YUTI Bantu Mantan Taekwondo Nasional Yang Alami Musibah
Editor Bolanet | 30 Desember 2012 08:20
- Mantan atlet taekwondo nasional dan aktor laga, Lam Ting, mengalami musibah yang menyebabkan kebutaan di bagian mata sebelah Kirinya.
Musibah tersebut berawal ketika pemeran aktor laga Saur Sepuh, dan Deru Debu tersebut saat tengah menjalani proses syuting untuk sebuah sinetron.
Informasi yang dihimpun dari Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan UTI Pro, Lam Ting terkena musibah tanggal 20 Desember lalu. Ketika melakukan adegan laga, tiba-tiba mata di bagian sebelah kiri terkena payung yang mengakibatkan luka.
Lam Ting, sebenarnya sempat dilarikan ke salah satu Rumah Sakit spesialis mata di Jakarta pada tanggal 21 Desember.
Lam Ting sebelumnya sempat dirawat. Namun, setelah berkonsultasi dengan Susan (Istri Lam Ting) akhirnya Pak Lioe Nam Khiong (pendiri YUTI dan UTI Pro) memutuskan untuk segera membawanya ke Rumah Sakit Gleneagles di Penang, Malaysia, kata Humas YUTI dan UTI Pro Firmansyah Yongki Gindo.
Langkah Cepat dari pembina YUTI dan UTI Pro Grand Master Lioe Nam Khiong, yang langsung memutuskan untuk membawa Lam Ting ke rumah sakit di Penang Malaysia, membuahkan hasil. Pada tanggal 26 Desember 2012, Lamting telah menjalani perawatan secara khusus di rumah sakit Gleneagles, Penang atas biaya dari Yayasan Univeral Taekwondo Indonesia, YUTI.
Berkat keputusan singkat yang dilakukan Pak Lioe, Lam Ting berhasil menjalani Operasi di Penang, Malaysia dan alhamdulillah kini sudah berada kembali di Jakarta, kata Yongki.
Menurutnya lagi, langkah ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab YUTI dan UTI Pro terhadap kesinambungan nasib atlet dan mantan atlet taekwondo.
Ini bentuk tanggung jawab Yayasan Universal Taekwondo Indonesia. yakni, lebih memperhatikan nasib atlet dan mantan atlet yang bernaung di bawah YUTI dan UTI Pro, tukasnya.
Lam Ting adalah merupakan atlet taekwondo kelahiran Bandung 17 April 1964. Prestasinya sebagai atlet cukup menjulang di Tanah Air. Pada dekade 1984-1993 Lam Ting adalah “Raja “ kelas welter.
Sejumlah medali pun dia sabet di berbagai ajang internasional seperti emas di SEA Games 1987, perak di Asian Games 1986, hingga perunggu pada kejuaraan dunia di Jerman pada 1989. Ketika Usianya menginjak 28 tahun, Lam Ting justru mundur dari arena taekwondo. (esa/atg)
Musibah tersebut berawal ketika pemeran aktor laga Saur Sepuh, dan Deru Debu tersebut saat tengah menjalani proses syuting untuk sebuah sinetron.
Informasi yang dihimpun dari Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan UTI Pro, Lam Ting terkena musibah tanggal 20 Desember lalu. Ketika melakukan adegan laga, tiba-tiba mata di bagian sebelah kiri terkena payung yang mengakibatkan luka.
Lam Ting, sebenarnya sempat dilarikan ke salah satu Rumah Sakit spesialis mata di Jakarta pada tanggal 21 Desember.
Lam Ting sebelumnya sempat dirawat. Namun, setelah berkonsultasi dengan Susan (Istri Lam Ting) akhirnya Pak Lioe Nam Khiong (pendiri YUTI dan UTI Pro) memutuskan untuk segera membawanya ke Rumah Sakit Gleneagles di Penang, Malaysia, kata Humas YUTI dan UTI Pro Firmansyah Yongki Gindo.
Langkah Cepat dari pembina YUTI dan UTI Pro Grand Master Lioe Nam Khiong, yang langsung memutuskan untuk membawa Lam Ting ke rumah sakit di Penang Malaysia, membuahkan hasil. Pada tanggal 26 Desember 2012, Lamting telah menjalani perawatan secara khusus di rumah sakit Gleneagles, Penang atas biaya dari Yayasan Univeral Taekwondo Indonesia, YUTI.
Berkat keputusan singkat yang dilakukan Pak Lioe, Lam Ting berhasil menjalani Operasi di Penang, Malaysia dan alhamdulillah kini sudah berada kembali di Jakarta, kata Yongki.
Menurutnya lagi, langkah ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab YUTI dan UTI Pro terhadap kesinambungan nasib atlet dan mantan atlet taekwondo.
Ini bentuk tanggung jawab Yayasan Universal Taekwondo Indonesia. yakni, lebih memperhatikan nasib atlet dan mantan atlet yang bernaung di bawah YUTI dan UTI Pro, tukasnya.
Lam Ting adalah merupakan atlet taekwondo kelahiran Bandung 17 April 1964. Prestasinya sebagai atlet cukup menjulang di Tanah Air. Pada dekade 1984-1993 Lam Ting adalah “Raja “ kelas welter.
Sejumlah medali pun dia sabet di berbagai ajang internasional seperti emas di SEA Games 1987, perak di Asian Games 1986, hingga perunggu pada kejuaraan dunia di Jerman pada 1989. Ketika Usianya menginjak 28 tahun, Lam Ting justru mundur dari arena taekwondo. (esa/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Defia Dedikasikan Emas Asian Games 2018 untuk Mendiang Sang Ayah
Olahraga Lain-Lain 19 Agustus 2018, 19:55
-
Defia Rosmaniar Berikan Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018
Olahraga Lain-Lain 19 Agustus 2018, 17:13
-
Indonesia Punya Tiga Rival Berat Taekwondo di Asian Games 2018
Bolatainment 1 Agustus 2018, 09:40
-
Legenda Taekwondo Ingin Atlet Muda Lampaui Prestasinya di Asian Games
Bolatainment 19 Juli 2018, 10:10
-
2500 Peserta Ikut Turnamen Taekwondo Menhan Cup
Olahraga Lain-Lain 25 Maret 2017, 08:53
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Iran 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:55
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Arab Saudi 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:15
-
Dengan Peran Lebih Tepat, Cristiano Ronaldo Masih Bisa Sangat Berbahaya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 20:56
-
Amerika Serikat vs Australia: 5 Kunci Penentu Laga Krusial
Piala Dunia 19 Juni 2026, 19:58
-
Julen Lopetegui Murka Usai Qatar Dibantai Kanada 0-6, Ini Penyebabnya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 19:25
-
Cedera Horor Ismael Kone: Jesse Marsch Menangis Dengar Suara Tulang Patah
Piala Dunia 19 Juni 2026, 18:59
-
Lionel Messi Punya Jaya Atas Kemajuan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 17:11
-
Saddil Ramdani Dapat Banyak Pelajaran Berharga dari Piala Dunia 2026
Bola Indonesia 19 Juni 2026, 16:45
-
Cristiano Ronaldo Diminta Mengalah, Portugal Butuh Energi Baru
Piala Dunia 19 Juni 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







