15:00
Bola.net - Sebuah gejala terbaru diketahui mengenai infeksi virus corona atau Covid-19. Tanda-tanda ini merupakan gejala awal yang muncul bahkan sebelum gejala umum seperti batuk dan demam muncul.
Diketahui bahwa hilangnya penciuman seseorang secara tiba-tiba bisa menjadi tanda infeksi virus corona secara diam-diam pada seseorang. Hal ini tentu bisa cukup berbahaya karena seseorang bakal jadi carrier tersembunyi dari Covid-19.
Dilansir dari Science Alert, diketahui bahwa sekitar sepertiga pasien di Korea Selatan, China, dan Italia yang terinfeksi Covid-19 dikabarkan kehilangan penciuman. Hal ini dikenal juga sebagai anosmia atau hyposmia.
"Di Korea Selatan, di mana pengetesan telah lebih meluas, 30 persen pasien yang positif mengalami anosmia sebagai gejala utama pada kasus ringan," terang Clare Hopkins presiden dari the British Rhinological Society Professor, Clare Hopkins, serta professor Nirmal Kumar, presiden dari British Association of Otorhinolaryngology.
Banyak yang Sudah Menunjukkan Gejala Hilang Penciuman
Kedua pakar ini dalam keterangan bersamanya mengungkap bahwa banyak pasien yang positif Covid-19 hanya menunjukkan gejala hilangnya penciuman serta perasa. Mereka tak menunjukkan gejala lain yang lebih umum seperti demam tinggi dan batuk.
"Terdapat peningkatan jumlah laporan yang pesat terakit peningkatan signifikan jumlah pasien yang mengalami anosmia tanpa gejala lain," terang pernyataan tersebut.
"Iran telah melaporkan peningkatan kasus secara tiba-tiba terkait anosmia terisolasi. Banyak kolega dari Amerika Serikat, Prancis, dan Italia Utara juga mengalami hal yang sama,"
Kurangnya gejala umum lain pada kasus ini mungkin membuat mereka tidak dites dan diisolasi. Secara langsung, hal ini membuat mereka menjadi penyebab Covid-19 yang membahayakan.
Juga Bisa Hilang Indera Perasa
Pada pasien usia muda, Kumar mengungkap bahwa mereka mungkin hanya tampak kehilangan penciuman atau perasa. Mereka mungkin tak menampilkan gejala yang lebih umum seperti demam tinggi atau batuk terus-menerus.
"Pada pasien usia muda, mereka tak mengalami gejala signifikan seperti batuk dan demam, namun mereka mungkin kehilangan penciuman dan perasa yang berarti virus ini bersarang di hidung," terang Professor Kumar.
Kumar menyarankan seseorang yang mengalami hilangnya penciuman dan perasa ini untuk mengisolasi diri selama tujuh hari. Cara ini penting dilakukan untuk mencegah persebaran penyakit secara lebih lanjut.
Disadur dari: Merdekacom/Penulis: Rizky Wahyu Permana/Editor: Rizky Wahyu Permana/Dipublikasi: 25 Maret 2020
Video: Mengenal Status Pasien Terkait COVID-19 Seperti OTG, ODP, dan PDP
Baca Juga:
- Gejala Bisa Tak Tampak, Anak Muda Tetap Perlu Waspadai Covid-19
- Sering Cuci Tangan demi Cegah Covid-19, Pahami 7 Cara Jaga Kesehatan Kulit
- Tips Supaya Tidak Kucek Mata atau Garuk Hidung Saat Pandemi Corona
- Apa Kata Ahli Jika Ibu Hamil, Bayi, dan Anak Kecil Tertular Virus Corona?
- Cara Ubah Kebiasaan Sentuh Wajah Semasa Pandemi Virus Corona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Main di Liga Voli Korea Selatan, Berapa Gaji Megawati Hangestri di Daejeon Red Sparks?
Voli 6 November 2023, 10:47
-
Mau Kebugaran Tubuh Lebih Terjaga, Terapkan 7 Kebiasaan Ini Secepat Mungkin
Lain Lain 1 Agustus 2023, 13:45
-
Waduh! 10 Pemain Vietnam untuk SEA Games 2023 Positif COVID-19
Tim Nasional 20 April 2023, 23:23
-
Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 2023, Simple dan Penuh Makna
Lain Lain 20 April 2023, 14:31
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37















