Lagu Lama Jose Mourinho: Ribut di Lapangan, Dapat Kartu Merah, Benfica Imbangi Porto 2-2
Richard Andreas | 9 Maret 2026 11:31
Bola.net - Laga O Classico antara Benfica dan Porto berakhir dramatis setelah kedua tim bermain imbang 2-2 dalam duel sengit Liga Portugal. Pertandingan yang berlangsung penuh tensi itu menghadirkan comeback penting dari tuan rumah.
Porto sempat terlihat berada di jalur kemenangan setelah unggul dua gol pada babak pertama. Namun, Benfica bangkit pada paruh kedua pertandingan untuk menyelamatkan satu poin penting.
Drama pertandingan tidak berhenti di situ. Ketegangan memuncak di menit-menit akhir yang berujung pada kartu merah untuk pelatih Benfica, Jose Mourinho.
Benfica Bangkit Setelah Tertinggal Dua Gol

Porto membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-10 melalui gelandang Denmark, Victor Froholdt. Gol tersebut memberi awal ideal bagi tim tamu dalam pertandingan besar ini.
Keunggulan Porto bertambah menjelang turun minum. Oskar Pietuszewski mencetak gol kedua yang membuat tim pemuncak klasemen Liga Portugal itu berada dalam posisi sangat menguntungkan.
Meski begitu, Benfica menunjukkan respons kuat setelah jeda. Tekanan yang mereka bangun akhirnya berbuah hasil lewat gol Andreas Schjelderup yang memperkecil ketertinggalan.
Drama semakin memuncak pada menit-menit akhir. Leandro Barreiro mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 untuk memastikan Benfica terhindar dari kekalahan.
Mourinho Diusir Wasit Usai Insiden di Pinggir Lapangan

Gol penyeimbang tersebut memicu ketegangan di pinggir lapangan. Mourinho terlihat terlibat adu argumen dengan staf Porto di area bangku cadangan.
Situasi itu akhirnya membuat wasit mengeluarkan kartu merah untuk pelatih berusia 63 tahun tersebut. Saat meninggalkan lapangan, Mourinho juga terlihat membuat gestur dengan jari yang tampak mengejek seseorang.
Mourinho kemudian memberikan versinya mengenai insiden tersebut. “Wasit mengatakan saya diusir karena menendang bola ke arah bangku cadangan FC Porto. Itu sepenuhnya tidak benar."
"Sudang sering terjadi ketika kami mencetak gol, saya menendang bola ke arah tribun untuk memberi kesempatan kepada seorang penggemar yang beruntung.”
Bukan Menendang ke Bangku Cadangan, tapi ke Tribune
“Saya tahu kemampuan teknik saya tidak terlalu bagus, tetapi bola itu memang ditujukan ke tribune," Mourinho melanjutkan.
"Saya diusir secara tidak adil. Asisten wasit keempat melakukan pekerjaan yang buruk sepanjang pertandingan dan tetap melakukannya ketika saya menjelaskan hal itu kepada wasit.”
Lebih lanjut, Mourinho juga mengungkap bahwa kemarahannya dipicu oleh komentar dari salah satu staf Porto.
“Dia memanggil saya pengkhianat sekitar 50 kali. Saya ingin dia menjelaskan kepada saya, pengkhianat terhadap apa? Saya pernnah bekerja untuk FC Porto, saya memberikan jiwa saya untuk klub itu.”
“Saya pergi ke Chelsea, saya ke Inter, ke Real Madrid, saya berkeliling dunia dan memberikan 24 jam hidup saya setiap hari. Itu disebut profesionalisme."
Porto Memang Lebih Tangguh
Meski timnya berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol, Mourinho mengakui Porto tampil lebih baik sepanjang sebagian besar pertandingan.
“Mengenai pertandingan, untuk sebagian besar waktu FC Porto lebih dekat untuk meraih kemenangan daripada kami," Mourinho menambahkan.
“Anda bisa menyukai mereka, tidak menyukai mereka, atau bahkan membenci mereka, tapi harus diakui bahwa FC Porto telah membangun tim dengan sebuah ide yang jelas."
"Itulah yang mereka inginkan, cara mereka bermain, dan profil pemainnya cocok dengan gaya itu,” tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Siku ke Wajah Lawan, Marc Guehi Picu Keributan di Laga Porto vs Man City
Liga Champions 9 September 2026, 05:18
-
Man of the Match Porto vs Man City: Erling Haaland
Liga Champions 9 September 2026, 05:04
-
Real Madrid 2-1 Inter Milan, Jose Mourinho: Pertandingan Gila! Gak Boring Sama Sekali!
Liga Champions 9 September 2026, 05:00
-
Hasil Porto vs Man City: Ditentukan 2 Gol Erling Haaland
Liga Champions 9 September 2026, 04:56
-
Link Streaming Liga Champions: Porto vs Man City 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 22:58
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:56
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Persib 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:36
-
Prediksi Liverpool vs Fulham 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 16:34
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 15:47 -
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 15:39
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

