Menpora Erick Thohir Dorong Transformasi di Indonesia Sports Summit 2025: Jaminan Karier Atlet Jadi Fokus Utama
Ari Prayoga | 7 Desember 2025 19:49
Bola.net - Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, akhir pekan ini menjadi ruang penting untuk membahas arah baru industri olahraga Tanah Air.
Selama dua hari, para pemangku kepentingan berdiskusi soal strategi pembangunan ekosistem olahraga yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan.
Dari berbagai topik yang mencuat, perhatian terbesar tertuju pada komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan atlet serta memperkuat fondasi industri olahraga nasional. Isu ini dianggap krusial untuk memastikan prestasi Indonesia tidak hanya bersinar sesaat, tetapi juga bertahan dalam jangka panjang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menilai ISS sebagai ruang penting untuk membahas masa depan atlet Indonesia, termasuk soal pendapatan, perlindungan masa depan, hingga perubahan persepsi masyarakat terhadap profesi atlet.
"Saya berharap semua stakeholder, enggak bisa hanya kami atau saya. Kita harus menjadi sebuah kegiatan. Angkanya udah ada tadi saya lihat. Amerika Serikat itu menguasai sport industri 40 persen. Makanya liganya, gaji pemain olahraganya cukup besar," kata Erick di Indonesia Arena, Sabtu (6/12/2025).
"Alhamdulillah Bapak Presiden Prabowo kemarin udah kasih insentif. Bonus SEA Games saja dikasih jadi Rp 1 miliar. Itu insentif loh. Supaya apa? Jangan para atlet, mohon maaf tadi saya bicara produk. Jangan tersinggung. Tetapi ini kan bagian dari produk besar."
"Atletnya itu pemain utamanya, aktornya atau artisnya. Ternyata mereka miskin. Bahkan akibat cedera hidupnya menjadi susah. Nah dengan bonus yang diberikan pemerintah, ini menjadi tabungan," lanjutnya.
Dana Pensiun Atlet Sedang Disiapkan
Dalam kesempatan itu, Erick mengungkapkan pemerintah sedang menyiapkan mekanisme dana pensiun atlet, sebuah terobosan penting yang sangat dibutuhkan di tengah ketidakpastian karier para atlet.
"Saya juga sedang menggodok mengenai dana pensiun atlet. Seperti apa mekanismenya, supaya atlet itu punya masa depan," kata Erick.
"Jangan nanti ibu-ibu, bapak-bapak di rumah, 'ah enggak usah jadi atlet, miskin, susah'. Nah padahal, kalau lihat gaji pemain bola, miliaran. Setahun bisa miliaran. Jadi kalau per bulannya berapa ratus juta? Saya rasa nggak banyak penduduk Indonesia yang punya gaji ratusan juta," jelasnya.
LPDP untuk Atlet
Tak hanya itu, Erick juga menegaskan pentingnya kebijakan student-athlete melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang memungkinkan atlet melanjutkan pendidikan. Kemenpora mendapatkan alokasi beasiswa LPDP bagi 100 atlet pelajar untuk mendukung pendidikan dan masa depan mereka setelah menjadi atlet.
"Jangan sampai olahragawan itu miskin, susah. Makanya kita mau olahragawan itu punya bonus yang baik. Punya masa depan yang baik," harapnya.
"Itu tadi kebijakan student-athlete yang diberikan Bapak Presiden (Prabowo) mengenai LPDP ini juga penting. Supaya kalau cedera, pensiun, olahragawan kita tetap bisa berlanjut ke bidang yang lain," ungkap Erick Thohir.
Disadur dari Bola.com (Abdul Aziz, Rizki Hidayat) 6 Desember 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
Lain Lain 28 Februari 2026, 22:35
-
Kabar Timnas Indonesia: Pengamat Bilang John Herdman Bawa Aura Positif, Apa Itu?
Tim Nasional 27 Februari 2026, 08:25
LATEST UPDATE
-
Jelang Duel Real Madrid vs Man City, Bisakah Kylian Mbappe Bermain?
Liga Champions 11 Maret 2026, 03:59
-
Hasil Galatasaray vs Liverpool: The Reds Kembali Tersungkur di Istanbul
Liga Champions 11 Maret 2026, 03:37
-
Tempat Menonton Atalanta vs Bayern Munchen: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 10 Maret 2026, 22:58
-
Rio Ngumoha Bisa Jadi Senjata Baru Liverpool di Sisa Musim
Liga Inggris 10 Maret 2026, 22:44
-
Noa Lang Siap Bersinar Saat Galatasaray Hadapi Liverpool di Liga Champions
Liga Champions 10 Maret 2026, 22:09
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41















