Waspadai Gejala Demam Berdarah Dengue, Pahami Cara Pencegahannya
Anindhya Danartikanya | 14 April 2020 16:05
Bola.net - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat seiring datangnya musim hujan. DBD merupakan penyakit mudah menular yang tak boleh diabakan dan harus segera ditangani. Musim hujan, terutama di daerah tropis, adalah habitat sempurna bagi nyamuk untuk bereproduksi.
Dilansir dari laman Halodoc, DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk betina, umumnya Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue. Beberapa gejala umum demam berdarah yang terjadi adalah naiknya suhu tubuh menjadi sangat tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, dan nyeri otot.
Dalam level yang parah, gejala demam berdarah meliputi kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, sulit bernapas, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di perut. Balita dan anak cukup rentan terjangkit penyakit ini.
Gejala biasanya muncul sekitar 4-7 hari usai digigit nyamuk. Ada gejala lain demam berdarah dengue adalah kebocoran cairan darah, hematuria, dan perdarahan gastrointestinal. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, gejala ini bisa berubah menjadi lebih serius seperti sindrom syok dengue, kegagalan kerja organ tubuh, hingga kematian.
Sebelum mengetahui gejalanya, pahami dulu bahwa penyakit demam berdarah bisa dipicu beberapa faktor risiko, seperti pernah terinfeksi virus dengue, tinggal atau bepergian ke daerah tropis, bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Gejala demam berdarah harus sangat diperhatikan. Sifatnya yang menipu seringkali membuat banyak orang menyepelekannya. Berikut rangkuman dari berbagai sumber, gejala-gejala orang yang terserang demam berdarah.
Gejala Umum Terjangkit Demam Berdarah
- Demam tinggi mencapai 40 derajat celsius selama 2-7 hari
- Nyeri kepala berat
- Nyeri pada sendi, otot, dan tulang
- Nyeri pada bagian belakang mata
- Nafsu makan menurun
- Mual dan muntah
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam
- Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
- Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit
- Muntah darah
- BAB berwarna hitam
- Dehidrasi
Pencegahan Demam Berdarah (DBD)
Untuk mencegah demam berdarah, Anda bisa melakukan 3M sebagai satu di antara cara pencegahan. Tindakan ini perlu dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk demam berdarah, dengan cara:
- Menguras tempat-tempat penampungan air
- Menutup rapat semua tempat penampungan air
- Mengubur barang bekas
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Alfi Yuda/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 12 April 2020
Video: 6 Jenis Masker Beserta Fungsinya untuk Cegah Virus Corona
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
2 Tahun Absen, Saddil Ramdani Punya Ambisi Besar di Timnas Indonesia
Tim Nasional 3 Juni 2026, 08:42
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 5 Juni 2026, 21:36
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














