Dikalahkan Brisbane, Jakarta Gagal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Serafin Unus Pasi | 25 Februari 2021 19:34
Bola.net - Impian Jakarta menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 resmi buyar. Setelah Komite Olimpiade menjatuhkan pilihan kepada Brisbane, Australia.
Brisbane terpilih karena faktor infrastruktur, termasuk lalu lintas yang baik.
Keputusan diambil oleh Komisi 'Future Host Summer Commission' yang ditugaskan untuk menilai sejumlah kota yang mengajukan diri menjadi tuan rumah untuk tahun 2032. Dewan Eksekutif IOC mendukung terpilihnya Brisbane.
Ketua Komisi Penentu Tuan Rumah Olimpiade, Kristin Kloster Aasen mengatakan Brisbane dan Australia dipilih dibandingkan karena pengalaman sebelumnya dalam menyelenggarakan pesta olahraga tingkat tinggi.
"Pengalaman tingkat tinggi dalam menjadi tuan rumah berbagai cabang internasional, ditunjang cuaca yang sangat menguntungkan di bulan Juli dan Agustus," ucapnya.
Faktor infrastruktur transportasi disorot.
"Infrastruktur transportasi yang ada dan yang akan dibangun, pengalaman dalam mengelola lalu lintas memenuhi apa yang dibutuhkan bagi Olimpiade dan sudah dibuktikan selama menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Persemakmuran tahun 2018," jelas Aasen.
Bila Brisbane dipastikan menjadi tuan rumah, maka untuk ketiga kalinya Australia akan menjadi tempat diselenggarakannya pesta olahraga terbesar di dunia ini.
Baca selengkapnya di bawah ini.
Belum 100 Persen
Keputusan untuk menjadikan Brisbane sebagai "tuan rumah pilihan pertama" disampaikan oleh Presiden IOC, Thomas Bach dalam jumpa pers di markas IOC di Swiss, Rabu kemarin.
"Setelah diskusi yang mendalam, kami secara aklamasi menyetujui rekomendasi tersebut," kata Thomas.
"Berdasarkan keputusan ini, komisi mulai melakukan diskusi yang rinci dengan Komite Brisbane 2032 dan juga Komite Olimpiade Australia mengenai potensi mereka menjadi tuan rumah Olimpiade 2032."
Setelah diskusi ini, IOC akan melakukan perundingan akhir dengan Brisbane dan kemudian membawa hal tersebut untuk diputuskan di sidang IOC kemungkinan di tahun depan.
Ketika ditanya mengapa Brisbane tidak langsung saja dinyatakan sebagai tuan rumah sekarang ini, Kristin mengatakan masih ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Brisbane.
"Sekarang kami dalam proses dialog mengenai Brisbane dan tergantung pada hasilnya dan juga rekomendasi yang kami berikan kepada Dewan Eksekutif IOC," katanya.
"Jadi ini belum 100 persen, tetapi ini seperti janji guna memperjelas keadaan."
Jakarta merupakan satu dari sejumlah kota yang menawarkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade. Beberapa kota lain yang juga mencalonkan diri adalah New Delhi (India), Budapest (Hongaria), Istanbul (Turki).
Proses Pemilihan
Bila nantinya Brisbane mendapat dukungan dari seluruh anggota IOC, maka kota ini menjadi kota kedua yang dipilih menjadi tuan rumah lewat cara yang tidak konvensional.
Di tahun 2017, Paris (Prancis) dan Los Angeles (AS) dipilih menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2024 dan 2028.
Saat itu IOC mengubah aturannya sendiri dengan memutuskan tuan rumah dua kota sekaligus.
Proses ini diubah lagi tahun 2019 guna mempercepat pemilihan tuan rumah untuk tahun 2032.
IOC membentuk panel bagi setiap penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin, kemudian panel mengadakan dialog dengan kota yang berminat atau bahkan mencari sendiri kota yang diminati.
Panel kemudian merekomendasikan sebuah kota yang akan dipilih tanpa melalui proses pemungutan suara lagi.
Pengalaman Australia
Dalam dua penyelenggaraan Olimpiade sebelumnya di Australia Melbourne (1956) dan Sydney (2000), Australia dianggap berhasil dan para atletnya juga berprestasi bagus.
Di Olimpiade yang digelar di Melbourne, Australia menduduki peringkat ketiga pengumpulan medali, peringkat tertinggi Australia dalam Olimpiade sejauh ini, dengan dari 314 atlet Australia mendapatkan 13 emas, 8 perak, dan 14 perunggu.
Sementara di ajang Olimpiade 2000 yang digelar di Sydney, Australia menurunkan 630 atlet dan mendapatkan 58 medali.
Australia menduduki peringkat keempat di tahun 2000 dengan 16 medali emas, 25 medali perak dan 17 medali perunggu.
Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:
Sumber: Liputan6.com/Penulis: Tommy Kurnia, Editor: Teddy Tri Setio Berty, Published: 25 Februari 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






