Milo School Competition 2016 Hadir dengan Standar Sirkuit Nasional

Editor Bolanet | 25 Agustus 2016 17:00
Milo School Competition 2016 Hadir dengan Standar Sirkuit Nasional
Milo School Competition (c) Fitri Apriani
- Milo School Competition kembali hadir. Namun, pada penyelenggaraannya yang ke-14, ajang kompetisi bulu tangkis tingkat sekolah usia U-13 dan U-15 ini menggunakan sistem sirkuit nasional (sirnas).


Sistem sirnas merupakan standar pertandingan tertinggi dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Dengan penerapan sistem tersebut, nama kompetisi kemudian berubah menjadi Sirnas Milo School Competition.


Kami berterima kasih kepada pemerintah atas dukungannya sehingga Milo School Competition dipercaya untuk menerapkan standar Sirkuit Nasional dan disejajarkan dengan kompetisi bulu tangkis tingkat nasional lainnya, ujar Business Executive Manager Beverages Nestle Indonesia, Prawitya Soemadijo di Senayan National Golf, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8).


Sirnas Milo Competition 2016 telah dibuka di Gor Gelanggang Remaja Pekanbaru pada 11-16 April lalu. Pembukaan tersebut diikuti oleh lebih dari 500 peserta.


Kemudian berlanjut di Cirebon pada 23-28 Mei, Solo pada 29 Agustus-3 September, Banjarmasin pada 3-8 Oktober, Surabaya pada 17-22 Oktober, dan Manado 7-12 November. Ditargetkan sekitar 3.000 siswa SD dan SMP ikut ambil bagian.


Nantinya, para juara Sirnas Milo akan mendapatkan poin sesuai dengan kategori kelompok usia yang akan mempengaruhi peringkat peserta di PBSI. Pada kelompok usia U-13, juara satu mendapatkan 200 poin, peringkat dua 170 poin, dan peringkat tiga 140 poin.


Sementara untuk kelompok umur U-15, juara satu mendapatkan 300 poin, peringkat dua 225 poin, dan peringkat tiga 210 poin. Selain itu, keikutsertaan dalam kompetisi Sirnas Milo juga menjadi salah satu syarat untuk proses seleksi Pelatnas.


Setelah tahun lalu menerapkan poin ranking nasional, tahun ini Milo School Competition hadir dengan standar sirkuit nasional. Ini menjadi wadah yang semakin diperhitungkan dan diminati oleh bibit-bibit pebulu tangkis muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka, tutur Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI, Ricky Soebagdja. [initial] (fit/asa)

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE