PB PON Matangkan Persiapan Cabor Dansa
Editor Bolanet | 11 April 2012 03:59
- Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) mengaku akan berupaya menggelar cabang olahraga (cabor) dansa dengan nomor cha-cha di event empat tahunan tersebut.
Namun, pihaknya masih menemui jalan buntu lantaran cabor tersebut masih mendapat penolakan dari ormas, organisasi kepemudaan dan lembaga adat Melayu setempat.
Menurut Ketua PB PON, Rusli Zainal, pihaknya segera merapatkan diri dan bertemu dengan lembaga adat setempat untuk mendiskusikan persoalan cabor dansa. Sebab, bagaimanapun juga, pihaknya harus menggelar cabang itu karena sudah sesuai aturan.
Kami akan segera membahas dengan tim di PB PON. Saat ini belum bisa bersikap, kata Rusli, kepada .
Sebagai Gubernur Riau, pihaknya juga memahami penolakan sejumlah ormas terhadap cabor dansa. Sebab, hal tersebut dianggap bertentangan dengan budaya adat setempat.
Karenanya, Rusli akan memberikan pemahaman kepada mereka yang menolak cabang tersebut. Di sisi lain, PB PON juga masih kesulitan terkait persiapan penyelenggaraan cabang dansa, seperti tempat pelaksanaan, akomodasi hingga perubahan pada buku panduan.
Persoalan tersebut akan disampaikan ke KONI Pusat selaku induk cabang olahraga yang punya hajat. Selain itu, Rusli mengeluhkan anggaran untuk dansa yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Menurut Gubernur Riau itu, pihaknya belum memiliki alokasi anggaran untuk menggelar dansa di PON mendatang.
Alasannya, sejak awal dansa memang tidak termasuk bagian dari cabang yang akan dipertandingkan dalam SK yang dikeluarkan KONI Pusat pada 2011. Pada SK itu, hanya disebutkan bahwa yang ditandingkan sebanyak 39 cabang dengan 598 nomor. Dengan adanya tambahan dansa, praktis kini yang ditandingkan sebanyak 40 cabang dengan 599 nomor.
Yang harus diketahui sekarang adalah Riau belum memiliki posting anggaran untuk menggelar cabang ini. Karena itu, kami akan membahas permasalahan ini dengan sangat matang, serta mengkoordinasikannya dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya. (esa/gia)
Namun, pihaknya masih menemui jalan buntu lantaran cabor tersebut masih mendapat penolakan dari ormas, organisasi kepemudaan dan lembaga adat Melayu setempat.
Menurut Ketua PB PON, Rusli Zainal, pihaknya segera merapatkan diri dan bertemu dengan lembaga adat setempat untuk mendiskusikan persoalan cabor dansa. Sebab, bagaimanapun juga, pihaknya harus menggelar cabang itu karena sudah sesuai aturan.
Kami akan segera membahas dengan tim di PB PON. Saat ini belum bisa bersikap, kata Rusli, kepada .
Sebagai Gubernur Riau, pihaknya juga memahami penolakan sejumlah ormas terhadap cabor dansa. Sebab, hal tersebut dianggap bertentangan dengan budaya adat setempat.
Karenanya, Rusli akan memberikan pemahaman kepada mereka yang menolak cabang tersebut. Di sisi lain, PB PON juga masih kesulitan terkait persiapan penyelenggaraan cabang dansa, seperti tempat pelaksanaan, akomodasi hingga perubahan pada buku panduan.
Persoalan tersebut akan disampaikan ke KONI Pusat selaku induk cabang olahraga yang punya hajat. Selain itu, Rusli mengeluhkan anggaran untuk dansa yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Menurut Gubernur Riau itu, pihaknya belum memiliki alokasi anggaran untuk menggelar dansa di PON mendatang.
Alasannya, sejak awal dansa memang tidak termasuk bagian dari cabang yang akan dipertandingkan dalam SK yang dikeluarkan KONI Pusat pada 2011. Pada SK itu, hanya disebutkan bahwa yang ditandingkan sebanyak 39 cabang dengan 598 nomor. Dengan adanya tambahan dansa, praktis kini yang ditandingkan sebanyak 40 cabang dengan 599 nomor.
Yang harus diketahui sekarang adalah Riau belum memiliki posting anggaran untuk menggelar cabang ini. Karena itu, kami akan membahas permasalahan ini dengan sangat matang, serta mengkoordinasikannya dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
-
Pierre Kalulu Diincar MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 16 September 2026, 21:00
-
Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
Liga Inggris 16 September 2026, 20:40
-
Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:20
-
Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 20:13
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
-
Michael Carrick Konfirmasi Kapan Carlos Baleba Debut di MU
Liga Inggris 16 September 2026, 18:40
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
