Jika Brasil Bisa Punya Ancelotti, Mengapa Italia Tak Ambil Mourinho?

Jika Brasil Bisa Punya Ancelotti, Mengapa Italia Tak Ambil Mourinho?
Pelatih Benfica, Jose Mourinho memberikan instruksi di pinggir lapangan saat melawan Napoli di Liga Champions, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - Politisi Ignazio La Russa melontarkan ide mengejutkan terkait masa depan timnas Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia. Ia mengusulkan agar Italia mempertimbangkan pelatih asing seperti Jose Mourinho.

Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun memicu perubahan besar di dalam federasi. Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon telah mengundurkan diri.

Situasi ini membuat posisi pelatih Gennaro Gattuso juga berada di ujung tanduk. Sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat untuk memulai era baru timnas Italia.

Beberapa pelatih top seperti Antonio Conte, Massimiliano Allegri, Roberto Mancini, dan Simone Inzaghi masuk dalam radar. Namun, La Russa justru mendorong opsi pelatih asing sebagai solusi berbeda.

Jika Brasil Bisa Rekrut Ancelotti, Italia Mengapa Tidak Mourinho

Jika Brasil Bisa Rekrut Ancelotti, Italia Mengapa Tidak Mourinho

Selebrasi pelatih Benfica, Jose Mourinho usai laga melawan Real Madrid di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Ignazio La Russa mengemukakan pandangannya terkait peluang Italia menunjuk pelatih asing. Ia mencontohkan langkah Brasil yang berani menunjuk Carlo Ancelotti.

Menurutnya, Italia tidak perlu ragu mengikuti langkah serupa jika ingin melakukan perubahan besar. Ia menilai pelatih asing bisa membawa perspektif baru bagi tim nasional.

"Jika Brasil bisa merekrut pelatih hebat dan asing seperti Ancelotti, mengapa kita tidak bisa mendapatkan seseorang seperti Mourinho?" ujar La Russa kepada Corriere della Sera.

Mourinho beberapa kali dikaitkan dengan posisi pelatih timnas Portugal dalam beberapa tahun terakhir. Namun saat ini, ia menjabat sebagai pelatih Benfica setelah berpisah dengan Fenerbahce pada Agustus 2025.

Dalam kariernya di Serie A, Mourinho pernah menangani Inter Milan dan AS Roma. Namun, ia harus mengakhiri kebersamaannya dengan Roma setelah diberhentikan pada Januari 2024.

Kritik Tajam atas Kegagalan di Playoff

Kritik Tajam atas Kegagalan di Playoff

Starting XI Timnas Italia saat melawan Timnas Bosnia-Herzegovina di final playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026 di Zenica. (c) AP Photo/Armin Durgut

La Russa juga melontarkan kritik keras terhadap performa Italia saat kalah dari Bosnia dan Herzegovina. Ia menilai kegagalan tersebut sebagai sesuatu yang sulit diterima.

Italia tersingkir setelah kalah melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1. Situasi semakin sulit karena harus bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Alessandro Bastoni.

"Bagaimana mungkin Anda membiarkan pemain muda seperti Pio Esposito mengambil penalti pertama, padahal dia bahkan tidak melakukannya di Inter?" ujar La Russa.

"Dan mengapa Bastoni dimainkan di luar posisinya untuk mengakomodasi Calafiori di sisi kiri pertahanan? Hal itu pada akhirnya merugikan Dimarco di sisi yang sama," lanjut La Russa.

Sumber: Football Italia