Dari Lereng Kelud, Sapi-Sapi Perah Menghidupi Harapan: Jejak Klasterku Hidupku BRI di Kediri

Asad Arifin | 5 Mei 2026 20:35
Dari Lereng Kelud, Sapi-Sapi Perah Menghidupi Harapan: Jejak Klasterku Hidupku BRI di Kediri
Purnomo, Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi, mendapat manfaat dari program Klasterku Hidupku BRI (c) Dok. BRI RO Malang

Bola.net - Di lereng Gunung Kelud yang sejuk, aktivitas peternakan sapi perah menjadi denyut kehidupan warga Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Di desa ini, suara lenguhan sapi menjadi penanda hari yang terus bergerak.

Jumlah sapi perah di desa tersebut bahkan melampaui jumlah penduduknya. Kondisi itu menegaskan bahwa peternakan bukan sekadar pekerjaan, melainkan identitas kolektif masyarakat setempat.

Advertisement

Purnomo, Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi, menjadi salah satu saksi perubahan itu. Ia menyebut mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor peternakan sapi perah.

"Masyarakat di sini mayoritas adalah peternak sapi perah, bahkan jumlah penduduknya kalah banyak dengan jumlah sapinya," ujar Purnomo 48 tahun, Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi Desa babadan Kecamatan Ngancar.

1 dari 3 halaman

Dari Keterbatasan Modal ke Skema Kolektif

Sebelum mengenal dukungan perbankan, para peternak di Desa Babadan menghadapi kendala klasik: keterbatasan modal. Harga sapi perah betina yang mencapai puluhan juta rupiah membuat ekspansi usaha menjadi sulit dilakukan.

"Karena harga sapi perah betina sudah Rp 25 juta sampai Rp 35 juta, jadi untuk mengembangkan juga sangat berat," katanya.

Situasi itu mulai berubah pada 2020, ketika kelompok ternak Karya Anadi menjalin komunikasi dengan BRI Unit Ngancar. Melalui skema kredit kelompok, solusi mulai ditemukan.

"Waktu itu kami menerima kredit atas nama kelompok, lalu disalurkan ke anggota," ceritanya.

Sejak saat itu, pertumbuhan usaha mulai terlihat nyata. Purnomo, yang awalnya hanya memiliki tiga ekor sapi, kini telah mengembangkan usahanya menjadi 23 ekor sapi perah.

"Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada BRI atas dukungan kredit dan kepercayaan kepada kelompok ternak sapi perah di Desa Babadan ini, semoga program ini terus berjalan agar kami bisa terus berkembang," ucap Purnomo.

2 dari 3 halaman

Klasterku Hidupku, Mendorong Usaha Tumbuh Bersama

Klasterku Hidupku, Mendorong Usaha Tumbuh Bersama

Tito Witarnawan, Regional Micro Banking Head BRI Region Malang (c) Dok Asad Arifin

Penguatan kelompok ternak di Desa Babadan tidak lepas dari program Klasterku Hidupku BRI. Program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan usaha berbasis komunitas dengan pendekatan kolektif.

Melalui program tersebut, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga pendampingan dan pelatihan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan.

"Misalnya, delapan pelaku usaha buah naga dapat dibentuk menjadi satu klaster. Hingga April, jumlah klaster usaha telah mencapai sekitar 7.300," ucap Regional Micro Business Head BRI RO Malang, Tito Witarnawan.

Dalam klaster ini, para pelaku usaha juga memperoleh dukungan sarana produksi sesuai kebutuhan. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses usaha menjadi lebih bankable.

"Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas usaha mereka. Setelah berkembang dan mulai bankable, mereka diarahkan untuk mengakses layanan perbankan, termasuk pengajuan KUR," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Permintaan Susu Tinggi, Harapan Terus Bertambah

Permintaan Susu Tinggi, Harapan Terus Bertambah

Purnomo, Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi, mendapat manfaat dari program Klasterku Hidupku BRI (c) Dok. BRI RO Malang

Perkembangan usaha peternakan sapi perah di Desa Babadan kini juga ditopang oleh meningkatnya permintaan susu. Program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong kebutuhan pasar.

Di tingkat peternak, permintaan susu dari produsen disebut cukup tinggi. Bahkan, dalam beberapa kondisi, pasokan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi peternak untuk terus meningkatkan populasi dan produksi. Dukungan permodalan menjadi faktor penting untuk menjawab peluang tersebut.

Branch Manager BRI Branch Office Kediri, Adi Nugroho, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung sektor produksi masyarakat. Sektor peternakan menjadi salah satu fokus karena relevan dengan kebutuhan nasional.

"Terlebih di sektor peternak sapi perah ini linier dengan program pemerintah pusat, sehingga kami selalu siap mendampingi dan mendorong untuk terus berkembang," tandasnya.

BRI juga memastikan adanya pendampingan usaha dan edukasi finansial bagi para pelaku usaha. Langkah ini dilakukan agar usaha yang tumbuh tidak hanya berkembang, tetapi juga berkelanjutan dan terkelola dengan baik.

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE