Eqina Klaim Didukung Klub dan Pengprov Equestrian
Editor Bolanet | 19 Februari 2013 03:27
- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Equestrian Indonesia (Eqina) Ardi Hapsoro Hamidjojo membantah bahwa organisasi pimpinan Jose Rizal Partokusumo tersebut adalah ilegal.
Padahal, Eqina berinduk pada PB Pordasi. Selain itu, Eqina sudah sejak lama mensosialisasikan keberadaan dan fungsinya, yang dibentuk dalam Musyarawah Nasional (Munas) Masyarakat Equestrian Indonesia 14 Desember di Bandung.
Selain itu, PB Pordasi telah mengirimkan surat pemberitahuan tersebut kepada Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) Pusat 26 Desember 2012 dengan nomor surat 102/KU/PP/XII/2012 serta surat ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tanggal 26 Desember dan 29 Januari 2013.
Dalam surat tersebut dilaporkan bahwa pada Rapat Koordinasi Nasional PB Pordasi dan Musyawarah Nasional Masyarakat Equestrian Indonesia, yang dihadiri 22 klub equestrian di Indonesia dan 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi, akhirnya terbentuk Eqina.
Dikatakannya lagi, keputusan mendirikan Eqina berdasarkan fakta bahwa selama empat tahun keberadaan EFI, tidak diikuti dengan keberadaan pengurus-pengurus di tingkat Provinsi.
Itu menjadi fakta bahwa EFI gagal bersosialiasi untuk merangkul potensi dan klub-klub equestrian di daerah, katanya.
Sebelum membentuk Eqina, pihaknya justru meminta digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) Equestrian Federation of Indonesia (EFI). Kontan, komunitas equestrian Indonesia yang terdiri 24 klub dari 33 aktif menulis surat permohonan Munas kepada EFI.
Namun, bukan jawaban tertulis yang diperoleh dari EFI, melainkan pernyataan dari saudara Prasetyono Sumiskum dan saudara Fernando Manulang pada bulan November 2012, bahwa anggota klub-klub equestrian bukan anggota EFI. Padahal, anggota EFI hanya 9 orang. Karena itu, komunitas equestrian Indonesia sepakat menggelar Munas pada tanggal 14 Desember 2012 dan muncul Eqina, tukasnya.
Dilanjutkannya, tetap menghargai inisiatif KOI yang telah memanggil PB Pordasi, Eqina dan EFI, pada pertemuan di Kantor KOI 12 Februari lalu. Pihak KOI, diwakili Ketua Sports and Law Haryo Yuniarto dan Ahmed Sholihin. Dalam pertemuan tersebut, semua pihak diminta untuk menyampaikan argumentasinya secara gamblang tentang proses keberadaan Eqina dan EFI.
Rencananya, keputusan KOI akan diumumkan pada 27 Februari setelah digelarnya rapat Komite Eksekutif (Exco) KOI. Nantinya, keputusan KOI murni dari pemahaman apa yang terjadi. Tentunya, dengan fakta-fakta yang sebenar-benarnya, terang Ardi.
Sedangkan seputar Pelatnas SEA Games 2013, Eqina mengaku telah membuat persiapan. Bahkan, Eqina telah menyiapkan program Pelatnas yang berazas regenerasi.
Menurut Ardi, renegerasi harus dilakukan karena pada SEA Games 2013 di Myanmar, level kejuaraan lebih rendah dibandingkan saat SEA Games 2011 di Indonesia.
Eqina akan lebih banyak mengutamakan menerjunkan atlet yunior. Pasalnya, untuk show jumping, tinggi rintangan hanya 100cm. Sementara rata-rata atlet senior loncatannya sudah di atas 120cm. Dengan memberi kesempatan kepada atlet muda, mereka akan mendapatkan pengalaman lebih, pungkasnya. (esa/gia)
Padahal, Eqina berinduk pada PB Pordasi. Selain itu, Eqina sudah sejak lama mensosialisasikan keberadaan dan fungsinya, yang dibentuk dalam Musyarawah Nasional (Munas) Masyarakat Equestrian Indonesia 14 Desember di Bandung.
