Polygon Sweet Nice Tak Patok Target Tinggi di Tour de Taiwan 2013
Editor Bolanet | 17 Maret 2013 17:45
- Keikutsertaan Polygon Sweet Nice pada Tour de Taiwan 2013 ini tidak mematok target tinggi. Sehari menjelang balapan, tim asal Kota Pahlawan ini hanya memantau kekuatan lawan.
Ini tidak lepas dari absennya Polygon Sweet Nice dari kompetisi balap sepeda internasional. Bahkan kekuatan tim kali ini diprediksi sudah mengalami perubahan besar.
Direktur Polygon Sweet Nice Harijanto Tjondrokusumo, mengakui buta kekuatan peserta yang mengikuti ajang tahunan ini. ”Kita sudah absen hampir tiga musim, dan nyaris tidak tahu kekuatan lawan,” ungkapnya pada hari Minggu (17/3).
Pada etape pertama Tour de Taiwan, menempuh jarak 144 km dengan melombakan circuit race di Dapeng Bay National Scienic Area Administration, Senin (18/3/2012).
Etape datar yang melombakan 12 lap itu diakui jauh lebih berat dibanding etape tanjakan. Karena sejak bendera stat dikibarkan, seluruh pebalap langsung adu cepat.
”Itu perkiraan kami, dan saya berharap anak-anak bisa masuk rombongan terdepan,” lanjut Harijanto sehari jelang balapan. ”Dalam hitungan menit, semuanya bisa berubah dan akan semakin sulit bila kita jauh tertinggal,” sambungnya.
Dari lima pebalap yang disertakan Polygon Sweet Nice adalah, Christopher Antonius, Jimmy Pranata, Dealton Arief Prayogo, Mark Dowling, dan Ryan Sherlock. Kelima pebalap ini akan beradu cepat dengan 23 tim pada balapan 2,1 UCI Race ini. (psn/kny)
Ini tidak lepas dari absennya Polygon Sweet Nice dari kompetisi balap sepeda internasional. Bahkan kekuatan tim kali ini diprediksi sudah mengalami perubahan besar.
Direktur Polygon Sweet Nice Harijanto Tjondrokusumo, mengakui buta kekuatan peserta yang mengikuti ajang tahunan ini. ”Kita sudah absen hampir tiga musim, dan nyaris tidak tahu kekuatan lawan,” ungkapnya pada hari Minggu (17/3).
Pada etape pertama Tour de Taiwan, menempuh jarak 144 km dengan melombakan circuit race di Dapeng Bay National Scienic Area Administration, Senin (18/3/2012).
Etape datar yang melombakan 12 lap itu diakui jauh lebih berat dibanding etape tanjakan. Karena sejak bendera stat dikibarkan, seluruh pebalap langsung adu cepat.
”Itu perkiraan kami, dan saya berharap anak-anak bisa masuk rombongan terdepan,” lanjut Harijanto sehari jelang balapan. ”Dalam hitungan menit, semuanya bisa berubah dan akan semakin sulit bila kita jauh tertinggal,” sambungnya.
Dari lima pebalap yang disertakan Polygon Sweet Nice adalah, Christopher Antonius, Jimmy Pranata, Dealton Arief Prayogo, Mark Dowling, dan Ryan Sherlock. Kelima pebalap ini akan beradu cepat dengan 23 tim pada balapan 2,1 UCI Race ini. (psn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesepeda Junior Sukses Harumkan Nama Indonesia di Turki
Olahraga Lain-Lain 5 Maret 2022, 14:18
-
Raja Okto Ketum yang Sah, Pemerintah Minta PB ISSI Hentikan Polemik
Olahraga Lain-Lain 20 Oktober 2020, 10:23
-
Letizia Paternoster, Cyclist Muda dan Cantik dari Italia
Bolatainment 14 Juni 2020, 02:14
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
















