Pahami Obat Alami dan Pantangan Penyakit Maag
Anindhya Danartikanya | 26 November 2019 19:00
Bola.net - Pernah merasa perih atau nyeri di bagian perut? Bisa jadi Anda mengalami penyakit maag. Istilah maag sebenarnya tidak ada dalam dunia kedokteran. Namun, maag merupakan sebutan yang digunakan oleh masyarakat luas untuk menunjukkan gejala terkait gangguan pencernaan, khususnya pada lambung.
Menurut Mayo Clinic, maag memiliki nama lain yaitu gastritis. Kondisi ini akan membuat perut terasa perih, kembung, perut begah, mual hingga muntah, nyeri dada, serta mulut terasa asam. Penyakit ini juga bisa kumat ketika asam lambung naik.
Maag bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti pola makan tidak teratur, merokok dan minuman beralkohol, hingga stres. Namun kebanyakan kasus, maag diakibatkan karena perut terlalu lama kosong.
Penyebab itulah yang membuat banyak orang tua mewanti-wanti anaknya untuk sarapan setiap pagi hari guna mencegah perut kosong. Kebiasaan itu ditularkan oleh orang tua supaya sang buah hati tidak mengalami maag atau nyeri perut saat beraktivitas.
Ketika perut terasa nyeri, maka akan berdampak buruk pada tubuh dan mengganggu aktivitas. Sehingga banyak orang yang mencari cara untuk mengatasinya, termasuk dengan mengonsumsi obat maag. Sebenarnya Anda bisa mengatasi maag dengan obat alami seperti rangkuman dari berbagai sumber berikut ini.
Obat Maag Alami, Aman dan Ampuh
Mentimun
Mentimun merupakan salah satu jenis buah-buahan sekaligus sayuran yang dapat mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan asam lambung atau maag. Anda bisa mengonsumsinya langsung sebagai lalapan, dimasak menjadi aneka sayur, serta dijadikan jus.
Kacang Hijau
Kacang hijau memiliki kemampuan mengobati sakit maag lantaran mampu menebalkan lapisan lambung. Anda bisa mengolahnya menjadi bubur kacang hijau. Makanan ini juga akan menetralkan kadar asam lambung berlebih.
Kunyit
Kunyit merupakan bahan dapur yang banyak digunakan sebagai jamu tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk maag. Kunyit dapat membantu masalah pada lambung.
Kandungan Curcumin pada kunyit berperan sebagai antiinflamasi, antijamur, dan antibakterial. Senyawa tersebut akan menenangkan mukosa pada lambung dan mengatasi iritasi saluran pencernaan yang disebabkan maag.
Jahe
Sama halnya dengan kunyit, jahe juga merupakan bumbu dapur yang banyak digunakan sebagai obat-obatan herbal. Sifat hangat dalam jahe mampu mengatasi permasalahan pada lambung seperti maag.
Kandungan anti inflamasi dan anti bakteri dalam jahe dapat mengurangi peradangan dan bakteri penyebab maag. Jahe juga akan menghangatkan perut dan menetralkan kadar asam lambung.
Anda bisa mengonsumsinya dengan diolah menjadi wedang jahe. Caranya, Anda bisa siapkan 1-2 siung jahe dan digeprek. Kemudian, geprekan jahe tersebut direbus hingga mendidih. Setelah itu, minumlah rebusan jahe dalam keadaan hangat kuku. Anda bisa menambah madu sebagai pemanis.
Teh Hijau
Teh hijau bisa menjadi alternatif obat maag alami. Kandungan antioksidan dalam minuman ini akan melindungi lapisan lambung dan mengurangi gejala-gejala maag seperti mual dan sakit kepala.
Yogurt
Yogurt merupakan olahan susu yang mengandung probiotik. Kandungan ini dapat menyembuhkan luka atau iritasi dalam lambung dan membasmi bakteri penyebab nyeri maag.
Madu
Madu terkenal sejak zaman dahulu sebagai obat alami yang mampu mengatasi berbagai penyakit, termasuk maag. Madu memiliki kandungan yang mampu membunuh bakteri jahat karena bersifat anti bakteri, anti inflamasi, dan antioksidan.
Penyebab Sakit Maag
Maag memang banyak dialami bagi mereka yang terlalu lama menahan lapar dan membiarkan perut tidak terisi. Selain perut kosong, maag juga memiliki faktor penyebab lainnya, seperti berikut ini:
- Peradangan pada lambung
- Efek samping obat-obatan tertentu
- Langsung berbaring setelah makan
- Makan terlalu cepat dan banyak
- Mengonsumsi minuman beralkohol dan soda
- Kebiasaan merokok
- Infeksi bakteri
- Stres dan cemas
- Terlalu banyak mengonsumsi kafein
- Makanan pedas, berlemak, dan berminyak
Pantangan Maag yang Perlu Diketahui
Apabila memiliki gejala atau menderita maag atau asam lambung, Anda perlu memerhatikan hal-hal atau makanan dan minuman di bawah ini:
- Kurangi mengonsumsi cokelat
- Hindari minuman bersoda dan alkohol
- Tidak memilih makanan yang digoreng dan bersantan
- Kurangi meminum susu berlemak tinggi
- Tidak memakan daging tinggi lemak
- Hindari kafein
- Kurangi mengonsumsi tomat
- Tidak memakan buah citrus, seperti jeruk, lemon, dan jeruk nipis
- Tidak memakan bawang bombay
- Hindari pakaian yang ketat, terutama di bagian perut
- Tidak merokok
- Tidur dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Novie Rachmayanti/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 26 November 2019
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia Naik 4 Peringkat FIFA Usai Taklukkan Oman dan Mozambik
Tim Nasional 10 Juni 2026, 08:55
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Timnas Indonesia Diingatkan Tetap Waspada Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 16:22
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










