Mengenal Aturan Padel, Olahraga Raket yang Sedang Naik Daun di Dunia
Anindhya Danartikanya | 16 Juni 2025 16:28
Bola.net - Padel tak pelak lagi menjadi olahraga raket yang kian populer di berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Berasal dari Meksiko, olahraga ini menggabungkan unsur tenis dan squash dalam satu permainan yang unik.
Permainan padel umumnya dimainkan secara ganda di lapangan tertutup yang sedikit lebih kecil dari lapangan tenis. Meski menggunakan sistem skor seperti tenis, padel memiliki aturan dan teknik yang berbeda.
Popularitas padel melonjak tajam saat pandemi Covid-19 karena bisa dimainkan di luar ruangan tanpa kontak fisik. Kini, olahraga ini dimainkan oleh lebih dari 25 juta orang di lebih dari 90 negara.
Aturan Dasar yang Perlu Diketahui

Padel dimainkan dalam format ganda menggunakan lapangan berukuran 10x20 meter, atau tunggal dengan lapangan 6x20 meter. Servis harus dilakukan di bawah pinggang dan bola dipukul dengan gerakan bawah (underarm).
Berbeda dari tenis, bola yang memantul dari dinding lapangan tetap dianggap dalam permainan. Ini memberikan dinamika menarik yang mengingatkan pada squash, tetapi dengan teknik dan alat yang berbeda.
Bola padel tampak seperti bola tenis, tetapi sedikit lebih kecil dan lebih lunak. Untuk pertandingan resmi, bola khusus padel harus digunakan.
Peralatan dan Lapangan Padel
Raket padel tidak memiliki senar dan terbuat dari bahan komposit dengan permukaan berlubang. Bentuknya menyerupai raket tenis, tetapi dengan spesifikasi yang khas untuk padel.
Lapangan padel memiliki permukaan beton, plastik, atau rumput sintetis, dan dikelilingi dinding setinggi 4 meter dari kaca atau bata. Ketika dimainkan di luar ruangan, lapangan biasanya dipagari jaring logam.
Garis servis terletak 3 meter dari dinding belakang dan dibagi dua oleh garis tengah. Semua garis berukuran lebar 5 cm dan harus terlihat jelas di permukaan lapangan.
Sistem Skor dan Kompetisi Internasional
Padel menggunakan sistem skor tenis 15, 30, 40, dan deuce. Namun, beberapa turnamen menerapkan sistem 'golden point', di mana satu poin penentu akan memutuskan game saat skor imbang 40-40.
Dalam golden point, tim penerima berhak memilih sisi lapangan untuk menerima servis. Sistem ini pertama kali digunakan pada World Padel Tour pada 2020 untuk menambah ketegangan pertandingan.
Kejuaraan Dunia Padel diadakan dua tahun sekali sejak 1992. Argentina, Spanyol, dan Brasil secara konsisten menjadi kekuatan dominan yang selalu mencapai final.
Jika diolah secara tepat, padel berpotensi menjadi cabang olahraga Olimpiade pada tahun 2032. Dengan pertumbuhan pesat dan daya tarik global, padel bukan sekadar tren sementara, melainkan fenomena olahraga baru yang menjanjikan.
Baca Juga:
- Toprak Razgatlioglu Raih Kemenangan Terbanyak Kedua di WorldSBK, Tapi Susah Kejar Rekor Jonathan Rea
- Finis Ketiga di Kanada, Kimi Antonelli Masuk Jajaran Peraih Podium Termuda dalam Sejarah Formula 1
- Jack Miller dan Andrea Locatelli Resmi Bela Tim Utama Yamaha di Suzuka 8 Hours 2025
- Hasil Lengkap dan Klasemen Pembalap Formula 1 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Geram, Al Hilal Panen Bintang: Benarkah PIF Pilih Kasih?
Asia 3 Februari 2026, 20:17
-
Hobi Persib Bandung: Menang 1-0
Bola Indonesia 3 Februari 2026, 18:35
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 3 Februari 2026, 17:23
-
Rekap Bursa Transfer Musim Dingin 2026 Liga Italia: Klub-klub Besar Minim Pergerakan
Liga Italia 3 Februari 2026, 09:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Dewa United 7 Februari 2026
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 19:29
-
Liam Rosenior Marah-Marah di Laga Chelsea vs Arsenal, Apa yang Terjadi?
Liga Inggris 6 Februari 2026, 19:29
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Borneo FC 7 Februari 2026
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 19:23
-
Musim Barcelona Memuaskan: Konsisten, Kompetitif, dan Berani Bidik UCL!
Liga Spanyol 6 Februari 2026, 18:58
-
Jagokan Man United Finis di Zona UCL Adalah Pilihan Logis!
Liga Inggris 6 Februari 2026, 18:27
-
Real Madrid Melirik, Chelsea Pasang Harga Tinggi untuk Enzo Fernandez!
Liga Inggris 6 Februari 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Laga Sengit PSIM vs Persis Solo Berakhir Imbang
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 17:34
-
Melihat Tekanan Berbeda Arteta dan Guardiola di Perebutan Gelar Juara Liga Inggris
Liga Inggris 6 Februari 2026, 17:20
-
Cowok Mageran Wajib Tahu, Produk Baru FFAR Ini Bikin Grooming jadi Sat-Set
Lain Lain 6 Februari 2026, 17:09
-
4 Pelajaran dari Tes MotoGP Sepang 2026: Ancaman Ducati dan Keraguan Yamaha
Otomotif 6 Februari 2026, 16:55
-
Statistik Menarik Man Utd vs Tottenham: Misi Carrick Hapus Kutukan 100 Tahun
Liga Inggris 6 Februari 2026, 16:49
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42



