Mantan Petinju Nasional Adrianus Taroreh Tutup Usia
Editor Bolanet | 6 Februari 2013 17:23
- Kabut hitam menyelimuti dunia tinju nasional. Mantan petinju nasional asal Sulawesi Utara, Adrianus Taroreh meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Manado, Selasa (05/2) malam.
Dikatakan oleh Sekretaris KONI Manado, Cris Hombukou, dirinya merasakan duka yang mendalam atas dan merasa kehilangan dengan meninggalnya atlet peraih medali perak Asian Games 1986 tersebut.
Adrianus adalah petinju yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional, kata Hombukou seperti dilansir Antara.
Duka yang mendalam juga dirasakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, JL Sondakh. Menurutnya, semasa hidup Adrianus telah membawa harum nama bangsa dan terus memajukan olahraga yang membesarkan namanya, khususnya di Manado.
Adrianus mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri meningkatkan prestasi di bidangnya masing-masing seperti di cabang tinju, katanya.
Semangat hidup dan pantang menyerah ini juga ditunjukkan dalam kesehariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Kendati hari- hari terakhir fisiknya melemah, tetapi semangatnya tinggi untuk melakukan pekerjaan dan bertanggungjawab sebagai PNS, katanya.
Semasa berkarir sebagai petinju amatir, Adrianus Taroreh telah mencatat beberapa prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. Puncaknya yakni saat meraih medali perak kelas bulu di Asian Games X tahun 1986 di Seoul, Korea Selatan.
Sementara itu, pada tanggal 15 April 1994, Adrianus juga memperoleh kesempatan emas saat menantang petinju Rusia Orzubek Nazarov di Jepang dalam perebutan sabuk juara kelas ringan WBA yang melilit di pinggang Nazarov. Namun sayang, mimpi tersebut kandas setelah Adrianus dikandaskan KO pada ronde ke-4.
Setelah menggantung sarung tinju, pada tahun 2006 Adrianus sempat menjadi lurah di Kelurahan Bahu, Kecamatan, Sario, Kota Manado. Dan tercatat sebagai PNS aktif di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Manado. (ant/dzi)
Dikatakan oleh Sekretaris KONI Manado, Cris Hombukou, dirinya merasakan duka yang mendalam atas dan merasa kehilangan dengan meninggalnya atlet peraih medali perak Asian Games 1986 tersebut.
Adrianus adalah petinju yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional, kata Hombukou seperti dilansir Antara.
Duka yang mendalam juga dirasakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, JL Sondakh. Menurutnya, semasa hidup Adrianus telah membawa harum nama bangsa dan terus memajukan olahraga yang membesarkan namanya, khususnya di Manado.
Adrianus mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri meningkatkan prestasi di bidangnya masing-masing seperti di cabang tinju, katanya.
Semangat hidup dan pantang menyerah ini juga ditunjukkan dalam kesehariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Kendati hari- hari terakhir fisiknya melemah, tetapi semangatnya tinggi untuk melakukan pekerjaan dan bertanggungjawab sebagai PNS, katanya.
Semasa berkarir sebagai petinju amatir, Adrianus Taroreh telah mencatat beberapa prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. Puncaknya yakni saat meraih medali perak kelas bulu di Asian Games X tahun 1986 di Seoul, Korea Selatan.
Sementara itu, pada tanggal 15 April 1994, Adrianus juga memperoleh kesempatan emas saat menantang petinju Rusia Orzubek Nazarov di Jepang dalam perebutan sabuk juara kelas ringan WBA yang melilit di pinggang Nazarov. Namun sayang, mimpi tersebut kandas setelah Adrianus dikandaskan KO pada ronde ke-4.
Setelah menggantung sarung tinju, pada tahun 2006 Adrianus sempat menjadi lurah di Kelurahan Bahu, Kecamatan, Sario, Kota Manado. Dan tercatat sebagai PNS aktif di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Manado. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Innalillahi, Bek Timnas Indonesia U-16, Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia
Tim Nasional 1 November 2019, 00:11
-
Kabar Duka: Mantan Bek PSM Makassar, Alibaba Meninggal Dunia
Bolatainment 9 Juli 2019, 15:00
-
Leicester Pastikan Pemilik Mereka Tewas Akibat Kecelakaan Helikopter
Bolatainment 29 Oktober 2018, 05:40
-
Legenda Chelsea dan Inggris, Ray Wilkins Meninggal Dunia
Liga Inggris 5 April 2018, 00:22
-
Kapten Fiorentina Astori Meninggal Dunia, Sepakbola Italia Berduka
Liga Italia 4 Maret 2018, 18:18
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












