Lagu Lama Jose Mourinho: Ribut di Lapangan, Dapat Kartu Merah, Benfica Imbangi Porto 2-2

Richard Andreas | 9 Maret 2026 11:31
Lagu Lama Jose Mourinho: Ribut di Lapangan, Dapat Kartu Merah, Benfica Imbangi Porto 2-2
Momen selebrasi Andreas Schjelderup usai mencetak gol di laga Benfica vs Porto, Liga Portugal, di Estadio da Luz, 9 Maret 2026 (c) Official X @SLBenfica

Bola.net - Laga O Classico antara Benfica dan Porto berakhir dramatis setelah kedua tim bermain imbang 2-2 dalam duel sengit Liga Portugal. Pertandingan yang berlangsung penuh tensi itu menghadirkan comeback penting dari tuan rumah.

Porto sempat terlihat berada di jalur kemenangan setelah unggul dua gol pada babak pertama. Namun, Benfica bangkit pada paruh kedua pertandingan untuk menyelamatkan satu poin penting.

Advertisement

Drama pertandingan tidak berhenti di situ. Ketegangan memuncak di menit-menit akhir yang berujung pada kartu merah untuk pelatih Benfica, Jose Mourinho.

1 dari 4 halaman

Benfica Bangkit Setelah Tertinggal Dua Gol

Benfica Bangkit Setelah Tertinggal Dua Gol

Selebrasi kiper Benfica, Anatoliy Trubin usai mencetak gol ke gawang Real Madrid di Liga Champions. (c) dok.SLBenfica

Porto membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-10 melalui gelandang Denmark, Victor Froholdt. Gol tersebut memberi awal ideal bagi tim tamu dalam pertandingan besar ini.

Keunggulan Porto bertambah menjelang turun minum. Oskar Pietuszewski mencetak gol kedua yang membuat tim pemuncak klasemen Liga Portugal itu berada dalam posisi sangat menguntungkan.

Meski begitu, Benfica menunjukkan respons kuat setelah jeda. Tekanan yang mereka bangun akhirnya berbuah hasil lewat gol Andreas Schjelderup yang memperkecil ketertinggalan.

Drama semakin memuncak pada menit-menit akhir. Leandro Barreiro mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 untuk memastikan Benfica terhindar dari kekalahan.

2 dari 4 halaman

Mourinho Diusir Wasit Usai Insiden di Pinggir Lapangan

Mourinho Diusir Wasit Usai Insiden di Pinggir Lapangan

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memberikan instruksi kepada pemainnya, Samuel Dahl, dalam pertandingan fase liga Liga Champions antara Ajax vs Benfica, 25 November 2025 (c) AP Photo/Peter Dejong

Gol penyeimbang tersebut memicu ketegangan di pinggir lapangan. Mourinho terlihat terlibat adu argumen dengan staf Porto di area bangku cadangan.

Situasi itu akhirnya membuat wasit mengeluarkan kartu merah untuk pelatih berusia 63 tahun tersebut. Saat meninggalkan lapangan, Mourinho juga terlihat membuat gestur dengan jari yang tampak mengejek seseorang.

Mourinho kemudian memberikan versinya mengenai insiden tersebut. “Wasit mengatakan saya diusir karena menendang bola ke arah bangku cadangan FC Porto. Itu sepenuhnya tidak benar."

"Sudang sering terjadi ketika kami mencetak gol, saya menendang bola ke arah tribun untuk memberi kesempatan kepada seorang penggemar yang beruntung.”

3 dari 4 halaman

Bukan Menendang ke Bangku Cadangan, tapi ke Tribune

“Saya tahu kemampuan teknik saya tidak terlalu bagus, tetapi bola itu memang ditujukan ke tribune," Mourinho melanjutkan.

"Saya diusir secara tidak adil. Asisten wasit keempat melakukan pekerjaan yang buruk sepanjang pertandingan dan tetap melakukannya ketika saya menjelaskan hal itu kepada wasit.”

Lebih lanjut, Mourinho juga mengungkap bahwa kemarahannya dipicu oleh komentar dari salah satu staf Porto.

“Dia memanggil saya pengkhianat sekitar 50 kali. Saya ingin dia menjelaskan kepada saya, pengkhianat terhadap apa? Saya pernnah bekerja untuk FC Porto, saya memberikan jiwa saya untuk klub itu.”

“Saya pergi ke Chelsea, saya ke Inter, ke Real Madrid, saya berkeliling dunia dan memberikan 24 jam hidup saya setiap hari. Itu disebut profesionalisme."

4 dari 4 halaman

Porto Memang Lebih Tangguh

Meski timnya berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol, Mourinho mengakui Porto tampil lebih baik sepanjang sebagian besar pertandingan.

“Mengenai pertandingan, untuk sebagian besar waktu FC Porto lebih dekat untuk meraih kemenangan daripada kami," Mourinho menambahkan.

“Anda bisa menyukai mereka, tidak menyukai mereka, atau bahkan membenci mereka, tapi harus diakui bahwa FC Porto telah membangun tim dengan sebuah ide yang jelas."

"Itulah yang mereka inginkan, cara mereka bermain, dan profil pemainnya cocok dengan gaya itu,” tutupnya.

LATEST UPDATE