
Bola.net - Di lereng Gunung Kelud yang sejuk, aktivitas peternakan sapi perah menjadi denyut kehidupan warga Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Di desa ini, suara lenguhan sapi menjadi penanda hari yang terus bergerak.
Jumlah sapi perah di desa tersebut bahkan melampaui jumlah penduduknya. Kondisi itu menegaskan bahwa peternakan bukan sekadar pekerjaan, melainkan identitas kolektif masyarakat setempat.
Purnomo, Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi, menjadi salah satu saksi perubahan itu. Ia menyebut mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor peternakan sapi perah.
"Masyarakat di sini mayoritas adalah peternak sapi perah, bahkan jumlah penduduknya kalah banyak dengan jumlah sapinya," ujar Purnomo 48 tahun, Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi Desa babadan Kecamatan Ngancar.
Dari Keterbatasan Modal ke Skema Kolektif
Sebelum mengenal dukungan perbankan, para peternak di Desa Babadan menghadapi kendala klasik: keterbatasan modal. Harga sapi perah betina yang mencapai puluhan juta rupiah membuat ekspansi usaha menjadi sulit dilakukan.
"Karena harga sapi perah betina sudah Rp 25 juta sampai Rp 35 juta, jadi untuk mengembangkan juga sangat berat," katanya.
Situasi itu mulai berubah pada 2020, ketika kelompok ternak Karya Anadi menjalin komunikasi dengan BRI Unit Ngancar. Melalui skema kredit kelompok, solusi mulai ditemukan.
"Waktu itu kami menerima kredit atas nama kelompok, lalu disalurkan ke anggota," ceritanya.
Sejak saat itu, pertumbuhan usaha mulai terlihat nyata. Purnomo, yang awalnya hanya memiliki tiga ekor sapi, kini telah mengembangkan usahanya menjadi 23 ekor sapi perah.
"Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada BRI atas dukungan kredit dan kepercayaan kepada kelompok ternak sapi perah di Desa Babadan ini, semoga program ini terus berjalan agar kami bisa terus berkembang," ucap Purnomo.
Klasterku Hidupku, Mendorong Usaha Tumbuh Bersama

Penguatan kelompok ternak di Desa Babadan tidak lepas dari program Klasterku Hidupku BRI. Program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan usaha berbasis komunitas dengan pendekatan kolektif.
Melalui program tersebut, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga pendampingan dan pelatihan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
"Misalnya, delapan pelaku usaha buah naga dapat dibentuk menjadi satu klaster. Hingga April, jumlah klaster usaha telah mencapai sekitar 7.300," ucap Regional Micro Business Head BRI RO Malang, Tito Witarnawan.
Dalam klaster ini, para pelaku usaha juga memperoleh dukungan sarana produksi sesuai kebutuhan. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses usaha menjadi lebih bankable.
"Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas usaha mereka. Setelah berkembang dan mulai bankable, mereka diarahkan untuk mengakses layanan perbankan, termasuk pengajuan KUR," sambungnya.
Permintaan Susu Tinggi, Harapan Terus Bertambah

Perkembangan usaha peternakan sapi perah di Desa Babadan kini juga ditopang oleh meningkatnya permintaan susu. Program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong kebutuhan pasar.
Di tingkat peternak, permintaan susu dari produsen disebut cukup tinggi. Bahkan, dalam beberapa kondisi, pasokan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi peternak untuk terus meningkatkan populasi dan produksi. Dukungan permodalan menjadi faktor penting untuk menjawab peluang tersebut.
Branch Manager BRI Branch Office Kediri, Adi Nugroho, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung sektor produksi masyarakat. Sektor peternakan menjadi salah satu fokus karena relevan dengan kebutuhan nasional.
"Terlebih di sektor peternak sapi perah ini linier dengan program pemerintah pusat, sehingga kami selalu siap mendampingi dan mendorong untuk terus berkembang," tandasnya.
BRI juga memastikan adanya pendampingan usaha dan edukasi finansial bagi para pelaku usaha. Langkah ini dilakukan agar usaha yang tumbuh tidak hanya berkembang, tetapi juga berkelanjutan dan terkelola dengan baik.
Advertisement
Berita Terkait
-
News 27 Juni 2026 20:37Kokopi Malang: Kedai Kopi Markas Mahasiswa yang Tumbuh Berkat KUR BRI
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 5 Juli 2026 15:00Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
-
Piala Dunia 5 Juli 2026 12:00Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
BERITA LAINNYA
-
news 27 Juni 2026 20:37Kokopi Malang: Kedai Kopi Markas Mahasiswa yang Tumbuh Berkat KUR BRI
SOROT
-
Liputan6 5 Juli 2026 14:40Memburu Garis Finish di Kostrad Run 2026
-
Liputan6 5 Juli 2026 13:56Bupati Gowa Polisikan Dua Saksi Pansus Hak Angket
-
Liputan6 5 Juli 2026 13:31Empat Hari Penuh Duka bagi Polri
-
Liputan6 5 Juli 2026 12:00Di Balik Dugaan Teror Molotov Rumah Advokat
-
Liputan6 5 Juli 2026 11:00Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287622/original/040825800_1783238624-WhatsApp_Image_2026-07-05_at_14.46.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287589/original/019338600_1783237215-48993.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287541/original/074273100_1783234570-WhatsApp_Image_2026-07-05_at_13.51.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287494/original/067042700_1783230243-polisi_katingan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287351/original/038291100_1783219836-teror_bom_molotov.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673924/original/064756300_1782715045-8b339f5c-5296-40f5-b4c9-ab830a996d58.jpeg)
