Pemilihan Dato Sri Tahir, Pengprov PTMSI Diduga Terima Suap
Editor Bolanet | 3 Mei 2012 16:45
- Polemik dualisme kepengurusan yang terjadi di Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) semakin berkembang.
Tidak hanya PB PTMSI yang digugat ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori), namun sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI juga akan terseret karena diduga menerima suap saat berlangsungnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Desember tahun lalu.
Munaslub yang memenangkan Dato Sri Tahir sebagai Ketua Umum PB PTMSI tiga periode berturut-turut tersebut, dilaksanakan di Hotel Merlyn, Jakarta, pada 11-12 Desember 2011.
Sejumlah Pengprov yang disebut-sebut menerima uang sogokan, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Aceh, Banten dan Sulawesi Selatan. Pihak yang akan mengadukan ke Baori (Pengadilan Olahraga di bawah naungan KONI Pusat) adalah Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia (KPTMI).
Menurut Anggota KPTMI Hasmy Rusley, Pengprov PTMSI Jateng pimpinan Farhan disebut sebagai penggerak beredarnya uang suap ke sejumlah Pengprov yang lain. Uang tersebut berasal dari tim sukses Dato Sri Tahir.
Nanti, saat sidang di Baori ada beberapa Pengprov yang akan mengembalikan uang tersebut, Mereka dapat uang dengan dikoordinir Pengprov Jateng, kata Hasmy kepada Bola.net di Jakarta, Kamis (3/5).
Dia mengatakan, para pengurus Pengprov, termasuk Jateng mendapat suap sebesar Rp 150 juta. Dana untuk memuluskan langkah Dato Sri Tahir menuju PB PTMSI tersebut, diberikan dua tahap.
Menurutnya, tahap pertama diberikan senilai Rp 50 juta saat pertemuan di Hotel Novotel Yogyakarta pada 6 Desember 2011. Kemudian, tahap kedua ditransfer melalui rekening sebesar Rp 100 juta saat hari pelaksanaan pemilihan Ketua Umum PB PTMSI di Hotel Merlyn, Jakarta.
Kami berani bertanggungjawab atas persoalan ini. Semua ada bukti-buktinya. Yang pasti, ini akan dibeberkan pada sidang lanjutan di Baori. Kami masih menunggu jadwal sidang dari Baori, ungkapnya.
Lebih lanjut, Hasmy mengutarakan bahwa persoalan suap seperti itu semestinya tidak boleh terjadi. Sebab, praktik kotor ini akan merusak olahraga tenis meja di Indonesia.
Kami berharap semua uang yang sudah diterima, dikembalikan lagi, tegasnya.
Pria yang juga pemerhati tenis meja asal Jatim ini mengungkapkan, Pengprov Jateng diduga mendapat jatah dari tim sukses Dato Sri Tahir dengan nominal paling banyak. Selain Rp 150 juta, diduga juga menerima imbalan lain karena memiliki atlet nasional yang bermain di SEA Games lalu. Dia memperkirakan dana tersebut senilai Rp 100 juta. Jadi, jika ditotal, maka uang yang diterima Farhan kurang lebih sebesar Rp 250 juta. (esa/kny)
Tidak hanya PB PTMSI yang digugat ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori), namun sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI juga akan terseret karena diduga menerima suap saat berlangsungnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Desember tahun lalu.
Munaslub yang memenangkan Dato Sri Tahir sebagai Ketua Umum PB PTMSI tiga periode berturut-turut tersebut, dilaksanakan di Hotel Merlyn, Jakarta, pada 11-12 Desember 2011.
Sejumlah Pengprov yang disebut-sebut menerima uang sogokan, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Aceh, Banten dan Sulawesi Selatan. Pihak yang akan mengadukan ke Baori (Pengadilan Olahraga di bawah naungan KONI Pusat) adalah Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia (KPTMI).
Menurut Anggota KPTMI Hasmy Rusley, Pengprov PTMSI Jateng pimpinan Farhan disebut sebagai penggerak beredarnya uang suap ke sejumlah Pengprov yang lain. Uang tersebut berasal dari tim sukses Dato Sri Tahir.
Nanti, saat sidang di Baori ada beberapa Pengprov yang akan mengembalikan uang tersebut, Mereka dapat uang dengan dikoordinir Pengprov Jateng, kata Hasmy kepada Bola.net di Jakarta, Kamis (3/5).
Dia mengatakan, para pengurus Pengprov, termasuk Jateng mendapat suap sebesar Rp 150 juta. Dana untuk memuluskan langkah Dato Sri Tahir menuju PB PTMSI tersebut, diberikan dua tahap.
Menurutnya, tahap pertama diberikan senilai Rp 50 juta saat pertemuan di Hotel Novotel Yogyakarta pada 6 Desember 2011. Kemudian, tahap kedua ditransfer melalui rekening sebesar Rp 100 juta saat hari pelaksanaan pemilihan Ketua Umum PB PTMSI di Hotel Merlyn, Jakarta.
Kami berani bertanggungjawab atas persoalan ini. Semua ada bukti-buktinya. Yang pasti, ini akan dibeberkan pada sidang lanjutan di Baori. Kami masih menunggu jadwal sidang dari Baori, ungkapnya.
Lebih lanjut, Hasmy mengutarakan bahwa persoalan suap seperti itu semestinya tidak boleh terjadi. Sebab, praktik kotor ini akan merusak olahraga tenis meja di Indonesia.
Kami berharap semua uang yang sudah diterima, dikembalikan lagi, tegasnya.
Pria yang juga pemerhati tenis meja asal Jatim ini mengungkapkan, Pengprov Jateng diduga mendapat jatah dari tim sukses Dato Sri Tahir dengan nominal paling banyak. Selain Rp 150 juta, diduga juga menerima imbalan lain karena memiliki atlet nasional yang bermain di SEA Games lalu. Dia memperkirakan dana tersebut senilai Rp 100 juta. Jadi, jika ditotal, maka uang yang diterima Farhan kurang lebih sebesar Rp 250 juta. (esa/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
-
Pierre Kalulu Diincar MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 16 September 2026, 21:00
-
Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
Liga Inggris 16 September 2026, 20:40
-
Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:20
-
Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 20:13
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
-
Michael Carrick Konfirmasi Kapan Carlos Baleba Debut di MU
Liga Inggris 16 September 2026, 18:40
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
