Dari Desa Biasa Jadi Destinasi Wisata Favorit, Sentuhan BRI Bikin Sanankerto Terus Berkembang
Asad Arifin | 14 Mei 2026 21:03
Bola.net - Udara sejuk langsung terasa saat memasuki Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis siang, 14 Mei 2025. Hamparan sawah hijau dan deretan pepohonan di kanan-kiri jalan seolah menjadi penanda bahwa desa ini masih menjaga wajah asrinya di tengah geliat pembangunan kawasan wisata.
Memasuki kawasan desa, sebuah gapura besar dengan dominasi warna biru menyambut para pengunjung. Pada bagian depannya terpampang logo BRI Peduli dan Desa BRILian, simbol yang menandai perjalanan panjang Sanankerto menjadi salah satu desa binaan unggulan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Hari itu suasana desa cukup ramai. Momen libur panjang membuat ratusan wisatawan berdatangan ke Boon Pring, destinasi wisata andalan Sanankerto yang terkenal dengan kebun bambunya.
Sepeda motor dan mobil silih berganti memasuki area parkir. Pengunjung cukup membayar tiket Rp10 ribu per orang. Anak-anak berusia di bawah lima tahun tidak dikenakan tiket. Sementara, biaya parkir dikenakan Rp5 ribu untuk motor dan Rp10 ribu untuk mobil.
Dari Sumber Air Hingga Menjadi Desa Wisata

Di balik ramainya wisatawan yang datang, Desa Sanankerto ternyata menyimpan cerita panjang tentang upaya warga membangun potensi desa secara perlahan. Salah satu sosok yang menjadi saksi perjalanan itu adalah Mohammad Yatim, Direktur BUMDes Desa Sanankerto yang kini berusia 70 tahun.
Pria yang merupakan pensiunan guru Sekolah Dasar itu masih mengingat bagaimana kawasan tersebut mulai dikenal masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, wisata di Sanankerto sebenarnya sudah ada sejak dirinya masih kecil, hanya saja belum dikelola secara serius seperti sekarang.
“Dulu yang terkenal itu sumber airnya. Wisatawan dari kota-kota sekitar datang ke sini karena sumber air tersebut,” kata Yatim saat ditemui di rumahnya di Desa Sanankerto.
Ia bercerita, pengembangan wisata mulai bergerak lebih serius sekitar tahun 2015. Saat itu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mulai aktif bersama sejumlah pihak lain untuk mengembangkan potensi desa.
Dua tahun berselang, Pemerintah Desa Sanankerto membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejak saat itu, pengelolaan wisata mulai berjalan lebih tertata dan memiliki arah pengembangan yang lebih jelas.
Menurut Yatim, konsep desa wisata di Sanankerto tidak hanya bertumpu pada satu lokasi. Selain Boon Pring, desa tersebut juga memiliki kampung bunga, kampung budaya, kampung dolanan, hingga berbagai kawasan penunjang lain.
“Kebetulan juga di sini alamnya bagus. Kalau wisata buatan biasanya tidak bisa bertahan lama. Alam pun kalau tidak dikelola secara kreatif juga bisa menurun,” ujarnya.
Program Desa BRILian Jadi Titik Perubahan

Perjalanan Sanankerto menuju desa wisata unggulan semakin terbuka ketika desa tersebut mengikuti program Desa BRILian dari BRI. Program itu menjadi titik penting yang mempercepat pembangunan berbagai fasilitas wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Menurut Yatim, proses mengikuti program Desa BRILian dilakukan melalui tahapan seleksi dan penilaian yang cukup ketat. Desa harus menjawab berbagai pertanyaan dan memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan pihak BRI.
“Iya. Kami mengisi berbagai persyaratan yang diajukan oleh BRI. Mungkin jawaban-jawaban kami sesuai dengan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Setelah terpilih, Sanankerto mendapatkan bantuan pengembangan dengan nilai total mencapai sekitar Rp1 miliar. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan fasilitas dan pengadaan berbagai sarana penunjang wisata.
“Total bantuannya kurang lebih mencapai Rp1 miliar, baik berupa bangunan maupun fasilitas lainnya,” tutur Yatim.
Dana itu tidak hanya difokuskan untuk kawasan Boon Pring. Pengembangan juga menyasar berbagai kawasan lain di desa, mulai dari lapangan, kampung bunga, hingga fasilitas penunjang aktivitas UMKM warga.
Menurut Yatim, dampak program tersebut kini dirasakan langsung masyarakat desa. Tidak hanya pelaku wisata, pedagang kecil dan pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata juga ikut memperoleh manfaat ekonomi.
“Sangat bermanfaat. Semua bantuan bangunan digunakan untuk pengembangan desa wisata maupun destinasi wisata. Selain itu juga membantu UMKM,” katanya.
Sanankerto bahkan kembali menerima tambahan bantuan pengembangan dari BRI pada 2025 lalu. Nilainya mencapai Rp500 juta. Dana itu digunakan untuk melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas penunjang wisata dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Komitmen BRI Bantu Desa untuk Berkembang dan Punya Daya Saing

Program Desa BRILian sendiri dirancang untuk mendorong desa memiliki kemampuan pengelolaan yang lebih profesional dan berdaya saing. Hal itu disampaikan Regional Micro Business Head BRI Malang, Tito Witarnawan.
Program ini menitikberatkan pada pengembangan potensi desa melalui digitalisasi, penguatan BUMDes dan UMKM, serta pelestarian lingkungan berkelanjutan guna mendorong perekonomian desa menjadi lebih berkembang dan mandiri.
“Program ini ditujukan untuk membina desa agar mampu mengelola wilayahnya secara lebih profesional, sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dan menjadi lebih bank-able untuk kerja sama,” ujar Tito.
Dalam pelaksanaannya di wilayah Malang, BRI turut menggandeng kalangan akademisi, termasuk dari Universitas Brawijaya. Para dosen, ahli hingga profesor dilibatkan untuk memberikan pelatihan sekaligus melakukan penilaian independen terhadap potensi desa.
“Desa-desa yang memiliki potensi, baik dari sisi usaha maupun pengembangan BUMDes, akan terus didorong. Dari situ, peluang akses pembiayaan juga terbuka, sehingga tercipta ekosistem yang saling terhubung,” kata Tito.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Malang Sutoyo Tegaskan Dokumen Agunan Matali Telah Diserahkan Usai Pelunasan Pinjaman
News 11 Oktober 2026, 16:16
-
BRI Region 13 Malang Perkuat Fasilitas KB Al Naba Lewat Program TJSL
News 28 September 2026, 05:21
-
BRI Dukung Pembangunan Pura Dhali Agrahita, Jaga Fasilitas Keagamaan dan Keindahan Pujon
News 27 September 2026, 08:11
-
BRI Region 13 Malang Dorong Kepedulian Lingkungan dari Sekolah, Bagikan 17 Bibit Pohon Produktif
News 22 September 2026, 11:20
-
BRI Region 13 Malang Serahkan Ambulans untuk Dukung Akses Kesehatan Warga Lumbang
News 20 September 2026, 05:21
LATEST UPDATE
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


