Ternyata Jumlah Atlet Malaysia Lebih Banyak dari Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020
Asad Arifin | 22 Juli 2021 14:19
Bola.net - Ketua Ketua KOI atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, resah dengan perbandingan jumlah atlet Indonesia dan Malaysia yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Sebab, jumlah atlet Malaysia ternyata lebih banyak dari Indonesia.
Awalnya Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) tidak muluk-muluk menargetkan 22 atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Faktanya, Indonesia mampu meloloskan 28 atlet dari 8 cabang olahraga yang berlaga di pesta olahraga akbar dunia empat tahunan meskipun pandemi Covid-19 melanda.
Meski telah melampaui target, Raja Sapta Oktohari tetap saja prihatin karena jumlah atlet Indonesia itu di bawah jumlah atlet Malaysia. Kontingen Negeri Jiran itu diperkuat 30 atlet dari 10 cabang olahraga.
"Saya sebagai Ketua NOC Indonesia prihatin karena Indonesia hanya bisa mengirim 28 atlet walaupun itu melebihi target kita 22 atlet. Karena, seperti Malaysia itu mengirimkan 30 atlet dari 10 cabang olahraga," kata Raja Sapta Oktohari yang dihubungi Rabu (21/7/2021).
Ada Cabor yang Lalai
Kekecewaan Okto panggilan akrab Raja Sapta Oktohari ini cukup beralasan. Ada potensi atlet dari salah satu cabor hilang karena kelalaian yang dilakukan induk organisasi yang mengakibatkan atletnya tidak bisa tampil pada babak kualifikasi Olimpiade.
"Nah ini harus jadi pelajaran, kan pemerintah sudah menetapkan roadmap olahraga yang goal utamanya Olimpiade. Jadi, pemerintah sudah tetap langkahnya. Tinggal sekarang aplikasinya," kata Okto.
"Setelah ini, NOC Indonesia akan berkomukasi langsung dengan induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) agar bisa mengawal proses kualifikasi sehingga bisa menambah lebih banyak lagi atlet kita yang lolos. Jangan sampai ada kejadian atlet tidak bisa bertanding di Olimpiade karena tidak ikut babak kualifikasi," tambahnya.
Komunikasi Langsung
Dengan adanya roadmap atau Desain Besar Olahraga Nasional yang dilahirkan pada era kepemimpinan Menpora Zainudin Amali, kata Okto, potensi Indonesia untuk meloloskan atlet ke Olimpiade Paris 2024 cukup besar. Apalagi, program perencanaan untuk meloloskan atlet dilakukan sejak awal dan proses kualifikasi tepat sasaran.
"Peluang kita itu sangat besar apalagi Olimpiade 2024 karena banyak nomor andalan yang jadi makanan Indonesia. Seperti panjat tebing dan lain-lain. Tetapi, sekali lagi harus direncanakan dari awal," ujar Okto.
"Dan, kami ingin komunikasi langsung dengan cabor-cabor sehingga proses kualifikasi tepat sasaran. Jangan lagi ada energi terbuang tapi tidak tepat sasaran. Negara kita yang rugi nantinya. Sebagai negara yang populasinya terbesar keempat dunia kita mesti banyak lagi atlet yang lolos," tandasnya.
Seperti diketahui, tiga atlet taekwondo Indonesia gagal mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021 di Amman, Yordania pada 21-23 Mei lalu. Mariska Halinda, M. Bassa Raihan, dan Adam Yazid yang sudah menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan (Korsel) gagal bertarung karena kendala teknis saat pendaftaran.
Gagalnya ketiga atlet mengikuti babak kualifikasi tersebut sempat menjadi sorotan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto. Menurut dia, peristiwa gagalnya atlet taekwondo Indonesia mengikuti kualifikasi di Amman harus jadi pelajaran bagi semua cabor. Sejak taekwondo dipertandingkan pada 1992 (eksibisi), atlet Indonesia cuma berlaga di Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade Athena 2004.
Disadur dari Bola.com (Yus Mesi Sawitri, 22 Juli 2021)
Baca Ini Juga:
- Video: Tampil di Tanah Kelahiran, Rio Waida Siap Unjuk Gigi di Olimpiade Tokyo 2020
- Tonton di Indosiar! Inilah Jadwal Pertandingan Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020
- Dani Alves dan Pesepakbola Senior di Olimpiade Tokyo 2020, Ada yang Kenal?
- 30 Pemain La Liga Bakal Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Siapa Saja?
- 5 Pemain Kunci Jerman di Olimpiade Tokyo 2020
- Eko Yuli Irawan Ogah Sebut Target Medali di Olimpiade Tokyo 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06











