Waspadai Bahaya Encephalitis, Penyakit yang Merundung Alfin Lestaluhu
Anindhya Danartikanya | 3 November 2019 10:40
Bola.net - Dunia sepak bola dikejutkan oleh meninggalnya pemain Timnas Indonesia U-16, Alfin Lestaluhu. Pemain asal Ternate itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Seperti dilansir dari laman resmi PSSI, Lestaluhu meninggal lantaran terserang penyakit ecephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbuminemia.
Encephalitis adalah peradangan otak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi yang dapat menyerang otak, bisa terjadi pada anak-anak hingga orang tua yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Seperti dikutip dari situs Encephalitis, penyakit ini tercatat lebih dari 6.000 kasus di Inggris setiap tahunnya. Bahkan, di Amerika Serikat sebanyak 250.000 pasien dirawat di rumah sakit dengan diagnosis encephalitis.
Encephalitis termasuk ke dalam penyakit langka yang berisiko mengancam jiwa seseorang. Penyakit ini harus segera ditangani, karena encephalitis bisa mengakibatkan terjadinya gangguan pada kemampuan berbicara, memori (ingatan), hingga kematian.
Berikut adalah penyebab dan gejala penyakit encephalitis, seperti dirangkum dari Kids Health dan Encephalitis.info.
Gejala Penyakit Encephalitis
Penyakit encephalitis atau radang otak biasanya menimbulkan tanda dan gejala yang serupa dengan flu ringan, demam dan sakit kepala. Selain itu, tanda-tanda encephalitis bisa menyerupai flu dalam tingkat yang lebih parah.
Penyakit ini juga bisa menyebabkan pengidapnya kerap sulit berpikir, mengalami kejang-kejang, atau memiliki masalah dengan sistem indra tubuh. Berikut berbagai encephalitis yang bisa berkisar dalam kategori ringan hingga berat.
Gejala radang otak ringan yang menyerupai flu, yakni:
- Demam
- Sakit kepala
- Nafsu makan menurun
- Mual dan muntah
- Leher terasa kaku
- Nyeri pada otot atau persendian
- Kehilangan energi dan mudah lemas
Gejala encephalitis yang lebih parah, yakni:
- Demam lebih tinggi, bisa mencapai 40 derajat celcius
- Sakit kepala parah
- Mual dan muntah
- Leher kaku
- Sering merasa kebingungan
- Mengalami halusinasi
- Mengalami kejang-kejang
- Perubahan gerakan motorik tubuh yang menjadi lebih lambat
- Mudah marah
- Kehilangan kesadaran
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
- Mengalami masalah dengan kemampuan berbicara dan mendengar
- Kehilangan kemampuan untuk merasakan atau kelumpuhan di area wajah dan tubuh
- Kehilangan kemampuan indra pengecap
- Perubahan mental, seperti linglung, mengantuk, disorientasi
- Hilang ingatan
- Mudah mengantuk
- Koma
Penyebab Encephalitis
Seperti dilansir Kids Health, tiga kelompok virus adalah penyebab umum ensefalitis atau peradangan adalah sebagai berikut:
- Virus herpes, seperti cacar air, EBV (irus Epstein-Barr, yang menyebabkan mono), dan herpes simpleks (yang menyebabkan luka dingin ).
- Virus dan kuman lain yang ditularkan oleh serangga, seperti virus West Nile (menyebar melalui gigitan nyamuk) dan kuman yang menyebabkan penyakit Lyme dan Rocky Mountain melihat demam (menyebar melalui gigitan kutu).
- Virus yang menyebabkan infeksi pada masa kanak-kanak yang umum, seperti campak dan Rubella, gondog. Penyakit ini sangat langka dan jarang dialami oleh beberapa orang yang rajin melakukan imunisasi.
Penyebab lainnya
- Disebabkan infeksi dari bakteri, seperti meningitis bakteri
- Komplikasi penyakit menular lainnya seperti sifilis
- Akibat menumpuknya parasit dalam tubuh, seperti toksoplasmosis (ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi) pada orang dengan sistem kekebalan yang melemah.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Novie Rachmayanti/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 1 November 2019
Baca Juga:
Sama-Sama Berbahaya, Waspadai Perbedaan Penyakit Campak dan Rubella
Tak Perlu Biaya Mahal, Inilah 5 Obat Batu Ginjal Alami
Video: Afridza Munandar Tewas di Asia Talent Cup, Dunia Berduka
Para Rider MotoGP Ucapkan Belasungkawa untuk Afridza Munandar
Afridza Munandar, Rider Indonesia Berprestasi yang Tewas di Asia Talent Cup Sepang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala AFF 2026 Jadi Panggung John Herdman Seleksi Pemain untuk FIFA ASEAN Cup
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 18:01
-
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, John Herdman Tak Salahkan Wasit
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:04
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:01
-
Link Streaming Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 20:00
-
Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
Liga Champions 6 September 2026, 19:14
-
Link Streaming Valencia vs Barcelona, 6 September 2026
Liga Spanyol 6 September 2026, 19:00
-
Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 18:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