Selain itu, PB Pordasi telah mengirimkan surat pemberitahuan tersebut kepada Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) Pusat 26 Desember 2012 dengan nomor surat 102/KU/PP/XII/2012 serta surat ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tanggal 26 Desember dan 29 Januari 2013.
Dalam surat tersebut dilaporkan bahwa pada Rapat Koordinasi Nasional PB Pordasi dan Musyawarah Nasional Masyarakat Equestrian Indonesia, yang dihadiri 22 klub equestrian di Indonesia dan 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi, akhirnya terbentuk Eqina.
Dikatakannya lagi, keputusan mendirikan Eqina berdasarkan fakta bahwa selama empat tahun keberadaan EFI, tidak diikuti dengan keberadaan pengurus-pengurus di tingkat Provinsi.
Itu menjadi fakta bahwa EFI gagal bersosialiasi untuk merangkul potensi dan klub-klub equestrian di daerah, katanya.
Sebelum membentuk Eqina, pihaknya justru meminta digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) Equestrian Federation of Indonesia (EFI). Kontan, komunitas equestrian Indonesia yang terdiri 24 klub dari 33 aktif menulis surat permohonan Munas kepada EFI.
Namun, bukan jawaban tertulis yang diperoleh dari EFI, melainkan pernyataan dari saudara Prasetyono Sumiskum dan saudara Fernando Manulang pada bulan November 2012, bahwa anggota klub-klub equestrian bukan anggota EFI. Padahal, anggota EFI hanya 9 orang. Karena itu, komunitas equestrian Indonesia sepakat menggelar Munas pada tanggal 14 Desember 2012 dan muncul Eqina, tukasnya.
Dilanjutkannya, tetap menghargai inisiatif KOI yang telah memanggil PB Pordasi, Eqina dan EFI, pada pertemuan di Kantor KOI 12 Februari lalu. Pihak KOI, diwakili Ketua Sports and Law Haryo Yuniarto dan Ahmed Sholihin. Dalam pertemuan tersebut, semua pihak diminta untuk menyampaikan argumentasinya secara gamblang tentang proses keberadaan Eqina dan EFI.
Rencananya, keputusan KOI akan diumumkan pada 27 Februari setelah digelarnya rapat Komite Eksekutif (Exco) KOI. Nantinya, keputusan KOI murni dari pemahaman apa yang terjadi. Tentunya, dengan fakta-fakta yang sebenar-benarnya, terang Ardi.
Sedangkan seputar Pelatnas SEA Games 2013, Eqina mengaku telah membuat persiapan. Bahkan, Eqina telah menyiapkan program Pelatnas yang berazas regenerasi.
Menurut Ardi, renegerasi harus dilakukan karena pada SEA Games 2013 di Myanmar, level kejuaraan lebih rendah dibandingkan saat SEA Games 2011 di Indonesia.
Eqina akan lebih banyak mengutamakan menerjunkan atlet yunior. Pasalnya, untuk show jumping, tinggi rintangan hanya 100cm. Sementara rata-rata atlet senior loncatannya sudah di atas 120cm. Dengan memberi kesempatan kepada atlet muda, mereka akan mendapatkan pengalaman lebih, pungkasnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Highlights SEAG2013: Indonesia 0-1 Thailand
Open Play 21 Desember 2013, 22:44
-
Review: Tersungkur, Indonesia Gagal Gondol Emas
Tim Nasional 21 Desember 2013, 21:56
-
HT Review: Indonesia Sementara Tertinggal Satu Gol
Tim Nasional 21 Desember 2013, 20:48
-
Inilah Starting Line-Up Indonesia vs Thailand
Tim Nasional 21 Desember 2013, 19:40
-
Bedah Kekuatan: Indonesia vs Thailand
Editorial 20 Desember 2013, 21:21
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



