MPSI Nilai Menpora Imam Tendensius
Editor Bolanet | 21 Februari 2015 11:56
- Indonesia bakal menghadapai dua pelaksanaan olahraga besar, yakni SEA Games 2015 di Singapura dan Asian Games pada 2018. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia justru bakal menjadi tuan rumah.
Karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, diminta melakukan pembenahan dan langkah-langkah konkret. Baik itu bagi cabang olahraga, pengurus, pelatih, bahkan hingga atlet. Hal tersebut, diungkapkan Ketua Masyarakat Pecinta Sepak Bola Indonesia (MPSI), Zuchli Imran Putra.
Kemudian, dilanjutkan Imran, Menpora Imam harus bisa memberikan sarana dan peralatan serta motivasi agar para atlet tampil sesuai harapan. Dengan demikian, Menpora Imam dapat berkontribusi dalam peningkatan prestasi olahraga nasional.
Sebab, cabang olahraga bukan cuma sepak bola. Kalau sepak bola saja yang diurusi, lama-kama Imam disebut sebagai Menteri Pemuda dan Sepak Bola (Menpola), ujarnya.
Tentunya, Imam Nahrawi tidak ingin disebut sebagai Menteri sepak bola. Kalau seperti ini, tentu sangat tendensius, tuturnya.
Tidak hanya itu, Imran juga menyorti arah kebijakan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang memberikan masukan kepada Menpora Imam untuk tidak memberikan rekomendasi terselenggaranya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015.
Kalau mengaku profesional, BOPI seharusnya juga mengurusi cabang alahraga lainnya. Sehingga, bukan hanya satu cabang saja, pungkasnya. (esa/mri)
Karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, diminta melakukan pembenahan dan langkah-langkah konkret. Baik itu bagi cabang olahraga, pengurus, pelatih, bahkan hingga atlet. Hal tersebut, diungkapkan Ketua Masyarakat Pecinta Sepak Bola Indonesia (MPSI), Zuchli Imran Putra.
Kemudian, dilanjutkan Imran, Menpora Imam harus bisa memberikan sarana dan peralatan serta motivasi agar para atlet tampil sesuai harapan. Dengan demikian, Menpora Imam dapat berkontribusi dalam peningkatan prestasi olahraga nasional.
Sebab, cabang olahraga bukan cuma sepak bola. Kalau sepak bola saja yang diurusi, lama-kama Imam disebut sebagai Menteri Pemuda dan Sepak Bola (Menpola), ujarnya.
Tentunya, Imam Nahrawi tidak ingin disebut sebagai Menteri sepak bola. Kalau seperti ini, tentu sangat tendensius, tuturnya.
Tidak hanya itu, Imran juga menyorti arah kebijakan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang memberikan masukan kepada Menpora Imam untuk tidak memberikan rekomendasi terselenggaranya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015.
Kalau mengaku profesional, BOPI seharusnya juga mengurusi cabang alahraga lainnya. Sehingga, bukan hanya satu cabang saja, pungkasnya. (esa/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
ASEAN Schools Games 2019 Dibuka Menpora dan Gubernur Jawa Tengah
Olahraga Lain-Lain 18 Juli 2019, 20:59
-
Indonesia Percaya Diri Jadi Juara Umum ASEAN Schools Games 2019
Lain Lain 17 Juli 2019, 20:46
-
Menpora Targetkan Indonesia Juara Umum ASEAN School Games 2019
Lain Lain 17 Juli 2019, 17:31
-
Imam Nahrawi Minta Publik Hargai Perjuangan Timnas Indonesia U-23
Bola Indonesia 27 Maret 2019, 06:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persik 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 13:49
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
-
Beratnya Jadi Man United, Sudah Masuk 3 Besar pun Masih Dikritik Keras
Liga Inggris 7 Maret 2026, 11:35
-
Chelsea Bahkan Tidak Punya Kiper Nomor 1
Liga Inggris 7 Maret 2026, 10:32
















