Pahami Ragam Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan Tubuh
Anindhya Danartikanya | 11 April 2020 13:10
Bola.net - Kayu manis adalah rempah yang terbuat dari kulit pohon bagian dalam, yang juga dikenal dengan cinnamon. Kayu manis telah dijadikan rempah-rempah semenjak Mesir Kuno. Kayu manis dulu menjadi barang langka dan dianggap sebagai hadiah yang sangat mewah bagi para raja.
Namun, saat ini kayu manis dapat ditemukan di berbagai pasar tradisional atau supermarket, dengan harga yang relatif cukup murah. Kayu manis sering dijadikan sebagai bahan penguat rasa makanan atau minuman.
Kayu manis dibuat dari mengambil kulit bagian dalam dari pohon kayu manis, lalu dikeringkan. Setelah mengering berbentuk seperti setrip, dan biasanya dinamakan batang kayu manis. Batang ini dapat digiling dan menjadi bubuk.
Kayu manis sering digunakan sebagai taburan pada kue atau bahan campuran untuk membuat minuman, tapi juga telah lama dijadikan bahan untuk membuat ramuan obat atau penawar selama ribuan tahun karena memiliki manfaat yang baik bagi tubuh.
Berikut rangkuman dari Healthline, tujuh manfaat kayu manis untuk kesehatan.
Memperkuat Metabolisme Tubuh
Kayu manis mengandung senyawa cinnamaldehyde yang sangat tinggi, dan para ilmuwan percaya bahwa senyawa ini berkhasiat sebagai penguat metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh.
Sebagai Antioksidan
Kayu manis kaya akan antioksidan, dan antioksidan ini dapat melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
Kayu manis sarat dengan antioksidan kuat, seperti polifenol. Dalam sebuah penelitian, kayu manis menjadi rempah yang unggul daripada rempah lainnya, dan bahkan unggul dari makanan super, seperti bawang dan oregano.
Sebagai Antiinflamasi
Rempah-rempah yang satu ini memiliki efek antiinflamsi bagi tubuh. Hal tersebut sangat dibutuhkan bagi tubuh untuk melawan infeksi dan memperbaiki kerusakan jaringan.
Konsumsi kayu manis secara rutin setiap hari. Anda dapat mencampurkannya dengan berbagai masakan atau minuman seperti teh dan kopi yang sering Anda buat pada pagi hari.
Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung
Kayu manis dapat mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit jantung, satu di antara penyebab kematian yang paling banyak di dunia.
Pada orang yang mengalami diabetes tipe 2, satu gram atau sekitar setengah sendok kayu manis perhari terbukti memiliki efek baik bagi tekanan darah. Hal tersebut mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan di sisi lain, kolesterol baik (HDL) tetap stabil.
Beberapa studi telah menunjukan hasil, mengonsumsi kayu manis 120 mg perhari dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan mengurangi tekanan darah rendah, dan semua faktor tersebut dapat secara drastis mengurangi risiko penyakit jantung.
Menurunkan Kadar Gula Darah
Kayu manis yang Anda konsumsi secara rutin dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Penelitian telah menunjukkan, kayu manis telah terbukti mengurangi jumlah glukosa yang masuk ke aliran darah setelah makan.
Beberapa penelitian lainya juga menunjukan pada manusia efek anti-diabetes dari kayu manis, dapat menurunkan kadar gula darah sebesar 10-29 persen.
Menghindarkan dari Bahaya Kanker
Kanker adalah satu di antara penyakit yang sangat berbahaya, dan ditandai dengan pergerakan sel yang tidak terkendali. Potensi kayu manis dalam pencegahan dan pengobatan kanker telah dipelajari sejak dulu.
Cara kerja senyawa yang ada dalam kayu manis adalah, dengan mengurangi pertumbuhan sel kanker dan pembentukan pembuluh darah pada tumor yang beracun pada sel kanker, dan dapat membunuh sel kanker itu sendiri.
Membantu Memerangi Virus HIV
HIV adalah virus yang secara perlahan dapat merusak sistem kekebalan tubuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan AIDS, jika tidak kunjung diobati.
Kayu manis yang diekstrak dari varietas Cassia diduga membantu memerangi HIV-1, satu di antara jenis virus HIV yang paling umum pada manusia.
Sebuah penelitian yang mengamati sel yang terinfeksi virus HIV, menemukan kayu manis paling efektif untuk mengobati penyakit ini daripada 69 tanaman obat lain yang diteliti.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Rheza Aditya Gradianto/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 9 April 2020
Video: 6 Jenis Masker Beserta Fungsinya untuk Cegah Virus Corona
Baca Juga:
- Pahami Macam Bentuk Social Distancing demi Cegah Infeksi Virus Corona
- Cara Jaga Kebersihan Makanan saat Pandemi Covid-19 Menurut UNICEF
- Cara Aman Belanja di Supermarket agar Terhindar dari Ancaman Virus Corona
- Pahami Tips Aman Delivery Makanan Saat Pandemi Virus Corona
- Pahami Jenis Kain yang Baik untuk Masker Pencegahan Covid-19
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









